Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Saturday, May 4, 2013

R.I.P untuk Multiply.com *_*

R.I.P
Belum lama Multiply.com menghentikan pelayanan yang fokus pada jejaring sosial dan blog pada 1 Desember 2012, dan beralih ke pelayanan e-commerce ala mereka; pihak manajemen yang berkantor pusat di Jakarta memutuskan untuk menghentikan total situs mereka. Aoucchh....why?? padahal baru saja akhir tahun 2012 lalu mereka pindah haluan ke bidang e-commerce yang mungkin lebih menjanjikan. Namun tak sampai 6 bulan berjalan, sudah gulung tikar. Seperti yang dikutip dari vivanews.com bahwa,

"Multiply akan ditutup per tanggal 6 Mei 2013. Dengan sangat menyesal, kami umumkan bahwa situs Multiply.co.id (dan Multiply.com) akan kami tutup per tanggal 6 Mei 2013 dan kami akan menghentikan semua kegiatan usaha kami per tanggal 31 Mei 2013," 

         Ini menurut saya sebuah ironi dimana kondisi e-commerce saat ini di Indonesia yang sedang akan lepas landas, justru diwarnai oleh penutupan salahsatu situs e-commerce terbesar di Indonesia dan regional ASEAN. kalau dirunut dari awal, bahwa situs ini berkembang dari motherland nya social network yaitu Amerika. Kemudian memindahkan markas besarnya ke Indonesia karena melihat potensi pengguna social network yang sangat besar di negara ini. Tak lama kemudia, CEO Multiply, Stefan Magdalinski memutuskan untuk tidak melayani lagi fitur-fitur jejaring sosial per 1 Desember 2012. Eh....belum genap 6 bulan, CEO memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas yang berjalan di Multiply di seluruh dunia. OMG...!! 
      Saya melihatnya Multiply ini kehilangan arah, strategi yang dibuat memang harus sesuai dengan perkembangan jaman, tapi apakah core vision nya juga ikut dipertimbangkan? Agak janggal saja tiba-tiba 5 bulan berjalan dengan konsep baru kok malah ditutup? Salah strategi? atau memang perusahaannya sudah sakit internalnya ditambah kondisi eksternalnya sangat ekstrim untuk pertarungan di bidang e-commerce; mengingat nama besar Jual beli Kaskus.co.id yang sudah melegenda lebih dulu di Indonesia. Belum lagi marketplace yang lain seperti Tokopedia, Tokobagus, Berniaga yang bisa dibilang lebih agresif mengambil ceruk pasar e-commerce di Indonesia.
         Pasar lagi berkembang, kelas menengah lagi berjaya, e-commerce sedang gencar menjadi salahsatu e-lifestyle; tidak dapat menjadi patokan utama sebuah perusahaan besar sekelas Multiply ini untuk bertahan di kondisi ekosistem e-commerce Indonesia yang masih carut marut. Setidaknya ini menjadi pelajaran bagi semua pelaku dan calon pelaku bisnis e-commerce Indonesia untuk tidak turut larut dalam euphoria booming nya e-commerce di Indonesia. Saya justru mengkhawatirkan datangnya gelembung dot com e-commerce yang mengakibatkan satu demi satu situs e-commerce rontok dengan sendirinya! Perlu diingat karakter orang Indonesia itu different sekali dengan orang Amerika ataupun Jepang sekalipun dalam hal attitude dan cara pandang terhadap internet. Ekosistem e-commerce di Indonesia juga belum sempurna. Seharusnya pelaku bisnis internet bisa melihat itu lebih dulu baru dapat menyiapkan strategi yang terarah.
         Namun ada langkah jujur dan gentle dari CEO untuk mengakui bahwa perusahaan yang dia pimpin mengalami kegagalan dalam bersaing di pasar. Ini hal positif yang tidak semua pemimpin bisa mengakui bahwa dirinya gagal membawa perusahaannya menuju lebih baik Seperti yang dikutip pada laman dnaberita.com , bahwa

"Setelah berusaha sangat keras, kami terpaksa mengakui bahwa kami tidak berhasil melakukannya," ucap CEO Multiply Stefan Magdalinski. "Saya sangat menghargai tim saya untuk segala jerih payah dan kegigihannya walaupun hasil akhirnya bukan yang kami inginkan."

Baca juga "Daily Deals, apakah akan tetap bertahan?"


note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi