Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Sunday, September 2, 2012

"Apple vs Samsung", harga diri Amerika dan Korea Selatan?


Apple vs Samsung
      Melihat perseteruan antara kedua kerjaan bisnis besar dengan latar belakang budaya organisasi yang berbeda. "Apple vs Samsung", antara Amerika dan Korea Selatan, antara "let's move quickly" dan "Bbalri-Bbalri". Sebuah pertarungan hebat dua raksasa bisnis berbasis teknologi ini menyita perhatian semua kalangan di seluruh dunia, baik praktisi maupun konsumen produk mereka. Hal ini menjadi sangat besar pengaruhnya terhadap masing-masing perusahaan karena efek perseteruan ini akan sangat merugikan. 

Keputusan pengadilan dari beberapa negara
      Sebelum dibawa ke meja hijau pengadilan di Amerika, di belahan negara lain seperti di Inggris dan Korea Selatan telah memutuskan perkara ini yakni di Inggris bahwa Apple harus memasang iklan di semua surat kabar dan majalah dengan isi menyatakan bahwa Samsung tidak meniru desain dari iPad. Di pengadilan setempat, Samsung menang atas gugatan dari Apple yaitu penghentian produksi Galaxy Tab karena dituding telah "copy paste" produk iPad. Namun akhirnya Samsung-lah yang menang. Lain negara lain keputusan, di Korea Selatan asal Samsung lahir, menyatakan Apple dan Samsung semuanya mempunyai kesalahan yang imbang. 
      Di Korea Selatan, Samsung melanggar sebuah hak paten dari produk Apple.Sedangkan dari Apple sendiri dianggap melanggar dua hak paten teknologi nirkabel dari Samsung. Apple diwajibkan membayar denda 40 juta won, sedangkan Samsung hanya 25 juta won.Hohoho....di negara sendiri mana mungkin bisa dikalahkan :).Nggak cuman itu saja, kedua perusahaan harus mengehntikan produksi dan penjualan dari beberapa produk andalan mereka.. 10 produk Samsung, termasuk Galaxy SII, nggak boleh dijual lagi lalu 4 produk Apple, termasuk iPad 2 dan iPhone 4. fuiih.....makin heboh saja nih....
        Begitupula di Jepang, pengadilan Tokyo memenangkan Samsung atas gugatan dari Apple yaitu menuding Samsung pada produk Galaxy S, Galaxy Tab, dan Galaxy SII melanggar hak paten atas konsep sinkronisasi musik dan video pada server. Akhirnya Apple kalah dan diwajibkan membayar gugatan. Begitu keputusan ini dirilis, saham Samsung melonjak 1,6% dari terakhir rilis.
        Lalu bagaimana dengan pengadilan di Amerika??? sepertinya akan lebih seru... Berbeda negara berbeda keputusan, apalgi di kandang sendiri, Apple memenangkan gugatannya terhadap Samsung. Apple menuding bahwa Samsung telah mencuri hak paten dan meniru fitur-fitur produk dari Apple yang terdapat pada hampir semua produk Samsung yaitu lebih dari 20 produk seperti di seri Galaxy S dan Galaxy Tab. Pada akhirnya Samsung diharuskan membayar lebih dari $ 1 milyar, wauw.... dan hebohnya lagi uang-uang tersebut harus di kirim dengan koin sebanyak 30 truk, wah gilaaa...hahaha

Belajar dari kasus Samsung dan Apple
Apa kira-kira yang harus kita ambil hikmah dan pembelajaran dari kasus ini.
1. Samsung dan Apple merupakan perusahaan besar dan perusahaan yang mengedepan dari sisi produk teknologi. Kita lihat Apple adalah boleh dikata pionir dari produk komputer dan gadget yang cukup visioner. Melihat dari produk-produk seperti iMac, iPhone, atau iPad. Apple seperti menajdi sebuah trndsetter teknologi terbaru dari komputer dan ponsel. Itu tak lain tak bukan juga karena pemimpin visioner mereka yang telah tiada yaitu Steve Jobs.
Samsung sendiri adalah perusahaan keluarga yang sudah mulai dirintis dari awal abad 20 an, mulai dari pertanian, sampai kini fokus di teknologi untuk rumahan (kulkas, TV, dll), laptop sampai sekarang yang terkenal adalah ponsel-ponsel pintarnya. Kedua perusahaan ini lahir dari sejarah dan budaya internal yang mereka bangun secara unik (rasa Amerika dan rasa Asia). Seperti yang pernah saya paparkan pada artikel sebelumnya yaitu South Korea: A Nation for watch.  Dengan ciri khas masing-masingnya berperan menggiring trend teknologi dunia ke arah yang lebih canggih.
2. Saling gugat menggugat.
Apple dan Samsung berperang di pengadilan memperjuangkan atas hak paten dan gugatan masing-masing yang dilayangkan ke pengadilan. Saya melihat disini Apple yang justru lebih getol ingin memberikan pelajaran kepada Samsung atas produk-produk Apple yang Samsung tiru. Terlihat juga dari kekhawatiran Apple bahwa produk-produk dia tidak berada di nomor satu. Pasar smartphone dan tablet masih Samsung yang mengendalikan yaitu 35% dan Apple hanya 18%. Mungkin karena "ketakutan" Apple terhadap dominasi pasar Samsung, maka Apple "merengek" ke pengadilan untuk "menjebloskan" Samsung dalam "kegelapan" arah untuk produk-produknya.
        Ya dari sekian banyak gugatan di beberapa negara, hanya yang menang telak di wilayah Amerika. Gugatan yang dilayangkan Apple ini juga berkaitan dengan ketidakpuasan dan kegusaran Apple karena produk-produk mereka "ditiru" oleh Samsung. Namun benar atau tidaknya itu ditiru, hasil pengadilan dari beberapa negara yang telah membuktikannya. Sebenarnya kalau menurut hemat saya, apa yang dilakukan Apple atau Samsung dalam hal teknologi merupakan lompatan besar manusia untuk kehidupan dan peradaban yang lebih baik. Sebenarnya Apple tak perlu melakukan gugatan berlapis tersebut karena sebenarnya pasar yang menilai apakah produk ini bagus atau kurang bagus. Kalaupun benar ditiru maka ya luncurkanlah produk yang lebih canggih dari sebelumnya, itu akan memberikan daya saing dan nilai pandang dari masyarakat terhadap perusahaan cukup tinggi. Tak usah terlalu khawatir dengan eksistensi, karena masing-masing merek tersebut punya tempat tersendiri di hati konsumen. Produk Samsung dan Apple memang cenderung sama baik fitur dan lainnya namun yang membedakan adalah pilihan dari konsumen mereka nyaman dengan gadget yang mana. Tapi ketok palu sudah dipukul oleh hakim di beberapa negara dan hasil sudah ada yaitu Samsung menang di Inggris dan Jepang serta kalah bersama Apple di Korea Selatan sendiri. Sedangkan di Amerika, Apple menang telak atas gugatan yang dilayangkannya terhadap Samsung. Terlepas dari itu semua, saya yakin dari kejadian ini kedua belah pihak nantinya akan lebih fokus dan mencari inovasi-inovasi terbaru yang dapat menjadi trendsetter dan dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Mereka pasti mempunyai visi yang sama yaitu "membuat peradaban dunia lebih baik" :).

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Saturday, July 28, 2012

Belajar dari KOPROL (start-up Indonesia) yang "didepak" dari Yahoo!

    
     Belum juga genap 3 tahun, "bayi" KOPROL ditutup oleh pihak Yahoo!. Usia KOPROL memang terhitung pendek karena hanya bertahan sekitar 2 tahun-an saja. Sejak pertama diakuisi oleh Yahoo! pada tahun 2010 senilai US$10 juta pada saat itu memberikan tamparan telak bagi KOPROL. Situs jejaring sosial berbasis "check in" ini pada awal dibangun 2009 oleh Satya Witoelar memang sangat berharap sekali menjadi situs yang besar dan menjadi terdepan di Indonesia. Walaupun harus head to head dengan Facebook yang penggunanya di Indonesia sangat banyak sekali dan lebih familier. 
    Dilain sisi juga, Yahoo! menutup KOPROL karena banyak alasan yaitu positioning KOPROL yang tidak bisa memberikan kontribusi keuntungan secara signifikan kepada Yahoo!. Apalagi dengan COE baru Yahoo! yang lebih ingin fokus pada konten dan proyek yang hanya menguntungkan saja, maka proyek lain yang sejatinya hanya memberikan kontribusi minim dan tidak berprospek besar bagi mendongkraknya pendapatan Yahoo! maka akan didepak dari yahoo!. Hal ini juga diperkuat karena Yahoo! sedang melakukan "turn arround" dari posisi sekarang yang sepertinya lagi "sakit" dengan merumahkan 2000 karyawan global mereka trmasuk 20 karyawan KOPROL yang dirumahkan. Maka Satya dkk tidak bisa menolak "pemecatan" situs buatan mereka dari Yahoo!. Tepat 28 Agustus 2012 nanti, KOPROL akan resmi ditutup.     
     Para pengguna akan diberitahu untuk mengekspor data-data pentingnya sebelum tanggal tersebut. Dari kejadian ini akan memberikan kita sebuah pelajaran bahwa karya-karya para Start-up anak negeri memang bagus dan kreatif. Namun disaat ada situs yang diakuisi oleh perusahaan dari Silicon Valley maka situs tersebut memang akan naik daun dan menjadi punya posisi yang kuat di pasar, karena ekuitas merek dari si "Bapak" yang mengadopsi "anak angkat" baru. Namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu akuisi bukan melulu jalan yang menguntungkan karena kalau saya pikir itu adalah strategi perusahaan si pengakuisi agar bisa memotong jalur kompas lebih cepat mengembangkan perusahaannya. Karena dinilai mungkin akuisi akan lebih murah biaya nya ketimbang harus research dari awal. Nah disini memang perlu dilihat kecocokan antara si pengakuisi dengan yang diakuisi. Supaya bisa kawin kan harus klop visi dan misi nya. Akan menjadi tidak menguntungkan bagi yang diakuisi yaitu pada saat perusahaan utama mengalami masalah yang berimbas pada masa depan situs yang diakuisi. Disaat mereka (yang diakuisi) sangat percaya diri karna dipinang oleh perusahaan besar namun dibalik itu mereka ktar-ktir disaat perusahaan utama brmasalah dan mreka tak punya kontribusi penting untuk perusahaan. Perasaan "zona nyaman" akan tertancap pada diri mereka karena merasa sudah ada yang "merawat". Disisi lainnya juga pada awal diakuisi memang perusahaan newbie tersebut mempunyai dana segar dan seakan mndapat rejeki nomplok, namun menjadi tidak berguna seperti debu yang ditiup hilang begitu saja disaat terjadi masalah seperti ini.
      Jadi disarankan agar para start-up tidak merengek-rengek situs nya dipinang perusahaan besar yang lbih punya pengaruh, namun upaya survive dari diri sendiri mungkin akan menjadi sebuah nilai yang berhaarga bukan hanya material tapi harga diri yang lebih bermartabat karena berdiri di kaki sendiri walaupun untuk mencapai kesusksesan agak sedikit lama. Go Start UP Indonesia!!! 

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Monday, July 16, 2012

South Korea : A Nation for watch


 Apa yang kita bisa pelajari dari perjuangan bangsa Korea dan pengembangan ekonominya?
Survive in every time (Learn)
Banyak hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran dan cambukan bagi kita bangsa Indonesia memamandang kesuksesan yang begitu hebat bangsa Korea dari dekade ke dekade menantang zaman.
     
Seoul city view (resource:internet)
     Korea selatan menjadi besar seperti sekarang adalah karena dukungan lingkungan internal dan eksternal yang secara “paksa” mengharuskan Korea Selatan untuk berubah. Jika dilihat dari sejarahnya kekaisaran terakhir runtuh pada tahun 1910 yang dianeksasi oleh Jepang, lalu berlanjut pada setelah perang dunia ke dua, Korea secara umum dibagi menjadi dua yaitu Korea Selatan (dibawah pengaruh USA) dan Utara (dibawah pengaruh Uni Soviet). Memberikan sejarah perjalanan panjang yang cukup kelam karena selalu dirundung ketidakpastian iklim politik dan ekonomi di wilayah Korea. Mereka sebenarnya menghadapi kekuatan yang mengepung wilayahnya dari timur ada Jepang yang selalu “berperang” dari sektor ekonomi. Dari utara, saudara “tiri”mereka sendiri yaitu Korea Utara yang tidak segan-segan setiap waktu menyerang Korea Selatan dengan kekuatan militer yang lebih hebat. Lalu di barat ada gempuran negara Cina dalam hal perdagangan. Hal ini menjadi suatu faktor utama Korea Selatan mau tidak mau harus berbenah dan berubah memposisikan diri sebagai negara yang lebih kuat dari sektor ekonomi pada umumnya.
2.   Keterbatasan Sumber daya alam menjadi faktor lain yang membuat Korea Selatan berpikir dan bekerja keras untuk tetap hidup di tengah kondisi dunia yang tidak menentu. Korea Selatan memberi bukti bahwa dengan keterbatasan yang ada berhasil menjadi salahsatu yang terdepan dalam ekonomi. Mereka akhirnya fokus pada ekonomi yang berbasis teknologi seperti elektronik rumahtangga, kendaraan mobil, sampai pengaruh budaya K-Pop yang menjadi demam sampai Indonesia.
3.    Budaya satu Korea Selatan yang kuat adalah menjadi faktor pendorong yang sangat kuat. Korea Selatan menjadi jelas identitasnya dengan satu suku utama yang menjadi semacam faktor kepercayaan diri yang kuat untuk bersatu dan memajukan Korea Selatan.
4.   Pemimpin Korea Selatan juga mampu mengolah manajemen krisis yang sangat hebat ke semua lini sektor kehidupan warga Korea Selatan bahwa “kita berada di kehidupan yang tidak pasti, namun kita harus memastikan diri untuk menjadi yang terdepan di dunia”, mungkin kata-kata itu yang selalu ada di benak tiap warganya.
5.   Budaya kerja keras bangsa Korea Selatan. “Bbalri-bbalri” atau “cepat-cepat” menjadi sebuah jargon yang selalu dikatakan sehari dua kali oleh orang Korea Selatan untuk memacu “adrenalin” dalam mereka menyelesaikan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu hari. Ada yang unik dalam konsep “menyelesaikan pekerjaan” oleh warga Korea Selatan, mereka selalu menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu hari dan tidak ada pemisahan status kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dalam hal ini ya mereka bisa saja menginap di kantor dan membawa urusan pribadi dikantor, kalau dibanding dengan ekstrimisme orang Amerika sekalipun tidak demikian. Mungkin ini bisa jadi hal positif (pekerjaan cepat selesai) dan negatif (tidak ada privasi pribadi). That’s them call “we are South Korea!”

    Bagaimana Indonesia mampu mengejar ketertinggalan ekonomi dibanding Korea?
Follower or trendsetter for Indonesia to catch up the South of Korea?

Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan “senjata” bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari Korea Selatan seperti sumber daya alam melimpah, penduduk yang padat, tingkat usia produktif yang lebih banyak ketimbang usia lanjut (tidak seperti di Jepang). Namun yang terjadi malah sebaliknya, Indonesia saat ini mengalami sakit kronis yang harus cepat diobati. Korupsi merajalalela, krisis kepemimpinan, tidak mempunyai visi yang jelas, dan merasa berada di zona nyaman yang justru pada akhirnya membuat semuanya tak berkembang malah mundur! Kalau bisa dibandingkan dengan Korea Selatan pada dekade 70-an, kondisinya sama dengan Indonesia pada saat ini.  
Namun apakah dengan perbandingan semacam itu 30 tahun lagi Indonesia bakal maju seperti Korea Selatan? Bisa dikatakan “benar” jika harus ada revolusi secara besar-besaran dari segala lini, menciptakan manajemen krisis yang tepat dan pemimpin yang tegas dan konsisten, birokrat yang jujur dan loyal dalam bekerja untuk negara. Karena pada saat ini sumber-sumber ekonomi sebagian besar “dijajah” oleh bangsa asing, pemimpin yang berjiwa besar harus berani mengambil keputusan untuk menasionalisasi kembali sumber tersebut dan memberikannya pada tangan-tangan putra-putri Indonesia. Jangan bicara kualitas dulu yang penting semangat dalam membangun, bekerja keras, dan loyalitas pada negara itu modal utamanya, dan disayangkan satu poin terakhir tersebut tidak banyak ada pada pribadi masing-masing. Kualitas itu mengikuti dibelakangnya. Tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam yang ada namun juga kulaitas sumber daya manusia yang perlu diasah dan dijadikan “kekuatan utama” dalam membangun bangsa. Kalau boleh dibilang bangsa Indonesia itu pintar dan kreatif itu ada benarnya namun disayangkan tidak ada media yang tepat dan pas untuk memanfaatkan “orang-orang pintar” tersebut. We don’t have a lot of “the right man in the right place!”.
Pada intinya kalau kita tidak berpegang pada Pancasila kembali, akan sangat susah Indonesia bisa maju seperti bangsa-bangsa lain. Karena hanya Pancasila yang bisa menjadi dasar negara yang tepat untuk membangun bangsa dan negara ini. Kesimpulannya Indonesia itu bisa berubah dan bergerak maju dengan modal yang saya paparkan sebelumnya namun jika kondisi pengelolaan manajemen strategi yang tidak tepat dan kepemimpinan yang mlempem seperti sekarang, tinggal tunggu kehancuran negara ini saja. Apa perlu hancur dulu baru berbenah dari awal?

   Apa yang menjadi tantangan bisnis keluarga di Indonesia untuk berkembang dan bertahan di lingkungan bisnis yang kurang didukung negara?

Challenge to be winner for family company in Indonesia
Perlu diketahui perusahaan-perusahaan besar di Indonesia sekarang adalah merupakan perusahaan keluarga yang dibangun dari nol. Mereka memberikan kontribusi besar bagi negara dalam hal ekonomi. Kalau dilihat kebanyakan taipan-taipan di Indonesia adalah berasal dari keluarga-keluarga keturunan China. Itu berkembang mula pada zaman Soeharto yang memberikan angin segar bagi perusahaan keluarga dari kalangan keturunan Tionghoa tersebut untuk berkembang. Pada saat ini mereka menguasai lini sektor penting pada retail, produk rumahtangga, rokok, sampai perumahan.
Kalau dibanding dengan Korea Selatan, mereka ada Samsung, LG, Lotte Mart, atau Hyundai yang berawal dari bisnis keluarga berkembang menjadi sebuah kerajaan bisnis besar Korea Selatan yang di back-up sepenuhnya oleh pemerintahnya dengan membentuk konsorsium konglongmerasi dewan Chaebol. Kelebihannya memang pada akhirnya dewan Chaebol ini menjadi sebuah kekuatan ekonomi Korea Selatan yang dapat menggempur kekuatan perusahaan kaliber dunia lain. Di sisi lain juga mereka pada akhirnya membentuk merek kuat ekonomi baru Korea Selatan. Namun pada akhirnya juga industry kecil yang akan berkembang di Korea Selatan akan dicaplok oleh Chaebol ini sehingga iklim persaingan dalam negeri jadi tidak sehat karena adanya monopoli.
Jika dilihat perkembangan perusahaan keluarga di Indonesia sebenarnya banyak yang cukup bertahan dan berkembang menjadi besar baik itu didukung (di back-up) oleh pemerintah atau tidak mereka juga akan tetap bertahan. Faktor harga diri keluarga besar mereka mungkin yang menjadi dorongan kuat bagaimanapun bentuk kondisi eksternal bisnis yang tidak menentu, mereka akan tetap survive dengan segala cara. Walaupun di satu sisi ada perusahaan keluarga yang punya link kuat ke pemerintah dan menjadi besar itu cerita lain. Namun saya memberi kesimpulan bahwa perusahaan keluarga di Indonesia itu bisa besar atau bertahan saat sekarang ya dengan “cara” dan “tradisi” keluarga mereka sendiri-sendiri, walaupun itu tanpa dukungan dari pemerintah sekalipun. Yang pasti perlu diingat adalah kontribusi ekonomi Indonesia sebagian besar terbentuk dari perusahaan keluarga.
case study matkul Manajemen perusahaan keluarga pascasarjana MM UII Jogjakarta 

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Tuesday, April 3, 2012

Backpacker journey for 2 weeks, 5 countries ASEAN, done!

        Excited, awesome, senang, heboh, tak terkendali...hahaha mungkin sebagian dari ungkapan perasaan saya karena ada kesempatan untuk melakukan perjalanan yang jarang saya lakukan. Mengelilingi semenanjung ASEAN melewati 5 negara dalam waktu 2 minggu. Wow, saya bersama 4 orang teman kampus, melakukan perjalanan ini dengan modal "nekat", kenapa nekat? karena belum satupun kita berlima yang pernah melakukan perjalanan backpacker apalagi ke luar negeri. Persiapan dilakukan 4 bulan sebelum journey. Karena belum satupun yang pernah merambah rute rute nya, maka mbah google pun jadi sasaran pencarian informasi kami. Mengumpulkan berita dan informasi dari blog orang lain yang pernah mengunjungi spot-spot wisata tersebut. Bergabung dengan forum facebook backpacker dunia memberi keuntungan bagi kami karena dapat mempermudah mendapatkan informasi dari teman-teman backpacker dunia yang jumlahnya sekarang sudah ribuan orang. Journey ini kami putuskan secara spontan karena pada awal ide dari pelaksanaan fieldtrip tugas kampus yang rencananya akan ke singapore, akhirnya kami merencanakan untuk berangkat terlebih dahulu mengelilingi 5 negara ASEAN dan bertemu dengan teman lainnya di singapore. Sempat ragu untuk melakukan trip ini, karena berpikir biaya yang dikeluarkan pasti akan mahal dan persiapan yang banyak. Tapi setelah mendapatkan informasi yang cukup, kami yakin untuk menjelajah 5 negara ASEAN dalam 2 minggu.
       Sempat khawatir apakah uang yang saya pegang akan kurang atau cukup? Untuk mengatasi kekhawatiran saya membuat itinerary perjalanan didalamnya ada rute perjalanan, hotel yang akan diinapi, jadwal kunjungan wisata, trabnsportasi yang dipakai sampai budget biaya per negara yang dikunjungi. Lengkap dan sedetail mungkin saya buat, walaupun nantinya mungkin akan sedikit berbeda kondisinya di lapangan. Namun asal berpegang dispilin pada itinerary yang dibuat, semuanya akan baik-baik saja :) .
       Rute yang kami ambil adalah Jogjakarta-Ho Chi Minh City Vietnam via Jakarta - Siemreap, Cambodia - Bangkok, Thai - Phuket,Thai - Singapore - KL, Malaysia - Solo - Jogja. Perjalanan antar negara tersebut kami mix with overland (bus, kereta,tuk-tuk,taksi) Karena kami ingin menghemat biaya dan merasakan semua moda transportasi lokal yang tersedia. Lebih menarik jadinya jika perjalanan dengan overland karena dapat melihat pemandangan pada saat perjalanan daripada hanya melihat awan putih saja :) .
       Kami berangkat tanggal 12 maret 2012 dan mengakhiri perjalanan pada tanggal 25 maret 2012. Tiket pesawat sudah kami booking jauh jauh hari yaitu 3 bulan sebelumnya untuk mendapatkan harga yang terbaik. Jakarta-Ho Chi Minh mendapatkan harga 700 ribuan, Kualalumpur - Solo mendapatkan harga 900 ribuan, ya hitungannya sudah cukup murah dengan rute penerbangan luar negeri. Waktu dua minggu membuat kami memutar otak agar bagaimana caranya dalam dua minggu sebanyak 6 kota dalam 5 negara bisa dikunjungi. Alhasil rute Bangkok-Phuket dan Phuket Singapore kami mix dengan over air alias numpak montor mabur maning. Pertimbangan kami juga efisiensi waktu dan tenaga serta perbandingan harga yang cukup murah hampir sama dengan jika kita naik bus. Selisih sedikit tak jadi masalah asal efisien waktu dan tenaga. Karena selama 2 minggu kita pastikan akan sangat terforsir tenaga nya maka dengan pertimbangan itulah kami memakai moda transportasi pesawat pada kedua rute tersebut.
       Banyak hal menarik dari perjalanan singkat kami selama 2 minggu ini, tukang asongan anak-anak kecil di angkor wat, siem reap yang selalu memaksa wisatawan untuk membeli handmade karajinan seharga 1 dollar dengan gaya tawar mereka yang khas "sir,..give me one dollar for this!" memakai logat lokal mereka sampai pakai acara saya hampir ketinggalan kereta di KL sentral. Hmm....seru pastinya, ingin lebih tertarik dengan cerita pengelaman kami selama dua minggu, tunggu tulisan lengkap saya yang akan saya share gratis buat temen-temen semua, coming soon!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi