Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Wednesday, August 25, 2010

Sejarah awal e-commerce itu ada

Sudah beberapa hari tidak posting tulisan, mumpung sedikit free, sekarang saatnya untuk berkarya kembali, hehehe. Berbicara tentang e-commerce memang tidak ada habisnya, ibarat pohon mangga, buahnya panen terus tiap waktu. Beberapa posting sebelumnya, saya lebih sering memaparkan fenomena e-commerce, peranannya, dan lain sebaginya. Saat ini saya ingin bercerita sedikit seperti layaknya seorang guru,hehehe.
E-commerce lahir pada awalnya memang tak lepas dari semakin berkembangnya peran dan fungsi internet itu sendiri. Internet yang awalnya lahir sekitar akhir tahun 60 an, yang dikembangkan pertama kali oleh departemen Pertahanan Amerika, berkembang kegunaan nya menjadi semakin luas, salahsatunya yang kita sebut Electronic Fund Transfer (EFT) yang penggunaannya masih sebatas perusahaan besar dan beberapa  instansi pemerintah. 
Berkembang dari transaksi keuangan, muncullah yang dinamakan Electronic Data Processing (EDI). Metode EDI dimanfaatkan oleh banyak perusahaan, sampai perusahaan ritel, manufacturing, dan jasa ikut berperan dalam penggunaan EDI ini. Aplikasi-Aplikasi lain yang menjadi pelengkap keanekaragaman sistem e-commerce berkembang pesat seperti trading saham, pemesanan tiket online, dll. 
Pada dekade 90 an, internet menjadi ajang komersialisasi dengan mulai menjamurnya situs-situs berpaham e-commerce, yang pada saat itu pula banyak orang menggunakan istilah e-commerce untuk melakukan transaksi secara online. Amazon.com adalah salahsatu yang berhasil di sektor e-commerce. Beberapa alasan e-commerce dapat berkembang dengan pesat adalah perkembangan jaringan protokol dan software, serta tentu saja persaingan bisnis antar perusahaan yang semakin ketat, media online untuk memacu aktifitas e-commerce sangat dibutuhkan. 
Kindle 3G Wireless Reading Device, Free 3G + Wi-Fi, 6" Display, Graphite, 3G Works Globally - Latest Generation 
Di Indonesia juga tak mau kalah, tahun 1996, situs berbau e-commerce sudah mulai muncul, kita kenal www.sanur.com(sepertinya sudah ganti pemilik, setelah saya cek), walaupun masih sebatas katalog buku online. Berkembang berikutnya yaitu www.bhinneka.com, yang lebih mengedepankan service/pelayanan. Berkembang tahun 2000an seperti kaskus, tokopedia, dll. Mereka kesemuanya memiliki peranan penting bagi perkembangnya e-commerce di Indonesia. 
Bocoran informasi neh, pada waktu dekat akan luncur sebuah situs yang peruntukannya untuk social media dan e-commerce(kolaborasi keduanya). Yang dipastikan akan menjadi media yang sangat tepat untuk perdagangan online. Situs tersebut lahiir di Indonesia yang akan memberi inspirasi dan pemanfaatan banyak kepada dunia e-commerce secara global. Tunggu berita selanjutnya ya, saya akan update terus :).
(made in astawama)

Wednesday, August 11, 2010

Memimpikan Indonesia sebagai pionir bisnis e-commerce

Memang adakalanya mimpi itu diluar batas wajar dan tidak bisa diterima dengan akal. Namun itu hanya bisa menjadi angan-angan belaka jika tidak ada action dalam mewujudkannya. Terkadang orang beranggapan skeptis terhadap apa yang menjadi impian dan tindakan kita. karena mereka beranggapan itu sedikit kemungkinan bahkana tidak akan terwujud, karena batasan mindset yang mereka buat sendiri. Mimpi itu harus ada agar orang bisa tahu tujuan hidupnya. Tinggal bagaimana kita membuat mimpi itu jadi nyata, ada caranya dan tisak ada yang tidak mungkin. Ok, intermezo gak usah panjang lebar hehehe, lain kali saya sempetin bahas deh tentang mengejar mimpi.
Masih berkaitan dengan mimpi, mengharapkan Indonesia menjadi tempat dan kiblat nya bisnis e-commerce bisa menjadi kenyataan dan bukan hanya isapan jempol bayi belaka. Walaupun pada saat ini kegiatan e-commerce lebih banyak berkembang di amerika, eropa, serta sebagian asia seperti jepang, korsel, china, dan bahkan singapore, tetangga kecil kita. Indonesia, kalau saya bilang, e-commerce baru berkembang dan akan tetap terus berkembang menemukan jati dirinya yang disesuaikan dengan pola perilaku orang-orang Indonesia sendiri. 
Pola budaya E-commerce di Indonesia tidak bisa disamakan dengan e-commerce yang berkembang di Amerika. Pola e-commerce bisa dikembangkan di Indonesia dengan konsep yang cukup unik. Kenapa?bisa dihubungkan dengan perilaku budaya konsumen di Indonesia yang saya lihat masih banyak dan percaya terhadap rekomendasi dari keluarga, atau teman untuk akhirnya memutuskan untuk membeli sesuatu (getok tular/word of mouth). E-commerce yang bisa mendukung konsep getok tular tersebut saya prediksi yang bisa berkembang pesat di Indonesia. Terlepas dari kondisi support teknis yang belum optimal tetapi itu dapat cepat dikejar seiring bekembangnya teknologi dan SDM. Survey yang dilakukan oleh Hill dan Knowlton menunjukkan bahwa 83% responden mengaku bahwa belanja online terpengaruh oleh pengalaman sebelumnya, pengalaman ini bisa dari rekomendasi keluarga dan teman. Lebih lengkap coba baca tulisan saya sebelumnya. Sistem getok tular di Indonesia memang merupakan strategi yang tepat sasaran untuk diterapkan dalam hal apapun, contohnya memasarkan produk detergen pencuci piring sampai keisengan sinta dan jojo dengan keong racun nya :).
Indonesia sendiri sudah berkembang berbagai macam bentuk web bertema e-commerce, bhinneka salahsatu pionir nya, dari sekian banyak itu ada yang mati ditengah jalan dan ada pula yang tetap eksis dengan keunikannya. Kebanyakan web tersebut mempunyai pola B2B (business to business) dan B2C (business to consumer); B2B yaitu e-commerce yang ditujukan untuk transaksi perdagangan antar perusahaan seperti produsen ke grosir atau pengecer, sedangkan B2C yaitu e-commerce yang ditujukan untuk transaksi perdagangan dari perusahaan ke konsumen langsung. Konsep C2C (consumer to consumer) atau transaksi antar konsumen juga sudah mulai dikembangkan di Indonesia, forum jual beli kaskus dan berniaga.com salahduanya. :)
Untuk mewujudkan mimpi sebagai pionir memang tidak semudah menolehkan muka kita. perlu dukungan dari berbagai pihak seperti produsen, teknis pendukung (web dan infrastruktur internet), law rules, dan konsumen sendiri. Indonesia sendiri menurut saya merupakan lahan bahas untuk mengembangkan bisnis e-commerce ini, dilihat dari jumlah penduduk yang besar lebih dari 200juta, pengguna internet yang bertambah dan sudah mulai menjadi kebutuhan primer mereka (walaupun belum semuanya), pola konsumtif orang Indonesia yang sangat tinggi dan unik, serta infrastruktur internet yang mulai baik dan berkembang ke pelosok nusantara, kondisi geografis yang berpulau-pulau. Melihat data transaksi e-commerce yang ada di Indonesia saat ini mencapai US$ 3,4 miliar pada tahun 2009 dan tahun 2010 secara global dunia dengan transaksi kurang lebih US$ dua digit triliun (gak kuat ngetik angka nya hehehe).
Dengan beberapa modal tersebut menurut saya, e-commerce di Indonesia jika dirawat dan dipelihara serta ditumbuhkan dengan penuh dedikasi, Indonesia akan menjadi salahsatu pionir pertumbuhan bisnis e-commerce di dunia. Jelas, pihak yang berkepentingan didalamnya harus lebih memberikan frekuensi yang sering untuk edukasi yang membangun perihal e-commerce. Tidak hanya mengajak-ajak konsumen untuk membeli barangnya lewat online tapi lebih luas dari itu, edukasi lebih dibutuhkan saat ini untuk memberikan wacana yang baik dan prospektif untuk masyarakat. Banyak faktor penting lain yang harus diperhatikan seperti hukum yang mengatur perdagangan online (yang saat ini masih belum dijamah oleh pemerintah), dan metode transaksi pembayaran nya. Bisnis e-commerce harus didasari kepercayaan antar sistem yang bermain di dalam nya. Dengan beberapa pemaparan saya diatas, saya yakin jika diterapkan dengan baik dan penuh dedikasi, maka e-commerce Indonesia yang dulu sempat terkena blakclist dan terpuruk dimata dunia, akan menjadi salahsatu yang diperhitungkan. (Astawama's mind)

Monday, August 9, 2010

Apakah anda sudah punya standar hidup yang layak? temukan jawabannya disini

Setiap manusia selalu memiliki Standar Hidup dan Keuangan , standar ini tidak datang begitu saja. Dan 1 hal yang menarik begitu mereka mencapai titik tertentu mereka akan
merasa tenang. Atau mereka belum mencapai titik tertentu yang merupakan standar hidup mereka, maka mereka akan secara giat untuk mengejar hal tersebut

dari mana datangnya standar hidup ini ? salah satunya adalah melalui siapa panutan kita,
misalkan orang tua kita, atau teman kita atau figur publik di media. Dan ini akan berakibat
kedalam kualitas kehidupan Anda, misalkan Anda memilih menjadi seperti panutan Anda
yang ternyata hanya memilih bahagia namun secara keuangan kurang ? Maka plus minus
akan menjadi seperti itu diri Anda.


Nah melalui materi "The Standart of Your Life" oleh Tung Desem Waringin ini, Anda akan mempelajari tentang hal ini secara lebih mendalam dan detail

Coba Anda pikirkan jika Anda bisa memiliki Standar Hidup dan Keuangan yang dahsyat saat ini, seperti apa kehidupan Anda 2-5 tahun kedepan ?

Dan untuk kali ini, jangan Anda menunggu besok atau minggu depan, segera Anda
pelajari dan tuai keajaiban demi keajaiban dalam hidup Anda, karena Anda sudah memiliki standar kehidupan yang dahsyat

Jangan menunda lagi sekaranglah saatnya Anda memiliki standar kehidupan yang Anda benar-benar inginkan !

follow facebook TDWClub : Facebook TDWClub
follow twitter TDWClub : Twitter TDWClub

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi