Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Showing posts with label liburan. Show all posts
Showing posts with label liburan. Show all posts

Saturday, July 25, 2015

Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 3-end)

Jam menunjukkan pukul 6 pagi, kami bangun dan bersiap untuk check out karena akan dijemput pukul 8 pagi menuju Chiang Mai oleh van yang telah saya pesan sehari sebelumnya. Van kami pesan dengan harga tiket 500 baht saja per orang, dan ada sekitar 6 orang bule yang ikut bersama kami. Keuntungan memakai jasa van ini lumayan langsung on the cuss gak berhenti2 seperti naik bus, hehe. Jarak Chiang Mai ke Chiang Rai sekitar 4 jam, sempat berhenti sebentar di rest area dan kami masih ingat sampai di hotel Chiang Rai (tempat kami menginap di Chiang Rai) sekitar pukul 1 siang. Sebelum sampai di Chiang Rai kami singgah dulu di Wat Rongkhun atau White Temple yang letaknya berada di jalan utama sebelum masuk kota Chiang Rai dan dekat dengan terminal bus nya. Ya karena kami kemarin request untuk mampir sebentar di candi nya sebelum masuk ke kota akhirnya dikabulkan hehe...dan ternyata penumpang satu van kami malah gak tau ada spot menarik seperti ini. Bule-bule itu cukup terperangah melihat kemegahan white Temple. 

menatap wat Rongkhun :)

White Temple

jalan menuju White temple

              White Temple dibangun oleh Chalermchai Kositpipat. Dibangun mulai tahun 1998 dan sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan. Candi ini memang brbeda kebanyakan candi di Thaialnd yang lebih banyak menonjolkan warna kuning dan emas. Kositpipat berani tampil beda dengan memoles seluruh badan kuil candi ini dengan warna putih dan sentuhan kaca-kaca sehingga dari kejauhan tampak berkilau. 
             Sekitar 30 menitan kami berada di candi ini karena sang sopir sudah memberi tahu hanya 40 menit waktu untuk berkeliling candi. Setelah semuanya berkumpul maka van melaju dan tak sampai 5 menit van sudah sampai di terminal bus tempat pemberhentian terakhir. Untuk menuju hotel Chiang Rai kami menggunakan tuk-tuk dengan tarif 150 baht. Setiba di hotel pukul 1 siang, kami langsung titip tas di lobby dan meminta mbak-mbak kasir nya untuk memesankan taxi menuju kawasan Karen Long Neck Village. Saran saya ambil taxi saja untuk menuju desa tersebut karena akses transport disana tidak ada. Harga kisaran 300-400 baht saja untuk PP dan ditungguin sampe puas disana hehe.... Agak cukup jauh dari pusat kota karena desa ini berada di pinggiran kota, namun tidak terlalu lama waktu tempuhnya karena jalanan itu sangat lengang dan lebar....argghhh kota idaman ini.... 
           Masuk ke Karen Long Neck Village harus membayar 500 baht per orang , mehong sih tapi buat saya cukup terbayar karena dari dulu pengen liat suku ini hehe... menurut cerita ini suku sebenernya asli dari Myanmar namun menjadi imigran dan ditampung dan dibina oleh pemerintah setempat di sebuah desa yang mereka diami sekarang. Ada beberapa suku yang mendiami desa ini dan suku yang paling menarik adalah si long neck itu hehe... Hidup mereka bergantung pada kunjungan wisatawan dan barang kerajinan yang mereka jual. Bagus dan indah serta terlampau murah, saya beli kain rajut untuk hiasan di meja hanya sekitar 100 baht saja padahal mereka bikinnya sampe berhari2. Jadi kalau kamu sempet ke desa itu, belilah beberapa kerajinan mereka ya paling gak memabntu perekonomian mandiri mereka. Sempat nyobain juga pake gelang leher itu dan memang berat banget itupun pake gelang yang kecil gimana kalau yang gede ya hadeuh...hidup ini memang berat :( 
Ini beberapa penampakan desa nya :
 
papan penunjuk masuk lokasi desa

iyuuhh itu berat bingitss

mereka hidup dari kerajinan yang mereka buat dan jual

Waktu menunjukkan sekitar pukul 4 sore-an dan kami bergegas untuk menuju mobil taxi yang sopirnya masih terlelap tidur di bawah pohon rindang yang pada saat itu memang lagi sejuk2nya... Gak tega bangunin-nya kami langsung masuk mobil aja eh si sopir langsung gragap bangun seketika...hehe lalu tancap gas kembali ke hotel. Capek seharian perjalanan langsung deh sampai kamar hotel mandi dan istirahat sebentar. Waktu sudah menunjukkan pukul 6, kami bergegas keluar hotel berjalan kaki sedikit ke arah tugu clock tower untuk menyaksikan pertunjukan gratis di clock tower melalui cafe di pojokan jalan yang pas banget view nya langsung tugu itu. 
clock tower
Ini kota kecil tapi cukup kreatif bisa membuat sebuah tugu yang tampak biasa namun diberi sentuhan entertainment berupa permainan lampu dan repertoar lagu setiap pukul 7 malam. Andaikan tugu Jogja seperti ini juga pasti lebih cantik. Setelah puas ngopi2 cantik di kedai lalu kami lanjutkan jalan ke arah night bazaar yang tak jauh dari lokasi. Lagi-lagi saya melihat keseriusan pengelolaan tempat wisata di kota kecil ini, tempat yang kalau siang sepertinya biasa saja disulap menjadi bazaar dengan pertunjukan-pertunjukan seni di dalamnya. Barang-barang jualannya pun cukup murah, makanan-nya pun cukup enak. Setelah puas kalap mata dan perut, kami pulang ke hotel sekitar pukul 10-an malam. Jalan sudah tampak sepi hanya satu dua pengendara mobil lewat, namun kota ini relatif aman dan nyaman serta sejuk, lovable place-lah hehe.
 
gerbang masuk Night Bazaar

#foodporn #foodgasm haha

Keesokan harinya kami check out dan menuju airport pukul 10 siang untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja via transit Bangkok dan Jakarta....capek tapi seneng..., Thailand negara yang masih membuat aku penasaran untuk datang lagi, ini kunjunganku ke 3 kali di Thailand dan sepertinya akan sering ke sana :) untuk melihat keeksotisan dan belajar bagaimana sebuah negara mengelola pariwisata nya dengan sangat serius. 

Baca juga : Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 1)
                   Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 2)

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih


 

Tuesday, May 26, 2015

Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 2)

 
Akhirnya sampai juga di Chiang Mai tepat waktu loh... pukul 10.00 pagi, udara di Chiang Mai juga masih sangat segar karena berada di wilayah utara Thailand. Keluar stasiun dan mencari tuk-tuk menuju hotel. Perlu diketahui stasiun Chiang Mai adalah stasiun paling utara Thailand, dan merupakan akhir perjalanan semua kereta api yang menuju ke wilayah utara Thailand.

fasade depan Sclupture hotel
kamar di Sclupture hotel
         
            Belasan sopir Tuk-tuk sudah menghampiri kami berdua selepas keluar dari pintu stasiun..., dengan bahas khas ngapak mereka, kami hanya senyam-senyum doang dan akhirnya menunjuk satu sopir Tuk-tuk yang beruntung kami pilih hehe.... Dia langsung nanya mau kemana dan saya jawab ke daerah old city jalan Rachadamnoen tepatnya di Sclupture Hotel. Hmm...sepertinya si bapak sopir bingung dan sempat nanya ke temennya. Lajulah Tuk-Tuk kita menuju hotel, jarak dari stasiun ke kawasan old city cukup dekat dan lancar jaya hanya sekitar 10 menit. Kawasan old city adalah kawasan kota lama chiang mai yang banyak terdapat hotel-hotel cukup murah, cafe, toko-toko jual asesoris dan fashion murah serta kuil-kuil yang bertebaran di seluruh kawasan. Sepertinya saya tidak salah pilih tempat nginep karena dekat mau kemana2. Tuk-tuk berhenti di depan hotel dan kami membayar 150 baht sekali jalan dari stasiun ke kawasan old city. Hotelnya cukup nyaman kami untuk semalam disini. Eksterior depan futuristik dan beda tema tiap kamar. Masih terlalu pagi untuk kami check in, ya udah deh nitip tas dulu lalu cuci2 muka langsung cusss keliling old city. 

Chiang Mai Art Cultural Center
        
biar kekinian, selfie ama sobat dulu hehe...
Belum juga kami keluar pintu hotel, disamperin ama ibu-ibu ternyata dia yang jaga kios kecil depan hotel yang menawarkan paket-paket wisata di chiangmai dan juga van yang besoknya akan membawa kami menuju Chiang Rai. Namanya ibu "Nong" , dia dengan senang hati membagikan peta kota Chiang Mai gratis kepada kami. Wah lumayan ini buat arahan walking tour kami berdua. Ok tanpa babibu langsung aja kami jalan...rute pertama jalan kaki kami adalah Chiang Mai Art Cultural Center yang di depannya ada Three Kings Monument, namun sayang seribu malang museumnya tutup karena hari itu hari senin.....arrrgghh...menyebalkan. Padahal menarik isinya selain seni dan sejarah Thailand juga ada rencana blueprint kota Chiang Mai sampai beberapa puluh tahun kedepan, mantap deh..... 
trotoar nyaman untuk pejalan kaki
            Karena sudah kelaperan pas jam 12 siang akhirnya kami mampir sevel dulu seperti biasa beli makan makanan beku yang cukup murah meriah, ternyata bertepatan juga pas jam istirahat anak-anak sekolah setara smu kayaknya soalnya yang cowok pake celana pendek warna biru dan udah gede-gede badannya. Depan sevel persis sekolahannya dan gak jauh dari museum tadi cuman melewati satu perempatan aja. 
Thapae Gate
          Perjalanan selanjutnya adalah menuju Wat Chiang Man, tetep jalan kaki karena deketan dan nyaman berjalan kaki di dalam old city. Wat Chiang Man ini adalah salahsatu kuil tertua di Thailand. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju Thapae Gate, sebuah gerbang masuk old city. seperti biasa photo-photo dulu hahaha. Cukup menarik aktivitas kehidupan di kota Chiang Mai ini. Saya bisa bilang Chiang Mai kondisinya seperti kota Jogja sebelum tahun 2000, cukup sepi tidak banyak mobil dan motor. Transportasi tradisional masih dipertahankan seperti saam lor atau becak khas kota Chiang Mai. Tadinya sempat mau sewa sepeda disana cukup murah sih (kisaran 100-300 baht) tapi harus menyediakan deposit 1000 baht hadeuh padahal duit udah cekak banget sisa sisa terakhir. Ya sudah diurungkanlah untuk nggowes cantik keliling kota. hmm.... 
saam lor becak khas Thailand
         Waktu menunjukkan pukul 2 siang kami berjalan kembali ke hotel untuk check in, mandi dan istirahat sebentar. Kira-kira pukul setengah 5 sore kami berjalan kembali menyusuri old city kali ini ke kuil terbesar di Chiang Mai yaitu Wat Chadi Luang yang searah jalan Rachadamnoen. Uniknya disini kalau tiap sore ada ritual keliling candi semacam pradaksina gitu oleh bikshu-bikshu Buddha sambil membunyikan lonceng di sisi-sisi candi, cukup menarik untuk atraksi wisata. 
Wat Chadi Luang
             Selesai dari sini kami berjalan sampai ujung jalan Rachadamnoen sambil menikmati window shopping sesekali memotret sesuatu yang unik. Kira-kira pukul 7 malam kami kembali ke hotel. Rencananya sih sekitar pukul 8 kami ingin menuju ke night bazaar namun apa daya kami sudah tepar semua di kamar, mungkin akumulasi capek dari hari pertama datang berkunjung di Bangkok. Akhirnya kami putuskan untuk stay di kamar istirahat sampai pagi untuk menuju ke kota Chiang Rai. 


Baca juga : Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 1)
                   Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 3)

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Monday, January 12, 2015

Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 1)

Hai piknikers, apa kabar kalian semuanya, semoga masih sehat dan bisa tetap jalan-jalan. Di sesi ini saya kembali akan mengisahkan (dongeng kali, hahaha) perjalanan darat saya dan apa yang saya lakukan di Chiang Mai dan Chiang Rai. Ya..., akhirnya saya bisa berpetualang di dua kota besar paling utara Thailand. Sebenernya ini rangkaian trip yang saya lakukan bersama 4 sahabat saya. Akhirnya kami punya waktu untuk "me time" bersama, pada sibuk syuting sih ya kalian ini...hmmm. 
           Back to the topic, rencana awal adalah trip dua minggu yaitu Yangoon-Bagan-Mandalay-Bangkok-Chiang Mai-Chiang Rai namun karena ada sesuatu yang harus diselesaikan secara mendadak maka trip Myanmar (Yangoon-Bagan-Mandalay) di skip, hikzzz...padahal mupeng banget sama Bagan katanya sunrise nya cantik buangeett...tapi ya sudah lain kali saja. Perjalanan akhirnya dari Bangkok. Lagipula tiket juga gratis free seat...hmmm nggak gratis juga sih masih bayar per flight antara 200-300 ribu untuk pajak, dll. Ya...tiket gratis AirAsia digelar biasanya setahun sekali di menjelang akhir tahun untuk periode terbang sethaun kedepan. Anyway, thanks AirAsia... :)
         Ok karena saya pernah ke Bangkok sebelumnya dan sudah saya share pengalamannya lewat buku saya "Rapid traveler: habiskan 2 minggu jelajah 5 negara ASEAN" bisa download disini. Maka saya nggak menulis lagi tentang Bangkok secara detail, mungkin di lain tulisan akan share rekomendasi atraksi wisatanya dan review singkat saja, hehehe. Ok :)

Sleeper Class Train menuju Chiang Mai 


Perjalanan dari Bangkok bisa ditempuh dengan kereta atau pesawat. Namun karena saya ingin merasakan jalan darat maka kereta jadi pilihan saya. Kereta malam dari Bangkok berangkat pukul 19.35 dan sampai di Chiang Mai pukul 10.00 keesokan harinya. Durasi memang sangat lama namun kereta ini cukup nyaman dijadikan pilihan transportasi. Sebenernya ada banyak kereta menuju Chiang Mai, namun yang ada kelas sleeper nya hanya dua jadwal yaitu pukul 18.10 dan pukul 19.35. Kereta di Thailand paling utara hanya mentok sampai Chiang Mai. Denger-denger akan dibangun bullet train menyambungkan Chiang Mai-Bangkok-Pattaya, lalu dari Chiang Mai nyambung lewat Laos dan berakhir di salahsatu kota besar di selatan China, wow! Indonesia kapan? apakabar Jakarta-Bandung yang mau dibikin Bullet train nya?
ticket issued Bangkok-Chiang mai 1st class
          Harga tiket untuk yang pukul 18.10  --> 1st class, 1 kabin isi 2 ranjang upper (1253 baht) dan lower (1453 baht) dan untuk 2nd sleeper class 1 gerbong (tidak ada cabin room) bisa lebih dari 30 ranjang, upper (791 baht) dan lower (881 baht).
               Harga tiket untuk pukul 19.35  --> 1st class 1 kabin isi 1 ranjang dengan connecting door kabin sebelahnya, 1-2 , 3-4, dst harga 1953 baht dan 2nd class upper (791 baht) dan lower (881 baht) isi tiap kabin 4 ranjang.
         Pada awalnya saya menginginkan tiket 1st sleeper class kereta pukul 18.10 namun sudah sold out. Karena hanya berdua yang melanjutkan perjalanan ke Chiang Mai dan Chiang Rai maka diputuskan untuk beli yang satu kabin isi 2 orang.  Namun di suggest mbak penjual tiketnya untuk ambil 2nd sleeper class dulu, nanti kalau ada yang membatalkan di kelas 1st pada hari go show maka bisa upgrade di loket stasiun. Ok, manut wae lah.       
          Setelah di hari go show, ternyata tak ada satupun yang membatalkan tiket, tapi si mbak penjual tiket memberikan suggest ke kami untuk ambil 1st class yang pukul 19.35, hmmm tanpa pikir panjang ya sudahlah saya ambil itu tiket walaupun harganya hmmm lebih mahal dari naik pesawat, hampir 1 juta rupiah...beuh... Karena saya pecinta kereta ya tidak masalah lah ngeluarin duit segitu banyak hehehe. Agak kecewa sedikit sih dengan fasilitas yang didapatkan dengan harga segitu. No meal, dan gerbongnya ex Japan yang tua dan fasilitas minim hanya ada wastafel, meja kecil, selimut,bantal,matras tambahan untuk kasur, namun dengan fasilitas minim itu masih sangat nyaman. Paling nggak, mbok ya direstorasi sedikit dengan diberi televisi dan WC shower dalam cabin seperti yang dipunyai kereta dari Singapore ke KL. 
cabin 1st class, cukup lega!
            Jadwal kereta menuju Chiang Mai bisa cek link bawah ini, bisa booking 60 hari sebelum sampai 4 hari sebelum departure, tiket bisa ambil sendiri atau diantar ke hotel (kena charge). Jika diambil maka kantor ada di dekat Lumphini Park, denah dan alamat ada di situsnya. Saran saya kalo mau ambil 1stclass jauh-jauh hari ya suka fullbooked soalnya, http://www.thailandtrainticket.com/
lorong kabin, 1st class hanya 1 gerbong saja di rangkaian akhir
             Karena tidak dikasih makan di kereta, mau nggak mau saya beli makan di atas kereta yang lumayan mahal sih kisaran antara 100-300 baht menu set. Daripada kelaparan ya udah beli aja deh. Saran sih bawa makanan dari luar saja, di stasiun banyak kok yang bisa dicangking ke dalam kereta dari bread sampe makan besar. Sepanjang perjalanan saya habiskan untuk tidur, entah mengapa kok nyaman banget dan tiba-tiba aja sinar matahari udah nongol di jendela, hehehe. Yang perlu diprhatikan AC nya itu adeeemm buanget...jadi saya matikan AC kabin nya dan hanya memakai AC yang masuk dari fentilasi pintu kabin yang berasal dari AC lorong kabin, itu sudah cukup. Pemandangan pagi di sepanjang perjalanan cukup fantastis banyak bukit-bukit, lembah, sungai, rumah tradisional yang bagus-bagus, dan itu sangat menghibur saya. 
          Akhirnya sampai juga di Chiang Mai tepat waktu loh pukul 10.00 pagi, udara di Chiang Mai juga masih sangat segar karena berada di wilayah utara Thailand. Keluar stasiun dan mencari tuk-tuk menuju hotel.
warna purple kesukaan ibu ratu Sirikit :)
Baca juga : Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 2)
                   Akhirnya bisa ke Chiang Mai dan Chiang Rai juga! (part 3)

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Thursday, August 28, 2014

Gara-gara Air Asia, nih!


diatas awan yang indah bersama AirAsia

Akhirnya aku keluar kandang bertemu kota impian

2012 tepatnya bulan Maret, itulah momen yang tidak akan aku lupakan sepanjang hidup. Pertama kali aku nyatakan “Okey…, aku harus keluar dan jelajah sebanyak mungkin negara!”. Aku tidak sendiri, bersama 4 orang teman kuliah lainnya sudah menyatakan siap graaak… untuk menjelajah penjuru negeri. Kami berlima bertekad dengan nekat tanpa ada pengalaman secuilpun tentang apa itu luar negeri.

latarbelakang salahsatu candi di Angkor Wat
        Persiapan sudah dilakukan seperti layaknya mau perang, pokoknya harus sehemat dan seefisien mungkin. Belajar bagaimana membuat itinerary (rancangan perjalanan) yang baik, padahal kami tidak paham sebelumnya apa itu itinerary. Sampai bagaimana menata barang bawaan di dalam satu tas backpacker isi 35 liter untuk 2 minggu perjalanan. Termasuk juga burung besi apa yang harus aku pilih untuk mengantarkan kami menuju kota-kota impian. Tidak tanggung-tanggung, 5 negara 6 kota impian jadi sasaran empuk penjelajahan kami. Kota cantik nan seksi Ho Chi Minh City, bergelut dengan nostalgia masa lalu di kota Siem Reap, eksotisme budaya Siam di kota Bangkok, Phuket yang menggoda, Singapore yang katanya “kota baik”, dan terakhir bersilaturahmi dengan satu rumpun di Kualalumpur.
            Sempat kami ingin mengurungkan niat menjelajah karena dalam mindset kami semua, hanya dua kata untuk penerbangan ke luar negeri yaitu mahal dan sangat mahal J. Namun kami terlalu sombong untuk mengambil kesimpulan seperti itu, ternyata AirAsia menyelamatkan ketamakan kami. Semua penerbangan akhirnya memakai maskapai “si merah” AirAsia. Mereka baik sekali memberi harga tiket yang cukup murah, per orang 3 jutaan rupiah hanya keluar dari kantong untuk 5x flight. Parah sekali! saudara-saudara sebangsa setanah air. Hanya AirAsia yang bisa begitu. Sampai saat ini pun aku selalu pilih AirAsia sebagai premier flight kemanapun aku tuju kaki ini melangkah. Entah sudah berapa kali penerbangan sejak 2012 dan selalu pakai mereka. 

berpose di dalam Grand Palace

     Perjalanan pertamaku ke luar negeri itupun menjadi sangat bermakna dan mendalam artinya. Karena konsep keluarlah dari zona nyaman bisa aku eksekusi. Pengalaman demi pengalaman aku dapatkan dan ada beberapa poin yang sampai saat ini aku jadikan hadiah indah pulang dari menjelajah, yaitu lebih bisa menghargai perbedaan, membudayakan tertib dan disiplin, dan makin cinta bangsa sendiri. Ya..., makin cinta bangsa sendiri, mengapa? karena setelah dibanding-bandingkan, ternyata kekayaan alam kita masih sangat hebat, pluralisme kita masih sangat kuat, dan bahkan kenyamanan bertempat tinggalpun Indonesia masih juaranya. Maka itu seperti lirik lagunya Ibu Sud, "walaupun banyak negeri kujalani yang mahsyur permai dikata orang...tetapi kampung dan rumahku, disanalah ku rasa senang...", kira-kira begitulah rasanya setelah menjelajah ke luar Indonesia. Tapi bukan berarti tidak mau menjelajah lagi keluar bersama AirAsia dong? yang pasti tidak ada kapok dalam otak saya, Gara-gara AirAsia, nih!


Bertelor satu buku

Berlanjut kisah dari keseruan menjelajah 6 kota impian itu, inspirasi selalu datang silih berganti. Mulai dari selalu pakai tema AirAsia sebagai bahan studi diskusi di kelas aku sewaktu masih berkutat di pascasarjana. Sampai pada akhirnya aku beranikan diri untuk menulis cerita perjalanan dalam bentuk sebuah buku. Ya, aku punya buku sendiri. Horeeyy…. *agak alay. “Rapid Traveler : … habiskan 2 minggu jelajah 5 negara ASEAN!”, itu judulnya. Semua perjalanan yang telah aku lalui selama 2 minggu bersama AirAsia tersebut aku torehkan dalam beribu-ribu ketikan keyboard desktop komputer aku dan menghasilkan segepok buku ber-cover warna biru *feeling blue. Memang pada awalnya susah untuk memulai, namun karena passion yang kuat, aku harus punya buku. 


buku yang membuatku merasa seksi :)

        Hampir semua buku tentang perjalanan di sebuah rak toko buku aku beli. Kesemuanya aku pilah-pilah konsep yang terbaik seperti apa menurutku untuk buku ini. Akhirnya dibuatlah mix concept antara travel guide dan travel memoar. Jadi, semua catatan perjalanan yang buruk dan indahnya terangkum jadi satu dengan guiding berisi itinerary dan referensi wisata di kota-kota impian tersebut. Jujur, mbak Trinity lah yang menjadi inspirasi saya menulis buku. Walaupun tidak setenar beliau dan buku ini tidak diproduksi secara massal karena bentuknya indie (bisa didapat di app getscoop atau dapurbuku.com), namun saya cukup merasa seksi mempunyai buku untuk memberikan inspirasi serupa bagi yang membacanya. Proses sampai menerbitkan buku itu seru sih, tidak kalah serunya terbang bersama flight attendant yang cantik dan ganteng berbaju merah-hitam khas AirAsia. Ya, lagi-lagi gara-gara AirAsia, nih!


Mencoba hoki di bisnis traveling

Masih dalam runtutan benang sutra yang sama, aku sering dijadikan tempat pelarian teman atau saudara untuk menguruskan perjalanan baik itu hanya sekedar pembelian tiket maupun booking hotel mereka. Berpikir dagang?, hmmm… sepertinya menarik jika aku memulai peruntunganku. Dengan desakan dari beberapa teman agar aku punya bisnis di bidang jasa traveling sendiri pada akhirnya mendorongku membuka usaha melalui website www.sukapiknik.com untuk layanan jasa piknik dari tiket pesawat sampai paket tur bahkan hanya sekedar konsultasi itinerary. 

salahsatu testimonial puas piknikers ^_^

         Usaha aku ini masih dirintis, seperti halnya di awal-awal AirAsia yang oleh Dato Sri Tony Fernandes beli dari perusahaan terdahulu dengan harga simbolik 1 RM. Lalu memulainya dengan semangat untuk menerbangkan semua orang, pada akhirnya menjadi sebesar dan segarang sekarang. Sampai mendapatkan penghargaan maskapai dengan penerbangan tarif rendah terbaik di dunia versi Skytrax. Berharap perusahaan mini ku ini akan bisa se-maxi AirAsia. Lagi-lagi AirAsia jadi inspirasi ku dalam mem-branding produk Sukapiknik yang simpel, hemat, dan seru. Yah… mirip-miriplah dengan AirAsia yang juga mempunyai budaya perusahaan yang fun dan pelayanan yang setulus hati. Sangat segaris dengan kalimat “Now, Everyone Can Fly!” dibawah logo mereka. Gara-gara AirAsia, nih! , hidupku bisa berbelok tajam seperti sekarang. Caiyoo… untuk AirAsia , selamat dan sukses untuk 10 tahunnya.

sedang menuju Jakarta untuk transit
dilanjutkan terbang ke HCMC Vietnam



*Tulisan ini dibuat untuk keikutsetaan pada Kompetisi Blog 10 tahun Indonesia AirAsia. Pemenang nantinya akan mendapatnya hadiah ke Nepal, Penang, atau Bali. Kamu tertarik? silahkan kunjungi AirAsia Indonesia 

baca juga : Bagaimana maskapai Low Cost Carrier sering menjual tiket murah? apakah aman terbang bersamanya?

Friday, April 12, 2013

5 days 4 nights Karimunjawa Islands : somewhere beyond the sea ^_^

Hello world!....setelah saya menelurkan album perdana saya *eh..., maksudnya buku perdana saya bertajuk i'm rapid traveler, how about you? (kalau belum ada yang punya silahkan pesen via nulisbuku.com ^_^) , paling tidak untuk saat ini saya coba memaparkan pengalaman saya dalam menjelajah Karimunjawa Islands kemarin dari tanggal 4 april sampai 8 april 2013. Seru lah pokoknya, tetep simak ya cerita singkat padat merayap dari saya ini, hehehe.
         Sebelum memulai, sebenarnya saya nggak ada niatan untuk berpetualang kembali ke suatu daerah. Kemarin setelah saya lulus master, sehari setelah itu dapat ucapan dari teman lama yang stay di Jakarta (saya di Jogja) ngajak traveling ke Karimunjawa. Entah kenapa saya sangat excited sekali, karena impian kesana baru terwujud sekarang setelah dari tahun 2009 lalu sempat terbesit impian kesana. Aseekk....kesempatan ini untuk kesana, ada temennya. Akhirnya saya memutuskan untuk "deal" capcus ke karimunjawa. Dan, beberapa hari setelah itu, eh dia nya malah batalin lebih milih grand canyon pangandaran bareng temen-temennya. Wah nggak mau dong saya sendirian kayak bolang beneran ntar, akhirnya saya ajak dua orang teman yang tanpa pikir panjang mereka mengiyakan. Done!, 3 orang berangkat akhirnya hehehe.

Karimunjawa dari satelite *sumber : internet

pintu gerbang Karimunjawa Islands


DAY 1 "semangat cemungudh kaka' ^_^"

Wah akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga, let's go to Karimunjawa!, pagi bangun jam 6, mandi dan minum susu buat ganjel perut. Panggil taksi 373737 untuk mengantar ke pool start point bus joglosemar di Jalan Magelang, Jogja. Sebelum berangkat mampir dulu beli roti di indomaret deket rumah dan ambil duit di ATM yang cukup untuk selama tinggal di karimunjawa (di karimunjawa cuman punya 1 mesin ATM BRI saja). Sampai di kantor joglosemar jam 7.30 , teman saya Hendra sudah menunggu, 15 menit kemudian, Anshor teman saya yang lain juga datang. Bus berangkat pukul 8.15 (agak molor 15 menit) dan sampai di Semarang pukul 11.30 siang. Kami turun di stop point TIC jalan pemuda semarang, satau kompleks dengan travel central java yang akan membawa kami juga ke Jepara. Menunggu jam 3 sore, makan siang dulu ah di warung didepan paragon. Jam 3 teng, minivan travel central java berangkat menuju Jepara. Beuh...jalanan dari Semarang ke Jepara ampun deh kayak ampyang, perut kayak dikocok abis makan pulak alamak jang....bersyukur saya tinggal di Jogja yang jalanannya sampai ke pelosok aspal hotmix mulus...(songong dikit ^_^).
           Sampai di Jepara jam 5 sore pas dan stop point ada di hotel Segoro, kebetulan kami inap semalam disitu menunggu esok pagi berangkat ke Karimunjawa.

depan hotel segoro, travel central java ada di belakang saya

dalam kamar (maaf berantakan, hehe)

teras kamar hotel Segoro

Biaya pengeluaran day 1:
Bus Joglosemar (0274-623700) : 50,000 idr
Travel "Central Java" ke Jepara (024-70231340/3510016) : 30,000 idr
Hotel Segoro 1 malam (0291-591982) : 185,000 (@61,000) (kamar AC, sudah extra bed + sarapan)  
Makan dan cemilan : 40,000 idr
Total : 181,000

*note : Bus Joglosemar (keberangkatan tiap 1 jam), Travel Semarang-Jepara (4x sehari), dan Hotel Segoro bisa reservasi booking via telpon, saran saya booking paling tidak seminggu sebelum berangkat.


DAY 2 "berjibaku untuk dapat tiket kapal!" 

Bangun jam 5 dan kami siap-siap untuk checkout dari hotel Segoro menuju dermaga pelabuhan Jepara untuk berangkat ke Karimunjawa. Jarak antar hotel ke dermaga cukup pendek, naik becak pilihan tepat lah, tawar harga dapat 15 ribu per becak hehhe....
        Semalam sebelumnya saya sudah menghubungi Pak Anto, orang asli Karimunjawa yang punya homestay disana untuk meminta tolong dicarikan tiket kapal Chantika Express menuju Karimunjawa. Kebetulan juga saya rencana 3 malam akan menginap di rumah Pak Anto. Akhirnya Pak Anto memberi rekomendasi kepada salahsatu ABK kapal (maaf tidak saya sebut namanya untuk menjaga privasi) yang akan menjanjikan dapat tiket keberangkatan pukul 08.00 pagi. Sebenarnya ini kapal sudah full booked dan penuh, namun masih ada beberapa ekstra seat di deck paling atas. Setelah menunggu agak lama sekitar jam 08.00 pagi pas, eh kok belum ada kabar kepastian kami bisa diangkut. Kami sabar menunggu sampai tiba-tiba kami melihat kapal itu sudah menjauh dari dermaga. OMG.....kita ditinggal hikzz...
        Lalu tak lama kemudian sang ABK menelepon kami, "mas...maaf ini saya nggak bisa masukin kalian sekarang soalnya ada kepala syah bandar nya lagi kontrol, dan nggak bisa saya sembarangan memasukkan orang tanpa tiket ditangan, nanti saya usahakan keberangkatan yang jam 2 siang ya, ditunggu di dermaga saja sampai jam 2 siang" , bleeepp.....aisshhh bener nih kayak orang ilang clingak-clinguk di dermaga yang udah mulai sepi sama penumpang. Kita memutar otak ini, dan akhirnya kita memutuskan untuk mencari tiket kapal sendiri dulu paling tidak maksimal untuk besok pagi. Susah payah kami bawa tas ransel di punggung jalan jauh sampai 1 kilometer menuju kantor agen tiket kapal Chantika Express, dan tiket untuk besok tinggal 2 biji, padahal kita bertiga wew...bimbang lagi ini....,dan....eh tiba-tiba aja ada yang nongol dari pintu cewek manggil manggil nawarin join sewa kapal nelayan menuju Karimunjawa seharga 700 ribu/kapal. wew....agak ragu sih pengen lihat kapalnya dulu, ya sudah kami deal kan saja dulu. Akhirnya kami balik lagi ke dermaga (nggak pake cinta ^_^) untuk melihat kondisi kapalnya. Saya berandai kapalnya itu gede kayak kapal tongkang yang ada layarnya itu, sudah berandai seperti bajak kapal pirates carribean....hehehe. Dan tak disangka tak dinyana kapalnya bentukannya kayak gini.....#apa pendapat kalian? hahaha

#$@#%$#GHG$%^

         Hahaha, langsung saya memastikan diri untuk walk out....menyerah...gila aja! ini kapal kecil banget sumpah gak whorted buat perjalanan jauh menuju Karimunjawa...aduh nggak bisa bayangin terombang-ambing ombak dengan 7 penumpang didalamnya...nggak ada pelampung sama sekali....aisshh saya nggak akan bertaruh nyawa hanya dengan keinginan pengen ke Karimunjawa dengan cepat. Saran saya jangan pernah memaksakan diri naik kapal nelayan, disamping itu ilegal, tidak ada yang menjamin keselamatan kalian, karena kapal nelayan tidak didesain untuk kapal penumpang yang standar keamanannya maksimal.  
          Akhirnya kami lebih memilih menunda perjalanan saja sapai nanti siang (itupun belum pasti) atau besok pagi. Eh.... memang Tuhan itu maha adil, mereka (yang ngajakin kami nebeng kapal nelayan) kepergok ama petugas dermaga yang sedang lewat dekat kapal dan menanyakan kalau mereka dilarang menyebrang dengan kapal selain kapal penumpang. Hahaha akhirnya mereka senasib dengan kami...tanpa kejelasan kapan berangkat.
        Jam menunjukkan pukul 13.00 siang....dan kapal Chantika yang tadi pagi berangkat ke Karimunjawa sudah kembali lagi ke dermaga Jepara. Dan kami langsung ditelpon sang ABK untuk segera lari menuju boarding kapal untuk segera "menyelinap" masuk kapal. Kebetulan kapal jam 2 siang ini adalah charteran dari tim Kapolda Jateng yang akan kunjungan ke Karimunjawa...Akhirnya dengan bantuan Pak ABK, saya dan dua orang teman lain masuk kedalam kapal langsung naik ke dek atas...sempet ditanyain ama kapten kapal yang lewat didepan saya, "sudah punya tiket belum?" , saya jawab aja "sudahPak!" dan saya buru-buru naik ke atas, hahahhaha....aman! :) Cukup panas namun saya sangat menikmati aroma angin laut sepoi sepoi...
       2 jam berselang akhirnya sampailah ke karimunjawa, wow! finally i visit here! ^_^

background nya keren, orangnya juga :)

disambut spanduk selamat datang :)

Dijemput sama Pak Anto menuju penginapannya bernama Salami homestay. Ternyata dari dermaga ke kota nya dekat sekali, ngesot pun sampai hahaha... Rumah Pak ANto menurut saya tergolong cukup bagus dengan kondisi rumah yang bersih dan rapi, membuat saya nyaman tinggal walaupun tidur dibawah, hanya pake kasur busa saja. Kamarmandi juga bagus dan bersih terawat walaupun tidak pakai shower hanya pakai ember untuk mandi, dan closet duduk. Ini penampakannya sodara-sodara...

maaf sekali lagi kamar cowok berantakan :)
bersama pak Anto

Akhirnya setelah menaruh tas, kami langsung jalan keliling kota dengan kaki masing-masing hahaha. Kota ini kecil, kota kecamatan, dengan satu alun-alun kecil.                  
         Rumah-rumah disini tidak seperti rumah desa yang saya pikirkan, rumah disini bersih rapi dan cukup bagus itungannya kalau sebagai rumah desa. Lantai marmer dan perabot jati sudah cukup lazim ada di masing-masing rumah. Malam hari kami mencoba untuk mencari dunia hiburan malam di kota ini, alhasil kami hanya menemukan masjid yang sedang mengumandangkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dan beberapa rumah yang sedang mengadakan pengajian. Wah bener kota santri ini, dunia malam yang gemerlap seperti Bangla Road di patong Beach tidak saya temukan disini. Sampai saya akhirnya menemukan sebuah cafe di pinggir laut bernama Amore cafe,... yah....akhirnya kami masuk kesitu dan makan malam. Banyak ngobrol sampai kami lupa waktu menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya kami pulang dan istirahat cukup untuk persiapan tur laut keesokan harinya....

Biaya pengeluaran day 2:
Tiket Kapal Chantika Express : 84,000 (harga resmi), 30,000 (fee untuk ABK, yang membantu saya memasukkan ke dalam kapal ^_^)
Becak ke pelabuhan : 20,000
Transfer dari dermaga ke penginapan : 30,000 / mobil (@6,000) (kemarin satu mobil ada berlima yang dijemput oleh Pak Anto)
Penginapan homestay Salami punya Pak Anto : 30,000 / orang (3 hari harga: 90,000)
Makan dan cemilan : 57,000
Total : 287,000

*note: perhatikan hari berangkat kapal Chantika karena sering full booked apalagi bulan juni-juli...jangan harap dapet tiket beberapa hari sebelumnya, kalau bisa memang jauh-jauh hari memesan tiket kapalnya, bisa minta tolong Pak Anto untuk booking tiket kapal nya, ngasih fee nya nggak perlu sebanyak saya, kemarin itu karena benar-benar urgent dan mendesak, kalau pesan jauh hari ya bisa genapin aja jadi 100,000 untuk tiket kapal udah plus fee buat yang mesenin tiket. Nanti ya kalau nggak mau menginap di homestay paling nggak bisa ambil paket tur laut lewat Pak Anto, beliau sudah punya kapal sendiri dan kapalnya bagus, terawat, aman, dan nyaman, saya rekomendasi!. 

Jadwal update kapal Chantika Express (dari Jepara) atau Kartini (dari Semarang) bisa ditanyakan lewat : TIC Semarang, Jl. Pemuda 147 Semarang Telepon 024-3515451 Semarang atau TIC Karimunjawa Telepon 0297 312253 .
Selalu perhatikan jadwal kapal, jika pas musim hujan, cenderung jadwal kapal mengikuti cuaca di laut jawa.

Day 3 "somewhere...beyond the sea....^_^" :

Setelah sarapan susu dan cemil roti gandum, jam 09.00 pagi kami siap untuk mengikuti tur laut bersama Pak Anto. Cukup murah kami diberi harga 125,000 sudah dapat makan siang ikan bakar dan foto underwater yang baguuss banget, snorkeling di dua tempat dan sunset. Kebetulan kami satu kapal dengan Pai Su Cen da Andy Lau (hahaha bukan nama sebenarnya), mereka couple pasangan. Lucunya saya ngobrol pakai bahasa Inggris mereka nya malah nyaut pake bahasa Indonesia (zzzz.....), tapi memang sesekali mereka menggunakan bahasa Indonesia, saya pikir mereka orang Malaysia, eh ternyata orang China (si cowok) dan Taiwan (si cewek)....hmmm dan mreka bekerja di Semarang...hahaha..
 
diatas kapal Pak Anto
         hmmm...tujuan pertama adalah snorkeling di dekat pulau menjangan kecil, wah...sumpah keren banget...ini dunia bawah lautnya bagusss banget dan ikan nya beragam....beda banget ama di Phi-Phi Islands setahun kemarin saya kunjungi...di Karimunjawa lebih beragam biota lautnya (saya nggak kebayang kalo di Wakatobi, Bunaken, Raja Ampat sekalipun kayak apa ya bagusnya???). Ini saya kasih lihat dunia bawah lautnya...., ini bukan di aquarium loh ya atau editan photoshop, ini asli 100% dunia underwater Karimunjawa.

matching dengan kaosnya hahaha

keren khan??

ayo ikan bobok udah malam, hahaha
       Setelah puas snorkeling di tempat 1, jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang kami menuju ke pulau tak berpenghuni di pulau cemara kecil. Ini pulau cuman ada satu gubug (nggak pake derita loh ya ^_^) yang ada di tengah pulau, cukup bersih sih saya perhatikan, ya hanya daun-daun saja yang berserakan itu wajar dan alami. Ternyata setelah saya tanya ini pulau sudah milik orang lokal, dan katanya tahun depan mau dibuat resort juga...wow.... Saya tanya sama salahsatu kru kapal kami, berapa harga rata-rata tanah disana, dia bilang kalaau di pulau-pulau harganya mulai 80,000/m2, kalau di kota Karimunjawa dan sekitarnya mulai 200,000/m2. What???? kok murah banget....beuh saya langsung berandai nih...kalau beli 1000m2 saja deh cuman ngeluarin 80 juta rupiah saja sudah punya sebagian pulau ini....hahaha. Tapi mikir juga mau bangun villa, transport bahan baku semen, kayu, dll harus sewa kapal lagi dari Jepara, tapi bagus juga idenya kalau punya tanah disini....#nengok buku tabungan hahaha....Ini penampakan pulau cemara kecil nya...

menggila hahaha

ayo bakar ikan!

piknik bareng kokoh dan cici :)

pulau kecil tak berpenghuni
 
tanning puas 2 jam hahaha
 
keren khan?

Kami di pulau ini sampai 2 jam lebih karena Pak Anto pamit sama saya untuk jemput tamu di Karimunjawa.....wew....kita ditinggal sendirian di pulau hikz...upss tapi nggak papa bisa tanning lebih lama hehhe....walaupun si Pai Su Cen dan Andy Lau udah bet minta ampun sampai nulis bahasa China besar-besar di atas tanah, nggak tau artinya apa, "Help Me" kali ya?? lol :D
Setelah rombongan kedua datang yang ternyata ibu-ibu rempong cyiinn...hadeuh...tapi asyik asyik kok mereka enjoy banget kayaknya...nih penampakan kapal dan ibu-ibu rempong nya.....

inget umur bu....hahaha

 Tujuan ketiga berikutnya adalah snorkeling lagi...tapi yang ditempat berikutnya ini koral-koralnya yang cukup indah, kalau ikan nya nggak terlalu banyak dibanding tempat pertama, Ini penampakannya kembali gan...:)

mblukuthuk....mblukuthuk..:)


beautiful!
Capek snorkeling, tujuan terakhir kami adalah menikmati sunset di Ujung Gelam, di pantai Ujung Gelam ada banyak kedai yang menjual makanan dan air kelapa. Tapi sayang sunset nya nggak jadi sodara-sodara....tertutup mendung...penonton kecewa....dan akhirnya tidak sampai sore sekali, kami pergi meninggalkan Ujung gelam menuju dermaga Karimunjawa. Tur laut hari ini selesai..., malam hari kami mencoba jalan ke alun-alun untuk cari makan malam, dan ingin makan ikan lagi, hehehe akhirnya makan ikan di warung kakilima ikan bakar disitu, kayaknya satu-satunya tuh warung. Tapi ibunya kayaknya mau naik haji, ngasih harga setinggi langit, masak lobster dihargai 40,000 ?? Kalaupun di Jogja dan di restoran dengan harga segitu masih wajar, lah ini di tempat penghasil ikan eh mahal banget harganya....hadeuh...ya sudah deh...mau nggak mau kita makan, pengen banget sih.. Lumayan enak sih rasanya tapi, jadi nggak kecewa-kecewa banget deh saya makan malam ini hehe

Biaya pengeluaran day 3 :
Tur Laut seharian : 125,000 (sudah makan siang, foto underwater, 2 tempat snorkeling, dan sunset) 
Makan malam ikan bakar : 50,000
Total : 175,000

*note : kalau mau hemat sih bisa makan di warung Bu Ester berada di sebelahan Alun-Alun, warung prasmanan yang menjual makanan laut dan darat :) murah meriah rata-rata 8,000-15,000 sudah kenyang, mau ambil potongan cumi-cumi banyak pun tetap dihargai sama :). Saya juga beberapa kali makan disitu, puas, enak, murah :)

 DAY 4 "explore the island" :

Bangun pagi sudah disambut hujan rintik-rintik makin lama makin deras....aduh alamat jalan-jalan ditunda sampai siang ini.... Tapi malam sebelumnya saya sudah pesan sama Pak Anto untuk sewakan motor dua buah untuk kami bertiga. Per motor 60,000 belum sama bensin, harga bensin disana eceran 6,000/liter, saya cukup isi 2 liter saja untuk keliling pulau besar Karimunjawa sampai ujung, bolak-balik PP sekitar 50 kilometeran. Setelah makan siang tepat jam 12.00 siang kami nekat untuk jalan ke arah utara, walaupun masih hujan. Kami beli mantel dan siap membolang hehehe... Tujuan pertama kami adalah hutan mangrove, disini ada jalur trekking yang lumayan juga buat jalan kaki namun tiap berapa puluh meter ada pos istirahat, agak capek tapi menyenangkan. Sampai menemukan area dimana pertemuan antara laut dan rawa....,saya berpikir ini kalau matahari bersinar cerah, pasti sangat bagus sekali view nya....keren sumpah...., ini view pas mendung dan huja, ada penampakan batman disitu :)

hujan jadi kurang menarik view nya

        Perjalanan kami lanjutkan ke arah bandara baru, ya....Karimunjawa sedang giat-giatnya memperbaiki fasilitas pariwisatanya, salahsatunya adalah airport. Disini sudah dibangun landasan dan ruang tunggu bandara dan kantor Dishub. Bandara ini bernama Dewadaru Airport. Landasannya cukup pendek cuman 900 meteran, hanya bisa didarati pesawat sekelas Chesna. Namun sekarang, landasan sedang dipanjangkan paling tidak pesawat sekelas fokker bisa mendarat. Jika bandara sudah jadi saya yakin pasti nanti bakal banyak yang datang ke Karimunjawa. Ahmad Yani-Dewadaru atau Soekanro Hatta-Dewadaru atau bisa jadi Denpasar-Dewadaru pasti jadi opsi pertama penerbangan kesini...kita tunggu saja 2016, bandara ini sudah bisa didarati pesawat yang lebih besar dan menjadi bandara yang cukup layak untuk turun angkut penumpang udara.
       Masih penasaran dengan wilayah utara pulau ini, saya dan dua orang teman jalan menuju utara sampai mentok di pos pertama trekking advanture (saya lupa namanya hahaha). Ups....loket tutup dan pemandu tidak ada ditempat, saya nggak mau nekat untuk masuk ke dalam hutan dan ketemu pantai cantik di ujung utara. Karena masih hujan cukup deras dan jalan licin, hari sudah menjelang sore juga jam 15.00 sore, akhirnya kami memutuskan balik ke arah selatan menuju kota Karimunjawa. Sempat mampir warung untuk mengganjal perut makan mie rebus. Ngobrol-ngobrol dengan ibu penjualnya, kalau di Karimunjawa itu ada dua suku yang mendiami yaitu suku Bugis (ibu nya), suku Jawa, dan suku Madura (Pak Anto). Hmm tapi mereka rukun-rukun ya...hhehehe. Sebelum pulang ke homestay kami menyempatkan untuk mengunjungi private beach Nirwana resort berada di dekat dengan dermaga, agak ketimur sedikit. Pantai Nirwana ini sudah dikelola dan dengan tiket masuk 12,500 sudah dapat menikmati pantai yang cukup sepi dan sunrise sebenarnya bisa dilihat dari pantai ini :). Setelah puas dan mulai waktu mulai magrib, kami beranjak pulang dan mampir beli oleh-oleh di souvenir shop yang baru buka malam hari. 

Biaya pengeluaran day 4 :
Sewa motor seharian : 60,000 (@40,000) sharing untuk 3 orang 2 motor
Bensin 2 liter : 12,000 (@8,000) sharing buat 3 orang 2 motor
Tiket masuk Pantai Nirwana : 12,500
Makan dan cemilan : 19,000
Total :  79,500

*Note: Jika kamu stay agak lama di Karimunjawa, sediakan sehari penuh saja untuk eksplore pulau besar ini, ada tempat-tempat menarik seperti Hutan Mangrove, makam Sunan Nyamplungan, Ethnic house (rumah adat), trekking advanture di utara pulau ini. 

DAY 5 "Bye-bye Karimunjawa :( " :

Hari terakhir kami berada di Karimunjawa, jadwal kapal kami pukul 13.00 siang ini, dan untuk setengah hari ini saya akan menghabiskan waktu untuk trekking saja di bukit Joko Tuwo berada di sebelah utara kota Karimunjawa. Tidak jauh dan tidak tinggi-tinggi amat, namun view setelah berada di puncak, wow!! kota karimun dan dermaga serta pulau-pulau kecil terlihat dikejauhan. Tiket masuk 5,000 perak saja. Disini juga ada kerangka ikan paus yang ditata rapi dan dinamai Joko Tuwo. Ini penampakannya :

From Joko Tuwo Hills
Sunset dan Sunrise bisa dilihat disini

Kerangka Ikan Paus Joko Tuwo
didalam kapal express chantika, hitam sudah muka saya hahaha

Setelah puas olahraga pagi, kami turun bukit pukul 09.00, sarapan di warung Bu Ester kembali dan siap-siap packing untuk kembali ke Jogjakarta siang harinya. Rute pulang kami sama dengan rute pergi, Karimunjawa-jepara (by Chantika Express), Jepara-Semarang (By Travel Central Java pukul 18.00), dan Semarang-Jogja (By Joglosemar pukul 20.30). Kami sampai di Jogja dengan selamat pukul 23.30 malam dan membawa kenangan manis di pulau Karimunjawa, dalam hati saya berjanji nanti bila ada rejeki banyak saya akan beli pulau salahsatu disana dan menikmati hari tua disana hehehe :) i love so much that islands.

Biaya pengeluaran day 5 :
Tiket masuk bukit Joko Tuwo : 5,000
Kapal Chantika Express : 84,000
Travel Central Java : 30,000
Bus Joglosemar : 50,000
Makan dan cemilan : 40,000
Total :  209,000

* note : kalau masih ada kesempatan setengah hari di karimunjawa, jangan sia-siakan, cari spot wisata menarik seperti trekking di bukit Joko Tuwo, murah meriah sehat kaki dan mata karena melihat pemandangan dengan sangat sempurna.

Total pengeluaran dari hari pertama sampai kelima (dari start poin rumah sampai kembali ke rumah, sudah all in include akomodasi, tiket kapal, makan,dll):
931,500 IDR (5 hari 4 malam dari Jogja). Jika kalian lebih kreatif lagi dan bisa menekan biaya makan harga bisa jauh dibawah pengeluaran saya kemarin :), maaf karena saya dan kedua teman suka kulineran jadi ya makan terus semua dimakan termasuk pasir pantai nya hahaha kidding :)

Nah, demikian sodara-sodara sebangsa setanah air, cerita singkat saya mengenai perjalanan 5 hari 4 malam sebenarnya hehehe menuju Karimunjawa, sebuah kepualuan di utara jawa yanga sangat eksotik dan wajib dikunjungi, mau tanya lebih banyak bisa PM facebook saya atau twitter @dhikawama dan @sukatraveling. Saya siap bantu sebisanya menjadi pemandu maya kalian hehehe

FACT about KARIMUNJAWA!!! you must read this!!!

1. Karimunjawa adalah kepulauan di utara Jawa Tengah dan berada satu wilaya dengan kabupaten Jepara. Karimunjawa adalah sebuah kecamatan dengan ibukota Karimunjawa.
2. Listrik di Karimunjawa adalah 6-6 yaitu hanya menyala di malam hari pukul 6 sore sampai pagi pukul 6 pagi :)
3. Hampir zero criminality, banyak sepeda motor yang tidak dikunci stang bahkan kunci kontak masih menempel diatas motor :)
4. Kota yang kehidupannya flat, tidak banyak hingar bingar disini karena memang disini kota santri, dan sebagian besar mungkin diatas 90% adalah beragama Islam. Kondisi jalan memang tidak cukup baik namun kecenderungan bersih dan rumah-rumahnya cukup bagus dan rapi serta bersih.
5. Baru hanya ada satu cafe besar bernama Amore cafe
6. Mempunyai bandara kecil bernama Dewadaru Airport
7. laut yang cukup tenang dan biru, pasir pantai yang putih dan dunia bawah laut yang mempesona dan cenderung virgin!
8. Banyak pulau yang sudah dimiliki asing maupun lokal
9. Penduduk yang ramah dan sepertinya sudah diajari bagaimana mereka melayani wisatawan
10. Makanan yang cukup murah disini
11. Ada resort mahal semalam seharga $300 dan homestay-homestay murah seharga 30 ribuan per orang per malam.
12. Hanya ada satu warung prasmanan murah bernama warung Bu Ester di Alun-Alun :)


note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih
 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi