Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Monday, June 13, 2011

Penggunaan mobile payment terbesar justru ada di ASIA, peluangkah?

Tak dinanya, e-commerce sudah mulai menjadi hot topic dan hot life style walaupun masih disebagian komunitas, lambat laun akan menjadi sebuah budaya seperti pemakaian handphone pada saat sekarang ini. Berbagai platform e-commerce, regulasi, market share, sampai perkembangan jaringan infrastruktur internet sudah sangat tinggi. Jika dilihat dari jumlah penterasi internet, dibanding dengan jepang dan korea atau bahkan singapore, Indonesia masih jauh dibawah 30% dari total populasi, dan saat ini bisa dibilang wajah internet Indonesia adalah , wajah Internet Jepang dan Korea di tahun 2000an awal. Jadi masih dibilang internet lifestyle Indonesia masih belum membumi, namun jangan khawatir, perkembangan dari tahun ke tahun mulai menampakkan pola yang pasti dan linier dengan perkembangan jaringan infrastruktur internet, dipastikan pada tahun 2020, Internet sudah menjadi gaya hidup yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari manusia, termasuk pula e-commerce. 
Melihat perkembangan e-commerce yang sangat kencang akhir-akhir ini di Indonesia, belum dibarengi dengan maraknya sistem pembayaran online ataupun mobile payment. Jika ditanya pada pihak Bank, mereka akan jawab menunggu pasar yang ramai dan ekosistem yang sudah terbentuk rapi dan padat, baru mereka akan tertarik investasi dan terjun di payment online dan mobile payment. Bukannya infrastruktur yang belum mumpuni tapi lebih ke pada melihat dan mngamati pasar terlebih dahulu. 
Lalu kalau kita lihat dari faktor lain yaitu penggunaan pembayaran melalui mobile payment, usut punya usut justru penggunaan mobile payment justru yang terbesar dari wilayahn ASIA, peluangkah?, saya anggap sangat berpeluang. Jika dilihat pada survey yang dilakukan oleh Gartner , pada tahun 2009, pengguna mobile payment dunia mencapai 70,2 juta dan meningkat sekitar 50 persen di angka sekitar108 juta yahun 2010, nah ASIA  sendiri diwakili di angka 41,8 juta dan meningkat di tahun 2010 sekitar 60 juta. Look? ASIA is tential region for mobile payment. 
Saya kok melihatnya mungkin karena faktor geografis dan infrastrktur pembayaran offline seperti Bank dan ATM atau depot lain yang tidak banyak tersebar di seluruh wilayah, beda dengan Eropa atau Amerika, infrastruktur perbankan sangat rapi dan berada sampai di pelosok. Nah, kemungkin itulah mengapa mobile payment sangat digemari di kawasan ASIA, sangat praktis dan ekonomis. 
Kita lihat dan mungkin bisa dijadikan contoh, negara Kenya (denger nya kok semua serba hitam ya? hahaha) , mereka menggemparkan dunia dengan mobile payment nya. Negara yang populasi penduduknya banyak yang tidak melek tekonolgi, negara miskin, dan kering, tapi justru metode pembayaran nya menggunakan mobile payment. M-PESA namanya, sebuah sistem pembayaran menggunakan mobile (handphone). Cara penggunaan nya pun sederhana, pemakai membuka deposit di counter-counter M-PESA yang ada di wilayahnya lalu uang deposit tersebut bisa dikirim ke penerima di wilayah lain, dan si penerima dapat mengambil uang nya lewat counter M-PESA di dekat rumahnya, tinggal tunjukkan pin dan selesai deh, bsia bawa pulang uang nya. Cukup mudah dan praktis bagi penduduk Kenya yang memang infrastruktur perbankan nya tidak sebagus negara lain. M-PESA juga sangat pintar menggaet pelanggan, karena pertama yang dituju adalah kaum muda yang bekerja di kota- kota besar yang mempunyai keluarga di kampungnya. Untuk lebih mempermudah pengiriman uang ke sanak saudara di kampungnya, mereka menggunakan M-PESA. Akhirnya virus gaya hidup ini menular dari kota ke seluruh penjuru Kenya. M-PESA dengan peran yang sangat strategis tersebut mendapat banyak pengakuan di seluruh dunia dan memperoleh banyak penghargaan.
Nah, apakah Indonesia bisa mengaca terhadap Kenya? untuk solusi payment online dan mobile nya? Indonesia akan membuat dengan pola nya sendiri :), karena Indonesia itu unik! 

Saturday, June 4, 2011

I think Social Commerce is the best solution?

E-commerce sekarang bukan hal baru lagi, sudah banyak pemain baru yang bermunculan untuk merebut pasar dunia maya, seperti pernah saya singgung di posting toko online yang ada di Indonesia.  Pemain besar yang sudah terjun jauh hari sebelumnya pun tetap fokus dan intens mengembangkan jaringan dan bisnis nya. Dukungan jaringan internet yang tumbuh secara eksponen serta regulasi pemerintah terhadap e-commerce dari masing-masing negara sudah mulai diperbarui dan digalakkan. Begitu juga respon pasar yang sangat positif terhadap e-commerce ini menjadi acuan investor dan creator untuk mengembangkan usaha di bidang e-commerce. 
Di indonesia saja sudah sangat berjubel marketplace, daily deals, toko online yang saling berkompetisi positif terhadap kemajuan e-commerce di Indonesia. Sebutlah tokopedia, tokobagus, kaskus FJB, disdus, gantibaju, dealkeren, gramedia shop, sampai pemain luar yang ekspansi di Indonesia seperti rakuten dari jepang, e-bay dari amerika. Itu semua belum ditambah dengan toko online skala UKM yang pertumbuhann nya juga sangat eksponen. 
Melihat faktor-faktor itu semua, sangat yakin sekali e-commerce Indonesia akan take off dan dapat bersaing dengan e-commerce di dunia di sekitar 3 sampai 5 tahun lagi dari 2011. Seperti dilansir dari majalah marketeers juni 2011, Melihat tingkat penetrasi internet Indonesia yang masih rendah sekitar 18 persen tahun ini serta jika pertumbuhan internet dan broadband tumbuh linier maka Indonesia akan seperti jepang di tahun 2020, dimana e-commerce dan transaksi dengan "klik" akan sangat membudaya dan menjadi kegiatan sehari-hari warga nya. Mungkin kedepan kita akan bisa memesan bakso lewat online dan datang dalam keadaan panas :) menyenangkan sekali. Bisa digambarkan dan dibandingkan, lingkungan internet Indonesia saat ini sama seperti Taiwan di 2004 , Korea di 2002 , atau Jepang di tahun 1999. 
Nah, jika dikorelasikan dengan e-commerce, sekiranya akan tumbuh linier juga sebanding dengan pertimbuhan bagus beberapa faktor yang saya paparkan di alinea atas. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa lingkungan internet Indonesia tidak sama dengan Amerika, Jepang bahkan taiwan. Indonesia itu unik baik dari segi budaya konsumtif , pencitraan, sampai budaya bersosial. Hal ini harus menjadi perhatian bagi investor dan creator bisnis e-commerce, karena mereka harus memiliki intuisi yang tepat untuk menerapkan cara yang mumpuni dalam mengembangakan lingkungan bisnis e-commerce Indonesia. Lingkungan Internet Indonesia sangat suka sekali dengan hal-hal yang berhubungan dengan sosial networking, saling add, sapa-menyapa, dan hanya sekedar taruh komen, kebiasaan ini sepertinya sekarang sudah menjadi budaya netizen tanah air. Pengaruh social networking bagi mereka sudah sangat primer sekali, dan social networking merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Nah ini tugas dari pemain-pemain e-commerce untuk lebih memberi nilai bagi produk buatannya sehingga lebih touching terhadap ekosistem internet Indonesia sehingga netizen akan lebih tertarik untuk ber e-commerce ria. so, I think the social commerce is the best solution for Indonesian e-commerce.

Wednesday, June 1, 2011

Friendster ditutup untuk sementara

Masih ingat dengan friendster? situs jejaring sosial yang sempat merasakan menjadi raja jejaring sosial tersebut telah menutup akses per 31 mei 2011. Pihak friendster memang menutup sementara akses member guna memberikan kesempatan pada mereka untuk menyulap diri menjadi situs jejaring yang lebih baik dan beda. Friendster juga telah menyurati member-member nya di seluruh dunia untuk mengamankan data baik itu photo, komentar, testimonial, dll ke tempat yang lebih aman, karena selama friendster under recronstruction, data-data tersebut akan hilang, walaupun nanti member masih bisa mengakses akun nya dengan login dan password yang lama. 
Oleh karenanya, friendster memberi tenggang waktu sampai 31 mei kemarin untuk para anggotanya menyelamatkan data-data mereka sebelum 31 mei 2011, seperti dilansir oleh situs computerworld, friendster juga telah menyediakan sebuah aplikasi eksportir untuk memindahkan data-data itu ke jejaring sosial lainnya.
"Situs baru kami didesain untuk menciptakan profil baru yang memudahkan orang terhubung dengan orang lain secara berbeda dengan jejaring sosial lainnya. " friendster menjanjikan.Kedepan friendster akan menjadi situs yang bisa diakses dan menjadi bagian dari kehadiran netizen yang online di jejaring sosial lainnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi