Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Saturday, May 28, 2011

Model pembayaran online yang berlaku di seluruh dunia (part2)

Setelah saya paparkan mengenai model pembayaran online di seluruh dunia (part1) , maka akan saya tambahkan beberapa model pembayaran online yang berkembang di seluruh dunia.
6. Smart Cards
    Merupakan kartu elektronik yang menggunakan chip komputer sehingga menyimpan data informasi lebih kompleks dibanding kartu-kartu biasa. Biasanya smart cards bisa dijadikan sebagai pass cards, atau sekali jalan dalam mengakses fasilitas-fasilitas seperti angkutan umum, pulsa, perbankan, retail, dll.
    Keunggulannya adalah keamanan password yang dienkripsi. karena keunikan nya ini pula smart cards bisa dijadikan solusi praktis dalam bertransaksi online. dapat dilihat contoh situs yang menyediakan smart cards di www.scia.com atau di www.smart-card.com
7. Micro-payments
    Alat bayar yang digunakan untuk transaksi mini tidak lebih dari US$10. Pada umumnya transaksi ini dipakai untuk membayar download mp3, nada dering, photo. Contoh perusahaan yang menawarkan fasilitas ini adalah www.millicent.com, mereka biasanya memiliki kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan/ vendor-vendor yang terkait. www.qpass.com memfasilitasi konsumen dengan perusahaan yang mengelola koran dan majalah sehingga para konsumen dengan menggunakan tteknologi micropayment dapat berlangganan koran seperti NY Times dan Wall Street journal, sangat praktis, bisa diaplikasikan di Indonesia.
8. Online banking
    ini sepertinya sudah menjadi ha umum di Indonesia, www.klikbca.com menerapkannya, merupakan model transaksi perbankan tradisional yang dilakukan secara online atau menggunakan teknologi internet.
Kurang lebih seperti itu, bisa dipilih model pembayaran yang mana yang bisa diterapkan untuk Indonesia.

Saturday, May 21, 2011

Amazon masih berjaya (gift buying)

Dilihat dari tingkat revenue tahunan pelaku e-retailers, amazon masih merupakan marketplace unggul untuk gift buying dan menjadi tujuan belanja online dari seluruh dunia. Wall-mart yang berawal dari supermarket dan membuka toko online nya berada di urutan kedua. E-bay ,sebuah situs lelang online berada pada urutan ke 5. Selengkapnya bisa dilihat di data berikut.

Saturday, May 14, 2011

Lady Gaga: Sebuah fenomena sosial dan musik




Lady Gaga
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986 umur 25 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah penyanyi pop Amerika. Dia mulai tampil dalam kancah musik rock dari New York City Lower East Side pada tahun 2003 dan terdaftar di New York University's Tisch School of the Arts. Dia lalu menandatangani kontrak dengan Streamline Records, atau sekarang disebut Interscope Records. Selama waktu awal dia di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menangkap perhatian seorang penyanyi Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan memasukkan Gaga ke label milik Akon, Kon Live Distribusion.
Gaga menelurkan album perdana The fame tahun 2008 dan selalu menduduki cart tertinggi tangga lagu di Inggris, Irlandia, Jerman, dan negara eropa lain serta menduduki 10 besar tangga lagu di seluruh dunia. Di Amerika, Gaga menduduki cart kedua Billboard 200. Dan kesuksesan tersebut berlaku juga pada album-album berikutnya.

Mengapa Lady Gaga menjadi begitu sukses nya di industri musik?
Lady Gaga sebelum menjadi artis penyanyi, dia sudah berkarier di bidang aransemen/komposer musik. Tak dipungkiri kemampuan musikal nya juga sudah teruji. Lady Gaga berada di jalur elektro-pop yang pada saat itu masih jarang diangkat ke industri musik dan sukses, tapi Gaga bisa melakukan nya. Dengan karakter nya yang selalu provokatif dan eksentrik, Gaga bisa mengkolaborasikan antara musik dengan packaging fashion yang unik. Selalu tampil dengan busana dan asesoris yang super unik dan tidak biasa orang pakai. Memakai pakaian berasal dari daging sapi mentah, sampai barang bekas yang akan menjadi limbah, dia olah sebagai sebuah busana yang sangat unik. Gaga menjadi trendsetter juga pada industri fashion untuk mengilhami desainer-desainer kelas dunia. Dalam 3 tahun Gaga menggemukkan dompetnya sebanyak 40.5 juta pound, urutan ketujuh diatas Madonna, yang pasti bukan hanya Gaga sendiri yang menikmati kesuksesan tapi juga label yang menaungi Gaga dan stakeholder , karena ini adalah sebuah jaringan industri musik. Terlepas dari itu semua, sebuah fenomena sosial muncul sebagai sebuah penjabaran ide dan inovasi yang cukup unik. 
Kegilaan Lady Gaga membuat salah satu Universitas di Amerika yaitu South Carolina memasukkan mata kuliah sosiolog bertema tentang “Lady Gaga dan kebangkitan nya untuk terkenal” yang akan diajarkan oleh Profesor Mathieu Deflem yang juga penggemar berat Gaga. Kata beliau, Gaga adalah sebuah produk yang menciptakan fenomena sosial dan membius jutaan orang sedunia. Diantaranya lebih dari 10 juta penggemar di facebook, dan 6 juta lain nya di Twitter.
Karena kenyentrikan dan juga kesuksesan Gaga dalam industri musik, dinobatkan oleh majalah Time dan Forbes dalam daftar tahunan "Orang-orang Paling Berpengaruh di Dunia" dan "100 Most Powerful and Influential celebrities in the world". Forbes sendiri menempatkan Gaga sebagai perempuan nomor tujuh se-dunia yang paling berpengaruh saat ini. Gaga membuktikan bahwa dengan ide yang unik dan masuk ke pasar yang pas, sukses akan dipegang, dan pada akhirnya virus Lady Gaga sudah mewabah dan menghipnotis semua orang di seluruh dunia.(Astawama.case study: MK Inovasi Bisnis, MM UII Jogja)

Tuesday, May 10, 2011

Google : The great company with the failed product "Google Buzz"

Sekilas tentang Google Inc.
Google mempunyai misi untuk memberikan pengalaman pencarian di Internet yang terbaik dengan mewujudkan informasi dunia yang mudah diakses dan bermanfaat. Google, pembuat mesin pencarian terbesar di dunia, menawarkan kecepatan, kemudahan pencarian informasi di internet. Dengan mengakses lebih dari 1.3 milyar halaman web, Google mengantarkan hasil yang relevan dengan semua pemakai di seluruh dunia kurang dari setengah detik. Sampai hari ini, Google telah merespon lebih dari 100 juta permintaan pencarian dalam sehari.
Dua mahasiswa Ph.D. dari Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, mendirikan Google tahun 1998. Perusahaan pribadi itu mengumumkan pada bulan Juni 1999 bahwa perusahaan itu telah memiliki sumber pendanaan sebesar $25 juta. Sumber pendanaan perusahaan meliputi Kleiner Perkins Caufield & Byers dan Sequioa Capital. Google menyajikan layanan melalui situs publik miliknya, www.google.com. Perusahaan juga menawarkan solusi pencarian web secara co-branded untuk para penyedia informasi.

Google Buzz
Google Buzz yang diluncurkan awal 2010 lalu adalah sebuah produk inovasi besutan Google Inc. yang bermarkas di Silicon Valley, California, US. Buzz merupakan media jejaring sosial yang diintegrasikan dengan Gmail. Sama halnya dengan fitur jejaring sosial lainnya, pengguna dapat men-share foto, video, link, update status atau informasi. Sesama pengguna Buzz dapat saling menyapa, mengomentari status, dll. Google menyebutnya berbagi ide karena menyediakan fitur seperti pesan Twitter, tetapi tanpa batasan karakter. Selain itu, juga fitur update dari berbagai layanan yang sudah dipakai, seperti Twitter, Picasa, Flickr, dan Google Reader.
Layanan ini juga dapat diakses melalui smartphone, khususnya aplikasi khusus untuk Android, platform open source yang dikembangkan Google. Google Buzz juga diintegrasikan ke dalam layanan Google Maps sehingga aktivitas sesama pengguna bisa terlihat di peta. Dengan strategi yang diterapkan Google ini akan menjadi saingan terberat Twitter dan Facebook. 

Kenapa Google Buzz bisa dikatakan kurang berhasil diterima pasar?
Buzz yang dapat disinergikan dengan banyak laman seperti Google Maps, G-Mail, bahkan sampai android sekalipun tidak menjamin akan diterima pasar dengan baik. Ada beberapa kekurangan yang pada akhirnya mengaburkan visi Google yang berjiwa open source.
Buzz tidak berdiri sendiri/tidak berdomain sendiri dan hanya pemilik Gmail saja yang bisa mengakses fitur Buzz. Ini menjadikan nya sangat eksklusif.
Yang kedua, Buzz mungkin melalaikan satu hal yang namanya “Privacy policy”. Buzz dianggap melanggar privacy karena Gchat status yang seharusnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu yang diijinkan oleh pemilik akun, ternyata muncul secara otomatis pada feed Buzz orang-orang yang pernah berkirim email dengan pemilik akun yang juga menggunakan Buzz. Hal ini membuat pengguna kehilangan privasi pengguna yang tidak seharusnya dilanggar sendiri oleh Google. Untuk eksploitasi terhadap privacy ini Google dituntut melanggar privacy pada tanggal 16 Februari 2010, justru pada saat awal-awal launching. Google harus mengeluarkan dana penyelesaian sebesar US$ 8.5 juta.
Yang ketiga, Buzz terlihat seperti  inovasi hasil copy paste platform Facebook dan twitter, dan seperti tidak tersegmen dengan jelas. Hanya mengikuti trend bisnis tanpa membuat suatu gebrakan fenomenal tersendiri.
Dengan indikasi yang banyak terjadi kekurangan dan bugs tersebut, banyak pengguna Gmail merasa tidak nyaman dengan sistem yang berjalan di Buzz, dan sampai sekarang peminat dan pengguna  sampai tahun 2011 ini sangat sedikit dan jauh dari harapan sang CEO Eric Smidth untuk menyaingi raja jejaring sosial yang masih dipegang oleh Facebook.

Google sebelumnya juga sudah mengeluarkan produk jejaring sosial-nya tahun 2004 bernama Orkut, tapi hanya eksis di Brazil, dan sekarang sudah turun pamornya dan lagi-lagi karena orang lebih familier dengan Facebook dan Twitter. Sudah dua kali gagal dalam mencoba peruntungan di dunia jejaring sosial dan sepertinya memang inovasi Google untuk jejaring sosial tidak begitu hebat dibanding produk Google Earth atau Google adsense yang lebih berhasil. Dalam waktu dekat Google berniat untuk mengakuisi Twitter sebagai balas dendam nya karena tidak berhasil dalam mengembangkan produk bertema sosial networking. Setelah kegagalan kedua mereka, Google mencoba kembali meluncurkan Google Me! Apakah dapat sesuai dengan harapan menyaingi raksasa Facebook? Kita lihat saja nanti. (sumber:case study MK inovasi bisnis, astawama )

Sunday, May 1, 2011

Inovasi perlu untuk terus maju :Dogster.com

Mayday...mayday...hehehe, selamat bulan mei (gak penting banget seh heheh). Untuk kali ini saya akan memberikan sedikit catatan tentang sebuah perusahaan e-commerce yang terus maju dan bahkan bisa dikatakan hampir bangkrut pada saat itu, hanya dengan men"cerdas"kan website yang mereka kelola.
Dogster yang online tahun 2004, sebuah website yang pada awalnya fokus pada penjualan asesoris mainan binatang peliharaan khususnya anjing, dan makanan nya, tapi berubah 180 derajat menjadi situs bertema jejaring sosial untuk orang-orang yang memelihara binatang kesayangan nya untuk saling berinteraksi dengan pengguna lain. Ini suatu bentuk perubahan yang frontal sekali dan merupakan inovasi yang cukup spektakuler dikarenakan pada saat itu sudah banyak orang yang enggan berbelanja asesoris dan makanan anjing lewat online khususnya di US. Dogster banting stir dengan merubah konsep situsnya menjadi web 2.0 atau lebih beraroma social networking. 
Pada saat itu sebenarnya ada 2 situs yang cukup bersaing, Dogster.com dan Pets.com. Tetapi yang tetap eksis sampai saat ini hanya Dogster.com dengan pendapatan ratusan juta dollar. Dogster pandai membaca pasar dan trend saat itu dan beberapa tahun kedepan. Padahal Dogster.com memulai membuat webnya nyaris tanpa biaya, sedangkan Pets.com dengan modal sampai angka jutaan dollar, tapi justru malah mlempem setelah 9 bulan beroperasi, hanya tetap bertahan dengan tema jual asesoris dan makanan anjing semata.
Ini menunjukkan bahwa dalam memulai atau membuka suatu bisnis atau usaha, justru inovasi dan berstrategi lebih cerdas adalah kunci untuk lebih sukses dalam bersaing. Biaya/modal yang besar bukan jaminan suatu usaha/bisnis akan lebih sukses, dan ini sudah terbukti pada Dogster.com. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi