Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Thursday, January 12, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Thailand (part 3)

Patung penjaga Grand Palace Bangkok
       Negara dengan identik hewan gajah ini berada di kawasan asia tenggara. Ber ibukota di Bangkok, dan mempunya puluhan propinsi (lebih banyak dibanding Indonesia), padahal wilayahnya termasuk kecil. Thailand beberapa tahun terakhir menjadi primadona pariwisata, dari ujung kota Chiang Mai sampai ujung selatan kota Krabi seluruh wilayah seperti seakan siap untuk menerima dan menjamu wisatawan asing. Memang kalau dilihat pariwisatanya hanya "itu-itu" saja, namun pemerintah sepertinya cerdas dalam mengelola nya secara komprehensif dan tidak membosankan, sehingga waktu tinggal wisatawan cukup lama disini. Bangkok, Ayuttaya, Chiang Mai, Pattaya, Phuket, Phi-phi islands, beberapa tempat wisata andalan Thailand. 
        Namun apakah gemerlapnya dunia malam tempat wisata Thailand yang dipenuhi "lady boy" nya seiring sejalan dengan sektor bisnis jasa lain nya yaitu e-commerce? Kita tengok saja....
Menurut NECTEC konsumen belanja online naik sekitar 95 di tahun 2011 lalu dari 47% menjadi 57% dari pengguna internet total hampir 20 juta penduduk Thailand (sekitar 25% dari jumlah penduduk) dari sekitar 69 juta penduduk (statistik 2010). Naiknya pun sangat signifikan dari tahun 200 sampai 2010 dalam hal pengguna internet nya. 

NECTEC Survey
       Pengguna internet yang memnafaatkan media internet sebagai ajang transaksi jual beli online  untuk 3 rating terbesar adalah buku sekitar 34,7 %, service reservation 31,3%, dan fashion 26,7 %. Ini menarik saya katakan pada prolouge artikel ini bahwa pariwisata Thailand sudah sangat profesional pengelolaanya dari hulu ke hilir sangat rapi dan efisien. Pemanfaatan internet untuk booking online tiket pesawat , booking kamar hotel sampai dengan booking atraksi wisata dan venue penting lainnya tersedia lewat internet, maka dari itu sumbangan untuk bisnis e-commerce cukup tinggi di rating kedua yaitu service reservation. 
        Menanggapi meningkatnya pengguna internet untuk shopping online, vendor-vendor e-commerce juga cukup mempermudah dalam urusan payment nya dengan menaruh opsi debit card disamping credit card yang memang belum sebanyak pemilik credit card. Group buying juga makin beragam dan bervariasi dalam menawarkan diskon heboh nya. Vendor lokal yang cukup besar seperti Lotus juga memanfaatkan momen ini untuk membuka toko online nya dalam menggaet pasar yang lebih luas. http://www.pantipmarket.com/ dan http://www.thaionlinemarket.com/ adalah salahsatu contoh group buting yang beroperasi di Thailand. 
        Dari data yang ada jika dibandingkan dengan Indonesia, marketshare nya masih besar Indonesia dengan penetrasi internet nya pun juga saat ini Indonesia lebih tinggi ketimbang Thailand. Namun tak salah juga kita harus belajar dalam hal service reservation yang cukup unggul di Thailand yang baru semnagat dalam memperbaiki performa bisnis pariwisatanya. (astawama)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Wednesday, January 11, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Vietnam (part 2)

City Night View "Ho Chi Minh City"
   
      Setelah lepas landas dari bandara changi airport singapore, yuk kita menuju ke negara di pesisir laut cina selatan, Vietnam. Apa yang ada di benak kalian semua kalau dengar negara Vietnam? "Perang saudara" , "Ramboo" , "Ho Chi Minh" , ya benar semua. 

VIETNAM....
     Vietnam pada tahun 70 an yang masih terbagi pada vietnam utara dan selatan, pada saat perang saudara dan perang dengan Amerika berbeda kondisi nya dengan sekarang. Berubah 2x360 derajat, menjadi negara yang pertumbuhan ekonomi nya lebih tinggi dengan Indonesia yaitu 7%. Dipicu oleh ekspor dan konsumsi dalam negeri yang naik terus. Tak salah Sony Coorporation ataupun Microsoft membuka pabriknya di sini.
Kota-kota sudah sangat tertata rapi dan infrastruktur yang lengkap. Gedung pencakar langit sudah mulai mewarnai langit kota-kota besar Vietnam. Jika kita menyusuri jalan di kota Ho Chi Minh City maka kita akan melihat suasana kota Jogja di Indonesia yang penuh dengan kendaraan bermotor, namun kota itu sangat ramah dengan pejalan kaki, pedestrian yang lebar dan banyak taman seakan kita sedang berada di salahsatu kota Eropa. 
     Perkembangan ekonomi yang cukup signifikan tersebut dibarengi dengan penetrasi internet yang cukup tinggi, dari  87 juta penduduk, 40% sendiri atau sekitar 30 juta penduduk terhubung oleh internet (http://www.e-commercefacts.com), wow!! dengan kondisi wilayah negara yang lebih kecil dibanding indonesia, penetrasi internet sudah sangat tinggi. Dari sisi potensial konsumen, vietnam merupakan pangsa pasar yang cukup tinggi untuk perdagangan online / e-commerce. Pada seminar yang diselenggarakan oleh Chamber of E-commerce and Industry of Vietnam melihat bahwa tahun 2015 nanti transaksi online akan menjadi $6 billion (berapa tuh kalau di rupiahkan? banyak lah hehe....). Dengan peta pasar yang 58% pengguna internet vietnam menggunakan media internet untuk mencari informasi dan membandingkan produk satu dengan yang lain sebelum mereka membelinya. Sepertinya pemerintah Vietnam juga sangat concern untuk fokus mengembangkan industri e-commerce nya. Dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak ribet untuk membuka usaha dan regulasi e-commerce seperti payment online, sangat responsif ketimbang yang terjadi di Indonesia.

     
      Vietnam Cybermall, Real Estate exchange (bisnis yang trend saat ini di vietnam), computer supermarket, dan lain-lain seolah menjadi simbol bahwa Vietnam menjadi negara yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam hal ekonomi ataupun lebih dalam lagi yaitu perdagangan online / e-commerce. menjadi sangat kontras dengan penduduk nya yang kebanyakan masih hidup secara sederhana dan menjaga tradisi di mix dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan internet yang cukup kencang, suatu paduan yang menarik sekali. Standar hidup di Vietnam masih rendah dibawah Indonesia, namun mungkin saja pada suatu saat nanti mereka akan mengejar kita, karena pemerintahnya sangat optimis menjadi macan baru Asia. (Astawama)


note : note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya dan link website saya. Terimakasih

E-commerce di negara ASEAN : Singapore (part 1)

Mengawali tahun 2012 ini dan menghadapi tahun naga air, saya akan coba berkeliling ASEAN dan melihat seberapa besar perkembangan dan penetrasi e-commerce di masing-masing negara nya. Akan dibagi menjadi beberapa part masing-masing negara.

SINGAPORE....
      Didirikan oleh Sir Stamford Rafles pada tahun 1800 an berkembang menjadi sebuah pelabuhan yang cukup ramai.
      Negara Kecil yang bisa dikelilingi selama satu hari saja ini merupakan negara yang berkembang cukup pesat mulai pada dekade 70 an sampai sekarang. Mulai berkembang menjadi negara modern setelah dipimpin oleh Lee Kuan Yew, menjadi sebuah negara kota perdagangan yang pesat.
    Perkembangan infrastruktur negara diimbangi dengan pendapatan per kapita yang tertinggi di Asia Tenggara. Rakyatnya hidup dinamis dan disiplin, banyak peraturan disana-sini, mereka bisa hidup nyaman karena banyak aturan tersebut. 
    Melihat perdagangan yang pesat dan perkembangan internet yang juga sangat pesat, penetrasi nya mencapai hampir 70% dari jumlah penduduk yang mencapai 3,5 juta lebih menjadi sangat mudah bagi arus informasi dan perkembangan teknologi serta bisnis berbasis internat makin kencang di singapura. Namun jika dibanding dengan Indonesia walaupun dilihat penetrasi internet nya masih dikisaran belasan persen namun jika dibanding jumlah warga nya sudah 50 juta orang sendiri terhubung dengan internet (dailysocial.net). 
      Warga singapore lebih dinamis dalam mengakses internet tidak hanya berjejaring sosial saja seperti yang kebanyakan Indonesia lakukan namun warga singapura juga lebih banyak beraktivitas lewat email, akses berita, serta pesan instan mendominasi sebagai aktivitas rutin warga singapura. 
Jika melihat lebih dalam lagi terhadap perkembangan perdagangan online, tidak secerah perdagangan diatas tanah yang sudah lama lebih maju di singapura, mungkin karena dengan julah penduduk yang hanya 3,5 juta denga penetrasi intenet 80% penduduk. Vendor-vendor e-commerce singapura tidak dapat bergerak lebih leluasa, mungkin kalau saya lihat mereka sudah pada tahap "capek" meladeni pelanggan yang kurang variatif. Akhirnya ada beberapa investor asal singapura yang mencoba berinvestasi di Indonesia dengan menggandeng salahsatu website e-commerce yang baru lahir 2008 an lalu, Tokopedia. 
     Jadi para investor singapura sepertinya lebih memandang ke luar jendela rumah mereka bahwa rumput tetangga memang lebih rimbun dan besar :), Indonesia salahsatu pasar mereka. Cara pandang bisnis e-commerce singapura dengan Indonesia pun akan sangat berbeda, perilaku konsumen singapura mungkin sudah bisa lebih cerdas dan bisa disamakan dengan konsumen Amerika sekalipun. Namun Indonesia sendiri harus pelan-pelan mengedukasi saudara kita untuk mengenal lebih dalam internet dan baru menyuapi mereka dengan e-commerce. 
      Regulasi yang mengatur aktivitas e-commerce di Singapore sudah sangat jelas dan ketat tidak selonggar Indonesia. Yahoo! pun menggunakan singapore sebagai homebase Asia Tenggara nya, ini berarti memang regulasi internet business sangat rapi dan teratur, sehingga Yahoo! pun melirik Singapore. Sgbuyonline adalah salahsatu contoh website e-commerce yang beroperasi di Singapore.(Astawama)

next: Vietnam (part 2)

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya dan link website saya. Terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi