Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Thursday, January 8, 2015

Bagaimana maskapai Low Cost Carrier sering menjual tiket murah? apakah aman terbang bersamanya?

           



Judul yang lagi hangat diperbincangkan saat ini. Semenjak jatuhnya pesawat QZ8501 AirAsia (AA) dari Surabaya, Indonesia tujuan Changi, Singapore pada akhir desember 2014 lalu membuat banyak orang bertanya-tanya apakah aman memakai pesawat berbiaya murah seperti AirAsia ini? Bukan pertanyaan itu saja yang mengganjal, bagaimana bisa maskapai melempar harga kursi sangat murah bahkan sering gratis kepada calon penumpang padahal term baku pada industri pesawat adalah safety is first and must!? Dua pertanyaan ini akan coba saya bantu analisa dan jawab yang saya olah dari banyak sumber dan diskusi dari beberapa teman serta dari analisa pribadi. Boleh bantu tambah opini nanti di kolom komentar bawah ya guys :)
        Maskapai Low Cost Carrier (LCC) seperti AirAsia ini pada awal 2000 an memang sedang tumbuh pesat, banyak yang tumbang, namun tidak sedikit yang tetap bertahan dan mempunyai prestasi 5x berturut-turut the best low cost carrier in the world versi Skytrax , ya siapa lagi kalau bukan AirAsia. Dipimpin oleh seorang CEO jebolan Warner Music, Tony Fernandes, AirAsia dengan sangat percaya diri memimpin pasar LCC dunia. Bahkan tiap tahun dan tiap bulan selalu ada promo yang sangat menggoda iman bagi para calon penumpang dan bagi para traveler muda seperti saya :) hehehe. Coba kita lihat dari beberapa poin ini nanti silahkan kalian simpulkan sendiri untuk menjawab pertanyaan ini :)

1. Fast Turn Arround; 
             Di LCC tidak menyediakan makanan secara gratis, dan disediakan hanya secukupnya bila ada yang pesan pra terbang dan yang pesan di kabin. Ini berarti tidak ada pekerjaan berat seperti catering uplift dan tidak ada staff khusus catering. Begitu juga membersihkan kabin semua dilakukan oleh Flight Attandent / FA (pramugari/a), tak jarang pada saat terbang, sang FA mondar-mandir bawa kresek sampah hitam besar, biasanya dilakukan sesaat sebelum landing, dan penumpang diminta kerjasamanya untuk mengumpulkan sisa-sisa sampah yang masih tercecer di bangkunya, ya kan? 
            Lagipula LCC itu berute pendek, jadi tidak akan banyak sampah, nah... begitu landing, si FA hanya fokus security check,..done! selesai dalam 25 menit dan terbang lagi....(sudah include menggiring penumpang keluar dan memasukkan kembali penumpang sampai duduk rapi, hehe). Nah jika dibandingkan si full cost flight seperti katakanlah Garuda mana bisa 25 menit, harus minimal 40 menitan karena proses pengerjaan yang banyak dan memakan proses waktu... Karena semakin lama parkir di appron maka biaya parkir juga semakin besar, ini akan membebani cost maskapai. 

2. Terbang Tanpa Fasilitas Kenyamanan;
            Begitu pula dengan fasilitas kenyamanan lainnya seperti bagasi, AirAsia tidak memaksa penumpang membayar lebih untuk bagasi yang penumpang yang tidak dibutuhkan itu. Silahkan beli sesuai kebutuhan, kecuali rute domestik wajib 15 kilo dengan harga 40 ribu saja. Fasilitas lainnya seperti pilih kursi, kalau di AirAsia silahkan beli sesuai keinginan mau duduk dimana, mau reguler seat atau hot seat, kalau tidak ingin pilih seat maka akan dipilihkan sesuai dengan aturan dari AirAsia.
       Fasilitas lainnya lagi yaitu pesan makan sendiri, bisa dilakukan lewat web, termasuk selimut, entertainment, dll. Jadi yang dilempar di pasaran adalah bener-bener harga basic anda terbang. Karena sejatinya terbang rute pendek, nggak perlu kenyamanan yang over. Cukup duduk manis, pasang seat belt, ngemut permen dan tidur, 1-2 jam setelahnya sudah landing di bandara tujuan. Toh juga tidak mengurangi kenyamanan terbang, karena semuanya sudah disesuaikan dengan standar industri terbang. 

3. Flight based by Airline base;
             Rute LCC seperti AirAsia dalam sehari bisa terbang lebih banyak dibanding reguler flight dan rute terakhir kembali ke airline base misal Jakarta-Jogja-makassar-surabaya-palembang-balik lagi ke Jakarta, hampir tidak ada biaya inap crew, antar jemput crew dan pilot PP ke bandara juga tidak ada. Signifikan? jelas sangat signifikan biaya cost fasilitas itu. Dan mau tahu apa isi koper yang digeret crew FA itu? Bukan pakaian melainkan berkas2 hahaha. 
           Dalam sehari maskapai LCC bisa terbang lebih dari frekuensi maskapai full cost, dan jam terbang crew dan pilot tetap memakai standar industri penerbangan. Perlu diketahui, pilot terbang jarak jauh sesekali akan lebih capek kondisinya daripada jarak pendek yang berkali-kali, padahal jam terbang hari itu sama jumlahnya. 


4. Tiket sold directly;
           Ya..., lebih banyak jual lewat website langsung, suruh cetak / print sendiri, dan check in online untuk menghemat pembukaan operasional agen di tiap kota, semuanya self service dari si penumpang

5. Smaller airport/terminal khusus;
             Ini yg baru dilakukan di eropa, mereka punya airport dan terminal sendiri khusus utk LCC sehingga biaya pajak bandara, dan cost operasional tdk terlalu tinggi, di Indonesia masih jadi satu FCC dengan LCC, sebenarnya ini solusi bagus untuk Indonesia, jika tidak memungkinkan bandara sendiri ya terminal khusus tak masalah. 

6. Company Budget Planning (sumber : tulisan mas Faisal Umry di grup BD);
             Ini yang menarik dari sebuah perusahaan khususnya maskapai LCC bagaimana mereka bertahan dengan lempar harga murah sangat sering.

"Prinsip dari budget adalah planning pemasukan dan pengeluaran, nah ini harus imbang dan sedapat mungkin pemasukan lebih besar dari pengeluaran supaya dapat profit.

Pemasukan itu jelas dari revenue, dari sales dan lain lain. Pengeluaran itu jelas dari ongkos operasi, termasuk bayar karyawan dll, dsb,dst. Dalam perusahaan tidak peduli disatu point jual rugi dan di point lain jual untung besar, yang dilihat adalah revenue dalam satu tahun! Sekali lagi REVENUE dalam setahun!
Sederhananya begini (misalnya) :
Angka angka ini hanya perumpamaan :
Budget plan :
Jumlah flight per tahun : 10.000 flight
Operation cost : USD 100.000.000
Sederhananya, berapapun pax yang dibawa ya tetap aja costnya. (actual nya tidak sesederhana ini ya) saya hanya coba menyederhanakan supaya mudah dipahami.
Sekarang revenue (pemasukan) :
Sales : USD 90.000.000
Iklan : USD 10.000.000
Total USD 100 juta impas kan???
Padahal bisa dipastikan tidak semua flight itu full, teman2 tentu setuju dengan saya.
Nah sekarang bagaimana Air Asia group mencetak uang gratis, ya saya bilang MENCETAK UANG GRATIS.
Taruh lah rata2 setiap flight itu 10% kosong, berarti ada 18 kursi kosong. Tapi tidak semua kursi kosong 10% kan? Pada peak season tidak ada kursi kosong JUAL MAHAL dong.
Nah pada low season ada dong kursi kosong bahkan more than 10%.
Let Tony Fernandes magic begin :
Dia buat promo 0 rupiah untuk ngisi kursi kosong itu, kita kita "dipaksa" beli setahun sebelumnya.
Namanya sih 0 rupiah, tapi apa kita bayar 0 rupiah? I don’t think so, minimal untuk tiap sector kita bayar Rp.300.000,- am I correct.
Misal dari 10.000.000 seat yang tersedia setahun dia obral didepan 0 rupiah 10% saja atau 1.000.000 seat berapa uang yang diterimanya?
Teman teman tentu ingat Air Asia pernah bikin promo sejuta kursi gratis, itu beneran sejuta kursi loh.
Taruhlah setiap seat kita bayar USD 20. Jadi Tony Fernandes dapat duit USD 20.000.000.- bener ini DUA PULUH JUTA USD DOLLAR!!!!
Dia hanya punya kewajiban menerbangkan kita setahun kemudian!
Lihat apa yang terjadi di General Ledger nya :
Pemasukan awal nya :
Sales : USD 90.000.000
Iklan : USD 10.000.000
Total USD 100 juta impas kan???
Setelah dapat duit gratis :
Sales : USD 90.000.000 + 20.000.000
Iklan : USD 10.000.000
Total USD 120 juta hehehe.
Tanpa sadar kita semua sudah "dipaksa beli" oleh Tony Fernandes, Air Asia meminjam duit dari kita, tanpa bunga, nggak perlu dikembalikan, hanya perlu nerbangin kita setahun didepan.
Jadi Air Asia group tidak akan pernah rugi jual tiket murah, malah UNTUNG BESAR!!!
DAN, Tony Fernandes bisa ngutang ke Bank dengan bilang ini loh aku sudah punya calon penumpang setahun kedepan…….
Perusahaan mana di dunia ini yang bisa dapat DUIT gratis????? Hanya Air Asia saya rasa."

             


Baca juga : Gara-Gara AirAsia nih!



Ya begitulah kurang lebih gambaran bagaimana maskapai LCC dapat hidup dan bertahan :). Jangan pernah ada keraguan atau mengkaitkan antara harga tiket murah dengan keselamatan penerbangan, karena itu tidak berkolerasi. Industri penerbangan itu yang utama adalah menerbangkan orang dengan aman.
               Korelasi yang tepat dengan harga tiket murah adalah hanya di fasilitas kenyamanan di darat dan kabin. Jadi saya meragukan analisa dan keputusan dari pak Jonan (Menhub) untuk merevisi harga batas bawah tiket pesawat. kenapa tidak benahi dulu internal kementerian perhubungan baru terapkan aturan ke maskapai-maskapai dengan sangat disiplin, kenapa grusa-grusu seperti itu?.
               Jika benar ini terjadi, bakal merembet ke banyak sektor seperti industri pariwisata. Karena hampir 90% industri pariwisataa domestik ditopang oleh LCC, jika LCC tidak murah lagi (namanya bukan LCC lagi dong ya? hmmm) maka efek domino bakal terjadi sesudahnya. Termasuk saya traveler muda dan calon-calon traveler lainnya yang ingin bermimpi mencicipi jalan-jalan dalam negeri yang sangat eksotis itu dengan pesawat berbiaya murah akan kandas. Akankah itu? semoga tidak!



*foto sumber : internet

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Saturday, May 4, 2013

R.I.P untuk Multiply.com *_*

R.I.P
Belum lama Multiply.com menghentikan pelayanan yang fokus pada jejaring sosial dan blog pada 1 Desember 2012, dan beralih ke pelayanan e-commerce ala mereka; pihak manajemen yang berkantor pusat di Jakarta memutuskan untuk menghentikan total situs mereka. Aoucchh....why?? padahal baru saja akhir tahun 2012 lalu mereka pindah haluan ke bidang e-commerce yang mungkin lebih menjanjikan. Namun tak sampai 6 bulan berjalan, sudah gulung tikar. Seperti yang dikutip dari vivanews.com bahwa,

"Multiply akan ditutup per tanggal 6 Mei 2013. Dengan sangat menyesal, kami umumkan bahwa situs Multiply.co.id (dan Multiply.com) akan kami tutup per tanggal 6 Mei 2013 dan kami akan menghentikan semua kegiatan usaha kami per tanggal 31 Mei 2013," 

         Ini menurut saya sebuah ironi dimana kondisi e-commerce saat ini di Indonesia yang sedang akan lepas landas, justru diwarnai oleh penutupan salahsatu situs e-commerce terbesar di Indonesia dan regional ASEAN. kalau dirunut dari awal, bahwa situs ini berkembang dari motherland nya social network yaitu Amerika. Kemudian memindahkan markas besarnya ke Indonesia karena melihat potensi pengguna social network yang sangat besar di negara ini. Tak lama kemudia, CEO Multiply, Stefan Magdalinski memutuskan untuk tidak melayani lagi fitur-fitur jejaring sosial per 1 Desember 2012. Eh....belum genap 6 bulan, CEO memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas yang berjalan di Multiply di seluruh dunia. OMG...!! 
      Saya melihatnya Multiply ini kehilangan arah, strategi yang dibuat memang harus sesuai dengan perkembangan jaman, tapi apakah core vision nya juga ikut dipertimbangkan? Agak janggal saja tiba-tiba 5 bulan berjalan dengan konsep baru kok malah ditutup? Salah strategi? atau memang perusahaannya sudah sakit internalnya ditambah kondisi eksternalnya sangat ekstrim untuk pertarungan di bidang e-commerce; mengingat nama besar Jual beli Kaskus.co.id yang sudah melegenda lebih dulu di Indonesia. Belum lagi marketplace yang lain seperti Tokopedia, Tokobagus, Berniaga yang bisa dibilang lebih agresif mengambil ceruk pasar e-commerce di Indonesia.
         Pasar lagi berkembang, kelas menengah lagi berjaya, e-commerce sedang gencar menjadi salahsatu e-lifestyle; tidak dapat menjadi patokan utama sebuah perusahaan besar sekelas Multiply ini untuk bertahan di kondisi ekosistem e-commerce Indonesia yang masih carut marut. Setidaknya ini menjadi pelajaran bagi semua pelaku dan calon pelaku bisnis e-commerce Indonesia untuk tidak turut larut dalam euphoria booming nya e-commerce di Indonesia. Saya justru mengkhawatirkan datangnya gelembung dot com e-commerce yang mengakibatkan satu demi satu situs e-commerce rontok dengan sendirinya! Perlu diingat karakter orang Indonesia itu different sekali dengan orang Amerika ataupun Jepang sekalipun dalam hal attitude dan cara pandang terhadap internet. Ekosistem e-commerce di Indonesia juga belum sempurna. Seharusnya pelaku bisnis internet bisa melihat itu lebih dulu baru dapat menyiapkan strategi yang terarah.
         Namun ada langkah jujur dan gentle dari CEO untuk mengakui bahwa perusahaan yang dia pimpin mengalami kegagalan dalam bersaing di pasar. Ini hal positif yang tidak semua pemimpin bisa mengakui bahwa dirinya gagal membawa perusahaannya menuju lebih baik Seperti yang dikutip pada laman dnaberita.com , bahwa

"Setelah berusaha sangat keras, kami terpaksa mengakui bahwa kami tidak berhasil melakukannya," ucap CEO Multiply Stefan Magdalinski. "Saya sangat menghargai tim saya untuk segala jerih payah dan kegigihannya walaupun hasil akhirnya bukan yang kami inginkan."

Baca juga "Daily Deals, apakah akan tetap bertahan?"


note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Friday, January 25, 2013

Daily Deals, apakah akan tetap bertahan?

       Sebelumnya apakabar semuanya? salam semangat 2013, setelah lama tak tulis menulis lagi akhirnya sekarang ada kesempatan menyapa pembaca setia blog saya ini :). Semoga di tahun yang baru ini, kita lebih semnagat dan pantang menyerah menggapai mimpi-mimpi kita yang sudah kita catat di buku resolusi. Anyway, berbicara tentang e-commerce, salahsatu bidang kesenangan saya, banyak sekali cabang-cabang bisnis yang diciptakan dari perdagangan maya. Bisa dibilang B2B,B2C, C2C, lelang online, sampai daily deals yang baru booming beberapa waktu ini membuat e-commerce menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak? cukup membuat website tidak harus membuat gedung megah untuk mendisplay barang dagangan, toko buka 24 jam, akses marketing keseluruh dunia. 
         Salahsatu bisnis berlabel e-commerce yaitu daily deals sedang mengalami masa naik daun di Indonesia. Pemain Daily Deals saat ini yang tercatat di situs Dskon.com sudah mencapai lebih dari 20 buah. Tidak semuanya pemain lokal, namun pemain asing yang berhasil mengakuisi perusahaan lokal ikut mengambil ceruk bisnis ini. Memang sepertinya bisnis ini sangat menguntungkan, karena "lebih jelas" memberikan benefit ke konsumen, yaitu diskon yang gila-gilaan sampai 70% bahkan gratis dari sebuah produk/jasa yang ditawarkan merchant yang bekerjasama dengan perusahaan Daily Delas tersebut. Bisnis ini sebernarnya cukup sederhana, hanya menawarkan diskon dalam rentang waktu tertentu biasanya dalam hitungan hari sesuai kesepakatan antara perusahaan dengan merchant. Lalu konsumen dapat memilih produk sesuai dengan ketertarikan atau kebutuhan masing-masing. Namun biasanya ada syarat tersendiri bahwa suatu "deals" bisa tereksekusi untuk dijalankan sampai masa rentang penawaran habis. Misal, produk A bisa tereksekusi jika sudah mencapai 10 orang yang memilih "deals" tersebut. 
     Bisnis ini memang berkembang pesat, salahsatu CEO dari Daily Deals yang beroperasi di Jogja mengungkapan bahwa penghasilan mereka dalam satu bulan dapat mencapai 50 juta. Mereka hanya memperkejakan beberapa karyawan yang masih berstatus mahasiswa. Ini hitungan dari sebuah perusahaan kecil, belum yang berlabel seperti Living Social, atau Disdus pasti bisa berkali-kali lipat dari nominal tersebut.
Respon dari konsumen juga cukup tinggi karena penawaran dari Daily Delas yang cukup membuat mata dan kantong konsumen terbuka lebar. Diskon yang diumbar sangat fantastis, siapa yang tidak mau?
        Namun dari kesemua fenomena tersebut, apakah Daily Deals akan tetap bertahan? Bisnis selalu bersifat dinamis dari waktu ke waktu dan memaksa pemilik bisnis untuk kuat bertahan dan kreatif dalam mempertahankan bisnisnya. Begitu juga Daily Deals, pada saat ini memang bisa hanya sekedar menawarkan diskon dengan harga fantastis, namun konsumen juga lebih pintar dalam menetapkan keputusan. Semakin banyak pemain, konsumen akan semakin banyak peluang dalam memilih produk, bukan hanya peluang namun kebingungan dalam memilih juga pasti akan hinggap di dalam benak konsumen. Perusahaan harus dapat mengerti kebutuhan konsumen atau bahkan "memaksa" konsumen untuk memilih produk kita seperti yang dilakukan perusahaan Apple saat itu. Memberikan pelayanan yang prima dalam arti pelayanan yang customer oriented wajib dilakukan, kalau perlu memang customer service 24 jam tersedia di channel website anda. Diversifikasi produk jika perlu dilakukan jangan segan-segan melakukannya, karena ini bisa jadi daya tarik tersendiri dari perusahaan anda, kalau bisa diversifikasi yang terkait dengan Daily Deals terlebih dahulu sebelum keluar dari pakem bisnis yang telah anda lakukan. Modifikasi website anda agar lebih nyaman dan aman, pastikan menggunakan jasa kriptografi agar selalu aman terlindungi dari serangan hacker. Fasilitas lebih ditingkatkan seperti payment online yang bergama, tidak hanya transfer ATM namun bisa via credit card bahkan mungkin COD (cash on Delivery). Kreatif dalam memberikan nilai tambah kepada konsumen, bisa jadi memberikan misal website dibuat berbasis GPS, jadi konsumen akan dengan sangat mudah menemukan restoran terdekat rumah yang sedang mengumbar diskon melalui perusahaan Daily Deals. Atau memberikan voucher, point reward, atau hadiah langsung rutin kepada konsumen agar lebih tertarik memencet tombol enter untuk "Deals" yang ditawarkan.
       Kedepannya menurut prediksi saya, Daily Deals akan tetap berkembang dan tetap menjanjikan namun persaingan akan begitu ketat sehingga akan muncul banyak perusahaan dengan konsep modifikasi Daily Deals, jadi bukan Daily Deals murni seperti yang Groupon pertama kali tawarkan sekitar 5 tahun lalu. Dan nanti akan lebih banyak Daily Deals yang dia based on local/ city atau fokus pada produk tertentu bukan produk keroyokan tanpa spesifikasi khusus yang sekarang ini banyak dilakukan perusahaan Daily Deals. Tetap semangat menginspirasi dan memajukan e-commerce Indonesia!!!!
baca artiket terkait lainnya : social commerce?

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Saturday, October 13, 2012

I'm A rapidTraveler, How About You?, have been launched....guys!!


Selama hampir 5 bulan berkutat dengan tulisan, konsep, dan edit layout, akhirnya buku yang saya impikan selama ini terwujud, alhamdullilah sesuwatu banged. Buku bertema traveling yang saya tulis ini memang kisah atau cerita prjalanan pribadai saya bersama 4 kawan seperkuliahan pascasarjana saya. Selama 2 minggu saya melanglangbuana ke negeri orang, nggak cuma satu negara saja namun 5 negara dibabat abis. Agak nekat sih sebenernya, karena ada beberapa alasan, yang pertama saya dan kempat teman lainnya belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di negeri orang, boro-boro luar pulau jawa saja belum pernah, lah ini langsung nyebrang ke kawasan indochina. Yang kedua, agak "rakus" karena langsung hantam 5 negara sekaligus dan itu nggak tanggung-tanggung dalam 2 minggu *apakah kalian harus bilang WOW! gitu? hehehe. Yang ketiga, berani "jalan sendiri" atau mandiri tanpa agen perjalanan. Namun dari kesemuanya alasan tersebut bisa dijadikan kesempatan tantangan baru dalam hidup saya. Jadi ini salahsatu konsep "out off the box" yang saya coba lakukan. 
         Ya....memang there's a will there's a way!, semua yang kita impikan lalu kita yakini, jalan dan proses menuju kesana pasti ada walaupun memang tak pernah mulus. Konsep itu yang selalu saya pegang. Dan apa jadinya? saya tak tahu apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk menyusun rencana perjalanan sampai bagaimana membayangkan kondisi di negara luar nantinya. Namun satu impian dan keyakinan itu yang selalu menjadi darah semangat saya untuk menyelesaikan "proyek pribadi" saya ini :)
Saya sangat berterimakasih dengan salahsatu teman saya yang me-"mention"-kan grup backpacker dunia (BD) di Facebook. Karena dari grup tersebut saya sangat dapat buannyaak informasi terkait tentang traveling khususnya rute yang akan saya lalui. Mereka *penghuni grup BD, sangat ikhlas dan menggebu-gebu membantu teman-teman nya yang kesulitan tentang informasi diluar negeri. Jadi memang BD ini ajang sharing yang sangat bermanfaat tentang traveling di penjuru dunia. 
      Hampir tiap malam saya mendekam di dalam ruang komputer saya di rumah, hanya untuk surfing informasi berkaitan tentang perjalanan saya, baik itu akomodasi, makan, tempat wisatanya, sampai budaya dan apa yang "Do and Don't" peraturan di negara masing-masing. Perjalanan diawali dari kota saya Jogja, flight ke Jakarta lalu lepas landas menuju kota pertama di Vietnam, Ho Chi Minh City, lanjut overland menuju Siem Reap, Kamboja, lalu jalan darat dengan kereta ekonomi made in Thailand ke Bangkok, disambung jalan udara menuju Phuket dan sambung lagi ke Singapura. Perjalanan terkahir di Kualalumpur, Malaysia, dan terbang pulang menuju Solo lalu sampai Jogja menggunakan Prameks. 

       Kunci sukses jika kamu mem"bolang" bersama teman-temanmu dengan perjalanan singkat ini hanya dua, "KOMPAK" dan "DISIPLIN". Kompak disini adalah semua masing individu harus menahan ego masing-masing karena di tengah perjalanan pasti akan banyak masalah dengan banyak "kepala" yang jalan sama kita. Jadi tahan ego itu kunci utama. Lalu yang kedua adalah selalu disiplin, dalam hal ini pasti sebelum berangkat, semua rencana perjalanan atau itinerary yang sudah disusun dan dibuat serta dikonsolidasikan dengan teman-temannya secara rapi jangan diacak adul begitun sampai di tujuan, karena itu pegangan (namun bukan kitab suci loh ^_^) yang harus dijadikan rujukan eksekusi di lapangan. Karena dengan kondisi perjalanan yang singkat, akan sangat rentan terjadi missplaning atau rencana yang lepas kontrol. Maka itu selalu harus disiplin "on schedule". Hal ini yang salahsatu bisa saya dapat tarik manfaatnya dari perjalanan singkat saya. yaitu tanggungjawab dan disiplin dari apa yang telah kita susun.
      Lalu apa yang kalian tunggu-tunggu? mau tahu kisah unik, lucu, dan konyol serta kisah inspiratif dan "quote" ilham dari beberapa pengalaman perjalanan saya ada di buku ini lengkap dengan itinerary dan budget detail yang harus dihabiskan, hanya $500-an saja budget keliling 5 negara ASEAN ini.
      HANYA Rp 69,900 pesan lewat nulisbuku.com, tanpa ongkir ke kotamu. Cek video promo saya di youtube http://www.youtube.com/watch?v=Avjl9Os2HSI atau cek website resmi di http://wamaastawama.wix.com/rapidtraveler atau bisa menuju blog rapidTraveler , Let's travel abroad and spread Good News From Indonesia!


Saturday, July 28, 2012

Belajar dari KOPROL (start-up Indonesia) yang "didepak" dari Yahoo!

    
     Belum juga genap 3 tahun, "bayi" KOPROL ditutup oleh pihak Yahoo!. Usia KOPROL memang terhitung pendek karena hanya bertahan sekitar 2 tahun-an saja. Sejak pertama diakuisi oleh Yahoo! pada tahun 2010 senilai US$10 juta pada saat itu memberikan tamparan telak bagi KOPROL. Situs jejaring sosial berbasis "check in" ini pada awal dibangun 2009 oleh Satya Witoelar memang sangat berharap sekali menjadi situs yang besar dan menjadi terdepan di Indonesia. Walaupun harus head to head dengan Facebook yang penggunanya di Indonesia sangat banyak sekali dan lebih familier. 
    Dilain sisi juga, Yahoo! menutup KOPROL karena banyak alasan yaitu positioning KOPROL yang tidak bisa memberikan kontribusi keuntungan secara signifikan kepada Yahoo!. Apalagi dengan COE baru Yahoo! yang lebih ingin fokus pada konten dan proyek yang hanya menguntungkan saja, maka proyek lain yang sejatinya hanya memberikan kontribusi minim dan tidak berprospek besar bagi mendongkraknya pendapatan Yahoo! maka akan didepak dari yahoo!. Hal ini juga diperkuat karena Yahoo! sedang melakukan "turn arround" dari posisi sekarang yang sepertinya lagi "sakit" dengan merumahkan 2000 karyawan global mereka trmasuk 20 karyawan KOPROL yang dirumahkan. Maka Satya dkk tidak bisa menolak "pemecatan" situs buatan mereka dari Yahoo!. Tepat 28 Agustus 2012 nanti, KOPROL akan resmi ditutup.     
     Para pengguna akan diberitahu untuk mengekspor data-data pentingnya sebelum tanggal tersebut. Dari kejadian ini akan memberikan kita sebuah pelajaran bahwa karya-karya para Start-up anak negeri memang bagus dan kreatif. Namun disaat ada situs yang diakuisi oleh perusahaan dari Silicon Valley maka situs tersebut memang akan naik daun dan menjadi punya posisi yang kuat di pasar, karena ekuitas merek dari si "Bapak" yang mengadopsi "anak angkat" baru. Namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu akuisi bukan melulu jalan yang menguntungkan karena kalau saya pikir itu adalah strategi perusahaan si pengakuisi agar bisa memotong jalur kompas lebih cepat mengembangkan perusahaannya. Karena dinilai mungkin akuisi akan lebih murah biaya nya ketimbang harus research dari awal. Nah disini memang perlu dilihat kecocokan antara si pengakuisi dengan yang diakuisi. Supaya bisa kawin kan harus klop visi dan misi nya. Akan menjadi tidak menguntungkan bagi yang diakuisi yaitu pada saat perusahaan utama mengalami masalah yang berimbas pada masa depan situs yang diakuisi. Disaat mereka (yang diakuisi) sangat percaya diri karna dipinang oleh perusahaan besar namun dibalik itu mereka ktar-ktir disaat perusahaan utama brmasalah dan mreka tak punya kontribusi penting untuk perusahaan. Perasaan "zona nyaman" akan tertancap pada diri mereka karena merasa sudah ada yang "merawat". Disisi lainnya juga pada awal diakuisi memang perusahaan newbie tersebut mempunyai dana segar dan seakan mndapat rejeki nomplok, namun menjadi tidak berguna seperti debu yang ditiup hilang begitu saja disaat terjadi masalah seperti ini.
      Jadi disarankan agar para start-up tidak merengek-rengek situs nya dipinang perusahaan besar yang lbih punya pengaruh, namun upaya survive dari diri sendiri mungkin akan menjadi sebuah nilai yang berhaarga bukan hanya material tapi harga diri yang lebih bermartabat karena berdiri di kaki sendiri walaupun untuk mencapai kesusksesan agak sedikit lama. Go Start UP Indonesia!!! 

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Monday, July 16, 2012

South Korea : A Nation for watch


 Apa yang kita bisa pelajari dari perjuangan bangsa Korea dan pengembangan ekonominya?
Survive in every time (Learn)
Banyak hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran dan cambukan bagi kita bangsa Indonesia memamandang kesuksesan yang begitu hebat bangsa Korea dari dekade ke dekade menantang zaman.
     
Seoul city view (resource:internet)
     Korea selatan menjadi besar seperti sekarang adalah karena dukungan lingkungan internal dan eksternal yang secara “paksa” mengharuskan Korea Selatan untuk berubah. Jika dilihat dari sejarahnya kekaisaran terakhir runtuh pada tahun 1910 yang dianeksasi oleh Jepang, lalu berlanjut pada setelah perang dunia ke dua, Korea secara umum dibagi menjadi dua yaitu Korea Selatan (dibawah pengaruh USA) dan Utara (dibawah pengaruh Uni Soviet). Memberikan sejarah perjalanan panjang yang cukup kelam karena selalu dirundung ketidakpastian iklim politik dan ekonomi di wilayah Korea. Mereka sebenarnya menghadapi kekuatan yang mengepung wilayahnya dari timur ada Jepang yang selalu “berperang” dari sektor ekonomi. Dari utara, saudara “tiri”mereka sendiri yaitu Korea Utara yang tidak segan-segan setiap waktu menyerang Korea Selatan dengan kekuatan militer yang lebih hebat. Lalu di barat ada gempuran negara Cina dalam hal perdagangan. Hal ini menjadi suatu faktor utama Korea Selatan mau tidak mau harus berbenah dan berubah memposisikan diri sebagai negara yang lebih kuat dari sektor ekonomi pada umumnya.
2.   Keterbatasan Sumber daya alam menjadi faktor lain yang membuat Korea Selatan berpikir dan bekerja keras untuk tetap hidup di tengah kondisi dunia yang tidak menentu. Korea Selatan memberi bukti bahwa dengan keterbatasan yang ada berhasil menjadi salahsatu yang terdepan dalam ekonomi. Mereka akhirnya fokus pada ekonomi yang berbasis teknologi seperti elektronik rumahtangga, kendaraan mobil, sampai pengaruh budaya K-Pop yang menjadi demam sampai Indonesia.
3.    Budaya satu Korea Selatan yang kuat adalah menjadi faktor pendorong yang sangat kuat. Korea Selatan menjadi jelas identitasnya dengan satu suku utama yang menjadi semacam faktor kepercayaan diri yang kuat untuk bersatu dan memajukan Korea Selatan.
4.   Pemimpin Korea Selatan juga mampu mengolah manajemen krisis yang sangat hebat ke semua lini sektor kehidupan warga Korea Selatan bahwa “kita berada di kehidupan yang tidak pasti, namun kita harus memastikan diri untuk menjadi yang terdepan di dunia”, mungkin kata-kata itu yang selalu ada di benak tiap warganya.
5.   Budaya kerja keras bangsa Korea Selatan. “Bbalri-bbalri” atau “cepat-cepat” menjadi sebuah jargon yang selalu dikatakan sehari dua kali oleh orang Korea Selatan untuk memacu “adrenalin” dalam mereka menyelesaikan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu hari. Ada yang unik dalam konsep “menyelesaikan pekerjaan” oleh warga Korea Selatan, mereka selalu menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu hari dan tidak ada pemisahan status kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dalam hal ini ya mereka bisa saja menginap di kantor dan membawa urusan pribadi dikantor, kalau dibanding dengan ekstrimisme orang Amerika sekalipun tidak demikian. Mungkin ini bisa jadi hal positif (pekerjaan cepat selesai) dan negatif (tidak ada privasi pribadi). That’s them call “we are South Korea!”

    Bagaimana Indonesia mampu mengejar ketertinggalan ekonomi dibanding Korea?
Follower or trendsetter for Indonesia to catch up the South of Korea?

Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan “senjata” bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari Korea Selatan seperti sumber daya alam melimpah, penduduk yang padat, tingkat usia produktif yang lebih banyak ketimbang usia lanjut (tidak seperti di Jepang). Namun yang terjadi malah sebaliknya, Indonesia saat ini mengalami sakit kronis yang harus cepat diobati. Korupsi merajalalela, krisis kepemimpinan, tidak mempunyai visi yang jelas, dan merasa berada di zona nyaman yang justru pada akhirnya membuat semuanya tak berkembang malah mundur! Kalau bisa dibandingkan dengan Korea Selatan pada dekade 70-an, kondisinya sama dengan Indonesia pada saat ini.  
Namun apakah dengan perbandingan semacam itu 30 tahun lagi Indonesia bakal maju seperti Korea Selatan? Bisa dikatakan “benar” jika harus ada revolusi secara besar-besaran dari segala lini, menciptakan manajemen krisis yang tepat dan pemimpin yang tegas dan konsisten, birokrat yang jujur dan loyal dalam bekerja untuk negara. Karena pada saat ini sumber-sumber ekonomi sebagian besar “dijajah” oleh bangsa asing, pemimpin yang berjiwa besar harus berani mengambil keputusan untuk menasionalisasi kembali sumber tersebut dan memberikannya pada tangan-tangan putra-putri Indonesia. Jangan bicara kualitas dulu yang penting semangat dalam membangun, bekerja keras, dan loyalitas pada negara itu modal utamanya, dan disayangkan satu poin terakhir tersebut tidak banyak ada pada pribadi masing-masing. Kualitas itu mengikuti dibelakangnya. Tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam yang ada namun juga kulaitas sumber daya manusia yang perlu diasah dan dijadikan “kekuatan utama” dalam membangun bangsa. Kalau boleh dibilang bangsa Indonesia itu pintar dan kreatif itu ada benarnya namun disayangkan tidak ada media yang tepat dan pas untuk memanfaatkan “orang-orang pintar” tersebut. We don’t have a lot of “the right man in the right place!”.
Pada intinya kalau kita tidak berpegang pada Pancasila kembali, akan sangat susah Indonesia bisa maju seperti bangsa-bangsa lain. Karena hanya Pancasila yang bisa menjadi dasar negara yang tepat untuk membangun bangsa dan negara ini. Kesimpulannya Indonesia itu bisa berubah dan bergerak maju dengan modal yang saya paparkan sebelumnya namun jika kondisi pengelolaan manajemen strategi yang tidak tepat dan kepemimpinan yang mlempem seperti sekarang, tinggal tunggu kehancuran negara ini saja. Apa perlu hancur dulu baru berbenah dari awal?

   Apa yang menjadi tantangan bisnis keluarga di Indonesia untuk berkembang dan bertahan di lingkungan bisnis yang kurang didukung negara?

Challenge to be winner for family company in Indonesia
Perlu diketahui perusahaan-perusahaan besar di Indonesia sekarang adalah merupakan perusahaan keluarga yang dibangun dari nol. Mereka memberikan kontribusi besar bagi negara dalam hal ekonomi. Kalau dilihat kebanyakan taipan-taipan di Indonesia adalah berasal dari keluarga-keluarga keturunan China. Itu berkembang mula pada zaman Soeharto yang memberikan angin segar bagi perusahaan keluarga dari kalangan keturunan Tionghoa tersebut untuk berkembang. Pada saat ini mereka menguasai lini sektor penting pada retail, produk rumahtangga, rokok, sampai perumahan.
Kalau dibanding dengan Korea Selatan, mereka ada Samsung, LG, Lotte Mart, atau Hyundai yang berawal dari bisnis keluarga berkembang menjadi sebuah kerajaan bisnis besar Korea Selatan yang di back-up sepenuhnya oleh pemerintahnya dengan membentuk konsorsium konglongmerasi dewan Chaebol. Kelebihannya memang pada akhirnya dewan Chaebol ini menjadi sebuah kekuatan ekonomi Korea Selatan yang dapat menggempur kekuatan perusahaan kaliber dunia lain. Di sisi lain juga mereka pada akhirnya membentuk merek kuat ekonomi baru Korea Selatan. Namun pada akhirnya juga industry kecil yang akan berkembang di Korea Selatan akan dicaplok oleh Chaebol ini sehingga iklim persaingan dalam negeri jadi tidak sehat karena adanya monopoli.
Jika dilihat perkembangan perusahaan keluarga di Indonesia sebenarnya banyak yang cukup bertahan dan berkembang menjadi besar baik itu didukung (di back-up) oleh pemerintah atau tidak mereka juga akan tetap bertahan. Faktor harga diri keluarga besar mereka mungkin yang menjadi dorongan kuat bagaimanapun bentuk kondisi eksternal bisnis yang tidak menentu, mereka akan tetap survive dengan segala cara. Walaupun di satu sisi ada perusahaan keluarga yang punya link kuat ke pemerintah dan menjadi besar itu cerita lain. Namun saya memberi kesimpulan bahwa perusahaan keluarga di Indonesia itu bisa besar atau bertahan saat sekarang ya dengan “cara” dan “tradisi” keluarga mereka sendiri-sendiri, walaupun itu tanpa dukungan dari pemerintah sekalipun. Yang pasti perlu diingat adalah kontribusi ekonomi Indonesia sebagian besar terbentuk dari perusahaan keluarga.
case study matkul Manajemen perusahaan keluarga pascasarjana MM UII Jogjakarta 

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Thursday, March 29, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Malaysia (end)

Petronas tower
      
       Malaysia, sebuah negara dengan penduduk 27 an juta jiwa terbagi antara dua region utama, Malaysia Barat dan Timur. Regulasi terhadap penggunaan internet untuk kegiatan commerce sudah jauh-jauh hari disiapkan, seperti yang saya pernah paparkan di "Malaysia lebih tanggap e-commerce dibanding Indonesia" , UU tandatangan elektronik dan kejahatan komputer sudah diketok palu dan direalisasikan pada tahun 1997 (Indonesia pada saat itu masih sibuk dengan urusan krisis ekonomi). Dengan kesiapan dari pemerintah tersebut, maka sekarang terlihat geliat positif e-commerce di Malaysia. 
      Lebih dari 8 juta pengguna internet melakukan interaksi perdagangan maya, dari sekitar 20 juta penduduk Malaysia yang terhubung oleh internet. Kalau diprosentase dengan total penduduk malaysia yang hampir 30 juta, Ini merupakan penetrasi yang sangat tinggi, namun jika dibandingkan dengan jumlah pengguna nya dengan Indonesia, malaysia masih dibawah Indonesia. Saya lihat ekosistem internet di Malaysia mulai tertata dengan baik, dengan banyaknya aktivitas perdagangan di dunia maya, ataupun regulasi pemerintah terhadap e-commerce juga sudah jelas. Namun yang disayangkan, prospek pengguna internet e-commerce akan stagnan, karena melihat jumlah penduduk yang tidak begitu besar. 
         Tak salah pula, Google atau e-bay lebih dulu melirik malaysia sebagai kepanjangan tangan mereka di kawasan asia tenggara selain singapore, karena kejelasan regulasi dan iklim investasi yang sejuk untuk investor. 



 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Monday, February 27, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Philiphines (part 4)


         Sebuah negara kepulauan dengan beribukota di Manila, berada di kawasan pasifik merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan sumbangan terbesar berasal dari tenaga kerja mereka yang bekerja di luar negeri serta dari sektor teknologi informasi. Nah, sektor teknologi informasi ini menyumbang cukup besar untuk pendapatan negara. Diam-diam negara ini sudah membuat prestasi yang cukup baik bagi sebuah negara berkembang di kawasan asia tenggara, mereka membukukan transaksi e-commerce tahun 2003 sejumlah US$3,2 trillion (IDC surveys), mantap euy!!.
      E-commerce di filipina berkempbang cukup baik dan cepat dengan dukungan prasarana teknologi informasi yang cukup baik. Multiply.com salahsatu situs jejaring yang sekarang berubah haluan menjadi e-commerce site mendapatkan tempat di Filipina, banyak perusahaan UKM disana yang memakai situs itu sebagai fasilitas dukungan e-commerce usaha mereka.
       Data dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa hampir 94% pengguna internet juga mempunyai akun facebook, namun bila diliat dari perbandingan jumlah penduduk, 29,7% dari jumlah penduduk Filipina yaitu sekitar 93 juta di tahun 2010, penterasi terbesar kedua setelah malaysia. Jika dibandingkan dengan Indonesia diurutan kelima. Namun dilihat juga penduduk nya yang lebih banyak di Indonesia maka saya kira masih sebanding penterasinya. 

before : Thai (part 3) next : Malaysia (part 5)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Thursday, January 12, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Thailand (part 3)

Patung penjaga Grand Palace Bangkok
       Negara dengan identik hewan gajah ini berada di kawasan asia tenggara. Ber ibukota di Bangkok, dan mempunya puluhan propinsi (lebih banyak dibanding Indonesia), padahal wilayahnya termasuk kecil. Thailand beberapa tahun terakhir menjadi primadona pariwisata, dari ujung kota Chiang Mai sampai ujung selatan kota Krabi seluruh wilayah seperti seakan siap untuk menerima dan menjamu wisatawan asing. Memang kalau dilihat pariwisatanya hanya "itu-itu" saja, namun pemerintah sepertinya cerdas dalam mengelola nya secara komprehensif dan tidak membosankan, sehingga waktu tinggal wisatawan cukup lama disini. Bangkok, Ayuttaya, Chiang Mai, Pattaya, Phuket, Phi-phi islands, beberapa tempat wisata andalan Thailand. 
        Namun apakah gemerlapnya dunia malam tempat wisata Thailand yang dipenuhi "lady boy" nya seiring sejalan dengan sektor bisnis jasa lain nya yaitu e-commerce? Kita tengok saja....
Menurut NECTEC konsumen belanja online naik sekitar 95 di tahun 2011 lalu dari 47% menjadi 57% dari pengguna internet total hampir 20 juta penduduk Thailand (sekitar 25% dari jumlah penduduk) dari sekitar 69 juta penduduk (statistik 2010). Naiknya pun sangat signifikan dari tahun 200 sampai 2010 dalam hal pengguna internet nya. 

NECTEC Survey
       Pengguna internet yang memnafaatkan media internet sebagai ajang transaksi jual beli online  untuk 3 rating terbesar adalah buku sekitar 34,7 %, service reservation 31,3%, dan fashion 26,7 %. Ini menarik saya katakan pada prolouge artikel ini bahwa pariwisata Thailand sudah sangat profesional pengelolaanya dari hulu ke hilir sangat rapi dan efisien. Pemanfaatan internet untuk booking online tiket pesawat , booking kamar hotel sampai dengan booking atraksi wisata dan venue penting lainnya tersedia lewat internet, maka dari itu sumbangan untuk bisnis e-commerce cukup tinggi di rating kedua yaitu service reservation. 
        Menanggapi meningkatnya pengguna internet untuk shopping online, vendor-vendor e-commerce juga cukup mempermudah dalam urusan payment nya dengan menaruh opsi debit card disamping credit card yang memang belum sebanyak pemilik credit card. Group buying juga makin beragam dan bervariasi dalam menawarkan diskon heboh nya. Vendor lokal yang cukup besar seperti Lotus juga memanfaatkan momen ini untuk membuka toko online nya dalam menggaet pasar yang lebih luas. http://www.pantipmarket.com/ dan http://www.thaionlinemarket.com/ adalah salahsatu contoh group buting yang beroperasi di Thailand. 
        Dari data yang ada jika dibandingkan dengan Indonesia, marketshare nya masih besar Indonesia dengan penetrasi internet nya pun juga saat ini Indonesia lebih tinggi ketimbang Thailand. Namun tak salah juga kita harus belajar dalam hal service reservation yang cukup unggul di Thailand yang baru semnagat dalam memperbaiki performa bisnis pariwisatanya. (astawama)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Wednesday, January 11, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Vietnam (part 2)

City Night View "Ho Chi Minh City"
   
      Setelah lepas landas dari bandara changi airport singapore, yuk kita menuju ke negara di pesisir laut cina selatan, Vietnam. Apa yang ada di benak kalian semua kalau dengar negara Vietnam? "Perang saudara" , "Ramboo" , "Ho Chi Minh" , ya benar semua. 

VIETNAM....
     Vietnam pada tahun 70 an yang masih terbagi pada vietnam utara dan selatan, pada saat perang saudara dan perang dengan Amerika berbeda kondisi nya dengan sekarang. Berubah 2x360 derajat, menjadi negara yang pertumbuhan ekonomi nya lebih tinggi dengan Indonesia yaitu 7%. Dipicu oleh ekspor dan konsumsi dalam negeri yang naik terus. Tak salah Sony Coorporation ataupun Microsoft membuka pabriknya di sini.
Kota-kota sudah sangat tertata rapi dan infrastruktur yang lengkap. Gedung pencakar langit sudah mulai mewarnai langit kota-kota besar Vietnam. Jika kita menyusuri jalan di kota Ho Chi Minh City maka kita akan melihat suasana kota Jogja di Indonesia yang penuh dengan kendaraan bermotor, namun kota itu sangat ramah dengan pejalan kaki, pedestrian yang lebar dan banyak taman seakan kita sedang berada di salahsatu kota Eropa. 
     Perkembangan ekonomi yang cukup signifikan tersebut dibarengi dengan penetrasi internet yang cukup tinggi, dari  87 juta penduduk, 40% sendiri atau sekitar 30 juta penduduk terhubung oleh internet (http://www.e-commercefacts.com), wow!! dengan kondisi wilayah negara yang lebih kecil dibanding indonesia, penetrasi internet sudah sangat tinggi. Dari sisi potensial konsumen, vietnam merupakan pangsa pasar yang cukup tinggi untuk perdagangan online / e-commerce. Pada seminar yang diselenggarakan oleh Chamber of E-commerce and Industry of Vietnam melihat bahwa tahun 2015 nanti transaksi online akan menjadi $6 billion (berapa tuh kalau di rupiahkan? banyak lah hehe....). Dengan peta pasar yang 58% pengguna internet vietnam menggunakan media internet untuk mencari informasi dan membandingkan produk satu dengan yang lain sebelum mereka membelinya. Sepertinya pemerintah Vietnam juga sangat concern untuk fokus mengembangkan industri e-commerce nya. Dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak ribet untuk membuka usaha dan regulasi e-commerce seperti payment online, sangat responsif ketimbang yang terjadi di Indonesia.

     
      Vietnam Cybermall, Real Estate exchange (bisnis yang trend saat ini di vietnam), computer supermarket, dan lain-lain seolah menjadi simbol bahwa Vietnam menjadi negara yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam hal ekonomi ataupun lebih dalam lagi yaitu perdagangan online / e-commerce. menjadi sangat kontras dengan penduduk nya yang kebanyakan masih hidup secara sederhana dan menjaga tradisi di mix dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan internet yang cukup kencang, suatu paduan yang menarik sekali. Standar hidup di Vietnam masih rendah dibawah Indonesia, namun mungkin saja pada suatu saat nanti mereka akan mengejar kita, karena pemerintahnya sangat optimis menjadi macan baru Asia. (Astawama)


note : note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya dan link website saya. Terimakasih

E-commerce di negara ASEAN : Singapore (part 1)

Mengawali tahun 2012 ini dan menghadapi tahun naga air, saya akan coba berkeliling ASEAN dan melihat seberapa besar perkembangan dan penetrasi e-commerce di masing-masing negara nya. Akan dibagi menjadi beberapa part masing-masing negara.

SINGAPORE....
      Didirikan oleh Sir Stamford Rafles pada tahun 1800 an berkembang menjadi sebuah pelabuhan yang cukup ramai.
      Negara Kecil yang bisa dikelilingi selama satu hari saja ini merupakan negara yang berkembang cukup pesat mulai pada dekade 70 an sampai sekarang. Mulai berkembang menjadi negara modern setelah dipimpin oleh Lee Kuan Yew, menjadi sebuah negara kota perdagangan yang pesat.
    Perkembangan infrastruktur negara diimbangi dengan pendapatan per kapita yang tertinggi di Asia Tenggara. Rakyatnya hidup dinamis dan disiplin, banyak peraturan disana-sini, mereka bisa hidup nyaman karena banyak aturan tersebut. 
    Melihat perdagangan yang pesat dan perkembangan internet yang juga sangat pesat, penetrasi nya mencapai hampir 70% dari jumlah penduduk yang mencapai 3,5 juta lebih menjadi sangat mudah bagi arus informasi dan perkembangan teknologi serta bisnis berbasis internat makin kencang di singapura. Namun jika dibanding dengan Indonesia walaupun dilihat penetrasi internet nya masih dikisaran belasan persen namun jika dibanding jumlah warga nya sudah 50 juta orang sendiri terhubung dengan internet (dailysocial.net). 
      Warga singapore lebih dinamis dalam mengakses internet tidak hanya berjejaring sosial saja seperti yang kebanyakan Indonesia lakukan namun warga singapura juga lebih banyak beraktivitas lewat email, akses berita, serta pesan instan mendominasi sebagai aktivitas rutin warga singapura. 
Jika melihat lebih dalam lagi terhadap perkembangan perdagangan online, tidak secerah perdagangan diatas tanah yang sudah lama lebih maju di singapura, mungkin karena dengan julah penduduk yang hanya 3,5 juta denga penetrasi intenet 80% penduduk. Vendor-vendor e-commerce singapura tidak dapat bergerak lebih leluasa, mungkin kalau saya lihat mereka sudah pada tahap "capek" meladeni pelanggan yang kurang variatif. Akhirnya ada beberapa investor asal singapura yang mencoba berinvestasi di Indonesia dengan menggandeng salahsatu website e-commerce yang baru lahir 2008 an lalu, Tokopedia. 
     Jadi para investor singapura sepertinya lebih memandang ke luar jendela rumah mereka bahwa rumput tetangga memang lebih rimbun dan besar :), Indonesia salahsatu pasar mereka. Cara pandang bisnis e-commerce singapura dengan Indonesia pun akan sangat berbeda, perilaku konsumen singapura mungkin sudah bisa lebih cerdas dan bisa disamakan dengan konsumen Amerika sekalipun. Namun Indonesia sendiri harus pelan-pelan mengedukasi saudara kita untuk mengenal lebih dalam internet dan baru menyuapi mereka dengan e-commerce. 
      Regulasi yang mengatur aktivitas e-commerce di Singapore sudah sangat jelas dan ketat tidak selonggar Indonesia. Yahoo! pun menggunakan singapore sebagai homebase Asia Tenggara nya, ini berarti memang regulasi internet business sangat rapi dan teratur, sehingga Yahoo! pun melirik Singapore. Sgbuyonline adalah salahsatu contoh website e-commerce yang beroperasi di Singapore.(Astawama)

next: Vietnam (part 2)

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya dan link website saya. Terimakasih

Monday, December 5, 2011

Black Friday-ritual belanja ala Amerika

       Belanja merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi semua orang khususnya wanita. Di negara Paman Sam sana pada sekitar akhir bulan november tepatnya sehari setalah hari perayaan Thanksgiving, ada suatu ritual belanja yang terjadi pada hari jumat, ya....Black Friday! Kenapa disebut black friday? cukup sederhana saja diartikan bahwa para pengusaha/ pemilik toko menginginkan pada hari jumat tersebut catatan keuangan mereka tidak lagi bertinta merah (minus) pada hari-hari biasanya, namun dapat menjadi bertinta hitam/black (surplus) pada hari ritual belanja besar-besar an ini. Para peritel di Amerika berlomba-lomba menggeber diskon besar untuk produk-produknya. Acara belanja massal ini memang dikhususkan untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru. Biasanya masyarakat Amerika gemar memberikan gift atau hadiah kepada sanak saudara atau kerabat pada saat musim Natal Tahun Baru ini. 
      Lalu apa menariknya? Melihat data statistik yang ada, pada tahun 2011 ini tidak terjadi peningkatan signifikan saat belanja black friday. Lebih dari seperempat anggaran belanja keluarga orang Amerika dilakukan pada musim belanja akhir tahun ini. Pada tahun ini walaupun ekonomi belum pulih benar, konsumen Amerika sepertinya tak sabar lagi berbelanja setelah dipaksa berhemat selama 3 tahun mereka mengalami resesi. 
        Apa yang terjadi pada aktivitas belanja online? Sepertinya memang dunia maya itu tidak terpengaruh oleh dunia nyata. Omset yang dihitung pada ritual belanja setelah Thanksgiving day naik 10-15%. Konsumen lebih memilih online shop karena tidak mau berdesak-desakan di toko, dan harga yang ditawarkan sama bahkan banyak yang lebih murah dibanding belanja offline, biaya pengiriman pun gratis walaupun ada beberapa yang men-charge biaya shipping. Nah, melihat fenomena itu, belanja online atau aktivitas e-commerce tidak terpengaruh terhadap benturan resesi ekonomi, bahkan pada waktu-waktu tertentu pada black friday ini, omset mereka justru naik ketimbang aktivitas belanja offline. Dunia e-commerce memang tidak ada matinya....!

Saturday, September 3, 2011

Rekomendasi belanja dari temanmu, pakai ini!

      Pasti tidak sedikit dari kita semua jika ingin berbelanja sesuatu akan sedikit kesulitan untuk memutuskan produk dengan merek yang mana?  model yang seperti apa? dan harga yang sesuai budget kita? benar bukan? 
Nah, saking bingung nya pasti kita cari referensi lewat koran, majalah, sampai googling pun menjadi salahsatu pilihan. Namun apakah dari kesemuanya itu benar-benar memberikan rasa nyaman untuk membuat keputusan dalam membeli produk?
     Tippers.com bisa menjadi solusi bagi kita semua untuk mencari referensi dari teman, kerabat ataupun sesama pengguna tippers yang pernah menggunakan produk tersebut. Tanpa pusing pusing untuk lebih banyak mencari informasi statis lewat berita artikel yang terkadang "buatan" si empunya produk. Saatnya kekuatan word of mouth menjadi sebuah next "big things" marketing, karena seperti yang telah saya bahas pada artikel Masih percaya sama iklan??? , konsep marketing dengan metode WOMM akan lebih memberi dampak yang sangat luar biasa pada produk tersebut. Begitu pula dengan paltform website yang ditawarkan tippers.com, dimana terbentuk suatu pola komunitas social shopping. Namun ada sedikit keanehan menurut saya, ada beberapa yang menggunaka platfrom ini mempromosikan video hasil rekaman pengguna, bukan produk produk yang pernah dipakai dan direkomendasikan ke orang lain. Tapi overall, god jobs!

Wednesday, August 24, 2011

Masih percaya sama iklan???

       Masih setia melihat iklan berderet dengan durasi sampai bermenit-menit? masih senang dengan iklan produk dengan artis cantik dan cakep yang memberi kesan bahwa produk itu bagus untuk dikonsumsi? atau mungkin masih menunggu-nunggu iklan yang menarik dari segi cerita? Dan itu hanya membuang waktu dan biaya pemasar untuk menerbitkan iklan dengan produksi biaya yang jutaan bahkan sampai milyaran. Apakah itu semua dapat diterima dan "dibeli" produknya oleh konsumen? BELUM TENTU!.
Iklan itu hanya bertujuan untuk kepentingan perusahaan, bukan untuk kepentingan konsumen?sudah pasti itu.
Iklan itu hanya membuat bingung konsumen karena cerita yang disajikan dan kesesuaian "janji iklan" dengan kulitas produk masih dipertanyakan?
Apakah dari sekian iklan masih ada yang "nyantol" produknya di otak anda kemudian dibicarakan dan dikonsumsi? pengecualian kalau iklan nya dengan alur cerita menarik, atau malah alur ceritanya yang diingat bukan produk nya? hahahaha
       Dari kesemua fakta diatas pemasar harus mengubah strategi pemasaran nya karena konsumen sudah cukup pintar untuk "dibohongi" dengan iklan-iklan. Konsumen sudah lebih kritis bisa memilah mana produk yang bagus maupun tidak. Sudah cukup puas dan kenyang bahkan saampai "muntah" melihat banyak nya iklan berderet di TV sampai di jalan-jalan? Advertising is suck! more than boring things!
Menurut penelitian (dari buku R.I.P advertising) menunjukkan
- 76% konsumen tdk percaya thdp perusahan yg menceritakan produknya lewat iklan! 
- Lebih dari 90% konsumen mempercayaai referensi teman dan keluarga dekat untuk memutuskan membeli sesuatu produk!
- 67% keputusan pembelian dipengaruhi oleh rekomendasi teman
- 74% lebih mempercayai teman nya untuk tidak membeli suatu produk yang jelek kualitas nya
         Rekomendasi dari teman terdekat dan keluarga akan jauh lebih besar pengaruhnya ketimbang artis iklan yang tidak kenal kita, benar bukan?? sudahlah yakini saja itu, hehehe.
Melihat data diatas maka memang seharusnya iklan sudah "mati" dan digantikan dengan pemasaran dengan konsep rekomendasi / getok tular atau WOMM (word of mouth marketing).
         Banyak contoh produk yang berhasil mengelola WOMM dengan baik dan tidak hanya sebatas dibicarakan (talking), dipromosikan (promoting), namun sampai pada dijual (selling) oleh konsumen sendiri. Contoh nyata adalah program "agen 1000 sunlight" yang diselenggarakan oleh sunlight-unilever Indonesia. Melalui program ini, ibu-ibu Indonesia diminta untuk mengajak tetangganya untuk membeli dan menggunakan sunlight, mengirim bungkusnya dan memangkan hadiah puluhan juta. program ini sebenarnya mengajak orang lain untuk menggunakan produk pilihan nya, rekomendasi menjadi tema utama dalam program ini. Ibu-Ibu rumahtangga sebenarnya mempunyai potensi yang luar biasa dan sunlight mengambil peluang ini.Apalagi karakter ibu-ibu yang suka berkumpul dan arisan menjadi sebuah target yang pas untuk mengembangkan WOMM. Sunlight berhasil dalam program ini!
             Cukup simple dan tidak perlu biaya besar sampai ratusan juta untuk membuat sebuah iklan yang belum tentu dinikmati konsumen, satu fakta lagi nih, biasanya iklan di TV menjadi waktu yang "untuk dihindari sejenak" oleh pemirsa TV, karena begitu "annoying" nya bagi mereka. Apakah pemasar tidak memperhatikan itu lagi??
Efek WOMM juga harus dikelola setidaknya jangan sampai ini menjadi bumerang karena salahnya pengelolaan, masih banyak orang menganggap WOMM itu berakitan dengan "kehebohan", jelas salah! HEBOH tapi tidak menambah keuntungan perusahaan, sama aja bokis bro! :)
         Kita lihat contoh salah langkah perusahaan mobil Pontiac Amerika dalam memasarkan produknya yang baru. Masih ingat Oprah Winfrey Show? itu loh si tante pengampu acara talkshow paling ngetop. Pontiac yang baru saja mengeluarkan produk barunya Pontiac G6 "mendompleng" acara Oprah untuk membagikan 200 lebih mobilnya ke semua pengunjung yang ada disitu. Alhasil semua media membicarakan ini semua (talking), dengan tajuk "Oprah membagikan mobil gratis!" namun berlanjut setelah acara selesai, pengunjung yang tadinya mendapatkan gratis mobil diharuskan membayar pajak sebesar 7000 dollar, jumlah yang tidak kecil untuk yang tidak berminat beli mobil. Lalu apakah yang terjadi? seluruh media meliris berita negative terhadap Pontiac, bukan lagi Oprah yang dibahas. Pontiac jelas rugi besar, rugi biaya dan juga rugi dalam memperjuangkan merk besarnya, hanya hal negative yang Pontiac dapat. Pengen nya Pontiac dibeli banyak orang tapi malah orang tidak berniat sama sekali membelinya, parah sekali.
       Ini merupakan contoh nyata perusahaan yang tidak bisa mengelola WOMM dengan baik! maka itu hati-hati dalam meluncurkan program WOMM jangan sampai malah kerugian yang didapat, karena perlu diingat program WOMM/rekomendasi dari teman atau orang terdekat mempunyai dua sisi yang berbeda bisa menjadi langkah yang tepat untuk menaikkan pamor dan omset secara drastis namun bisa juga menjadi "pembunuh" pelan-pelan perusahaan anda.

Saturday, May 14, 2011

Lady Gaga: Sebuah fenomena sosial dan musik




Lady Gaga
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986 umur 25 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah penyanyi pop Amerika. Dia mulai tampil dalam kancah musik rock dari New York City Lower East Side pada tahun 2003 dan terdaftar di New York University's Tisch School of the Arts. Dia lalu menandatangani kontrak dengan Streamline Records, atau sekarang disebut Interscope Records. Selama waktu awal dia di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menangkap perhatian seorang penyanyi Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan memasukkan Gaga ke label milik Akon, Kon Live Distribusion.
Gaga menelurkan album perdana The fame tahun 2008 dan selalu menduduki cart tertinggi tangga lagu di Inggris, Irlandia, Jerman, dan negara eropa lain serta menduduki 10 besar tangga lagu di seluruh dunia. Di Amerika, Gaga menduduki cart kedua Billboard 200. Dan kesuksesan tersebut berlaku juga pada album-album berikutnya.

Mengapa Lady Gaga menjadi begitu sukses nya di industri musik?
Lady Gaga sebelum menjadi artis penyanyi, dia sudah berkarier di bidang aransemen/komposer musik. Tak dipungkiri kemampuan musikal nya juga sudah teruji. Lady Gaga berada di jalur elektro-pop yang pada saat itu masih jarang diangkat ke industri musik dan sukses, tapi Gaga bisa melakukan nya. Dengan karakter nya yang selalu provokatif dan eksentrik, Gaga bisa mengkolaborasikan antara musik dengan packaging fashion yang unik. Selalu tampil dengan busana dan asesoris yang super unik dan tidak biasa orang pakai. Memakai pakaian berasal dari daging sapi mentah, sampai barang bekas yang akan menjadi limbah, dia olah sebagai sebuah busana yang sangat unik. Gaga menjadi trendsetter juga pada industri fashion untuk mengilhami desainer-desainer kelas dunia. Dalam 3 tahun Gaga menggemukkan dompetnya sebanyak 40.5 juta pound, urutan ketujuh diatas Madonna, yang pasti bukan hanya Gaga sendiri yang menikmati kesuksesan tapi juga label yang menaungi Gaga dan stakeholder , karena ini adalah sebuah jaringan industri musik. Terlepas dari itu semua, sebuah fenomena sosial muncul sebagai sebuah penjabaran ide dan inovasi yang cukup unik. 
Kegilaan Lady Gaga membuat salah satu Universitas di Amerika yaitu South Carolina memasukkan mata kuliah sosiolog bertema tentang “Lady Gaga dan kebangkitan nya untuk terkenal” yang akan diajarkan oleh Profesor Mathieu Deflem yang juga penggemar berat Gaga. Kata beliau, Gaga adalah sebuah produk yang menciptakan fenomena sosial dan membius jutaan orang sedunia. Diantaranya lebih dari 10 juta penggemar di facebook, dan 6 juta lain nya di Twitter.
Karena kenyentrikan dan juga kesuksesan Gaga dalam industri musik, dinobatkan oleh majalah Time dan Forbes dalam daftar tahunan "Orang-orang Paling Berpengaruh di Dunia" dan "100 Most Powerful and Influential celebrities in the world". Forbes sendiri menempatkan Gaga sebagai perempuan nomor tujuh se-dunia yang paling berpengaruh saat ini. Gaga membuktikan bahwa dengan ide yang unik dan masuk ke pasar yang pas, sukses akan dipegang, dan pada akhirnya virus Lady Gaga sudah mewabah dan menghipnotis semua orang di seluruh dunia.(Astawama.case study: MK Inovasi Bisnis, MM UII Jogja)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi