Thursday, January 8, 2015

Bagaimana maskapai Low Cost Carrier sering menjual tiket murah? apakah aman terbang bersamanya?

           



Judul yang lagi hangat diperbincangkan saat ini. Semenjak jatuhnya pesawat QZ8501 AirAsia (AA) dari Surabaya, Indonesia tujuan Changi, Singapore pada akhir desember 2014 lalu membuat banyak orang bertanya-tanya apakah aman memakai pesawat berbiaya murah seperti AirAsia ini? Bukan pertanyaan itu saja yang mengganjal, bagaimana bisa maskapai melempar harga kursi sangat murah bahkan sering gratis kepada calon penumpang padahal term baku pada industri pesawat adalah safety is first and must!? Dua pertanyaan ini akan coba saya bantu analisa dan jawab yang saya olah dari banyak sumber dan diskusi dari beberapa teman serta dari analisa pribadi. Boleh bantu tambah opini nanti di kolom komentar bawah ya guys :)
        Maskapai Low Cost Carrier (LCC) seperti AirAsia ini pada awal 2000 an memang sedang tumbuh pesat, banyak yang tumbang, namun tidak sedikit yang tetap bertahan dan mempunyai prestasi 5x berturut-turut the best low cost carrier in the world versi Skytrax , ya siapa lagi kalau bukan AirAsia. Dipimpin oleh seorang CEO jebolan Warner Music, Tony Fernandes, AirAsia dengan sangat percaya diri memimpin pasar LCC dunia. Bahkan tiap tahun dan tiap bulan selalu ada promo yang sangat menggoda iman bagi para calon penumpang dan bagi para traveler muda seperti saya :) hehehe. Coba kita lihat dari beberapa poin ini nanti silahkan kalian simpulkan sendiri untuk menjawab pertanyaan ini :)

1. Fast Turn Arround; 
             Di LCC tidak menyediakan makanan secara gratis, dan disediakan hanya secukupnya bila ada yang pesan pra terbang dan yang pesan di kabin. Ini berarti tidak ada pekerjaan berat seperti catering uplift dan tidak ada staff khusus catering. Begitu juga membersihkan kabin semua dilakukan oleh Flight Attandent / FA (pramugari/a), tak jarang pada saat terbang, sang FA mondar-mandir bawa kresek sampah hitam besar, biasanya dilakukan sesaat sebelum landing, dan penumpang diminta kerjasamanya untuk mengumpulkan sisa-sisa sampah yang masih tercecer di bangkunya, ya kan? 
            Lagipula LCC itu berute pendek, jadi tidak akan banyak sampah, nah... begitu landing, si FA hanya fokus security check,..done! selesai dalam 25 menit dan terbang lagi....(sudah include menggiring penumpang keluar dan memasukkan kembali penumpang sampai duduk rapi, hehe). Nah jika dibandingkan si full cost flight seperti katakanlah Garuda mana bisa 25 menit, harus minimal 40 menitan karena proses pengerjaan yang banyak dan memakan proses waktu... Karena semakin lama parkir di appron maka biaya parkir juga semakin besar, ini akan membebani cost maskapai. 

2. Terbang Tanpa Fasilitas Kenyamanan;
            Begitu pula dengan fasilitas kenyamanan lainnya seperti bagasi, AirAsia tidak memaksa penumpang membayar lebih untuk bagasi yang penumpang yang tidak dibutuhkan itu. Silahkan beli sesuai kebutuhan, kecuali rute domestik wajib 15 kilo dengan harga 40 ribu saja. Fasilitas lainnya seperti pilih kursi, kalau di AirAsia silahkan beli sesuai keinginan mau duduk dimana, mau reguler seat atau hot seat, kalau tidak ingin pilih seat maka akan dipilihkan sesuai dengan aturan dari AirAsia.
       Fasilitas lainnya lagi yaitu pesan makan sendiri, bisa dilakukan lewat web, termasuk selimut, entertainment, dll. Jadi yang dilempar di pasaran adalah bener-bener harga basic anda terbang. Karena sejatinya terbang rute pendek, nggak perlu kenyamanan yang over. Cukup duduk manis, pasang seat belt, ngemut permen dan tidur, 1-2 jam setelahnya sudah landing di bandara tujuan. Toh juga tidak mengurangi kenyamanan terbang, karena semuanya sudah disesuaikan dengan standar industri terbang. 

3. Flight based by Airline base;
             Rute LCC seperti AirAsia dalam sehari bisa terbang lebih banyak dibanding reguler flight dan rute terakhir kembali ke airline base misal Jakarta-Jogja-makassar-surabaya-palembang-balik lagi ke Jakarta, hampir tidak ada biaya inap crew, antar jemput crew dan pilot PP ke bandara juga tidak ada. Signifikan? jelas sangat signifikan biaya cost fasilitas itu. Dan mau tahu apa isi koper yang digeret crew FA itu? Bukan pakaian melainkan berkas2 hahaha. 
           Dalam sehari maskapai LCC bisa terbang lebih dari frekuensi maskapai full cost, dan jam terbang crew dan pilot tetap memakai standar industri penerbangan. Perlu diketahui, pilot terbang jarak jauh sesekali akan lebih capek kondisinya daripada jarak pendek yang berkali-kali, padahal jam terbang hari itu sama jumlahnya. 


4. Tiket sold directly;
           Ya..., lebih banyak jual lewat website langsung, suruh cetak / print sendiri, dan check in online untuk menghemat pembukaan operasional agen di tiap kota, semuanya self service dari si penumpang

5. Smaller airport/terminal khusus;
             Ini yg baru dilakukan di eropa, mereka punya airport dan terminal sendiri khusus utk LCC sehingga biaya pajak bandara, dan cost operasional tdk terlalu tinggi, di Indonesia masih jadi satu FCC dengan LCC, sebenarnya ini solusi bagus untuk Indonesia, jika tidak memungkinkan bandara sendiri ya terminal khusus tak masalah. 

6. Company Budget Planning (sumber : tulisan mas Faisal Umry di grup BD);
             Ini yang menarik dari sebuah perusahaan khususnya maskapai LCC bagaimana mereka bertahan dengan lempar harga murah sangat sering.

"Prinsip dari budget adalah planning pemasukan dan pengeluaran, nah ini harus imbang dan sedapat mungkin pemasukan lebih besar dari pengeluaran supaya dapat profit.

Pemasukan itu jelas dari revenue, dari sales dan lain lain. Pengeluaran itu jelas dari ongkos operasi, termasuk bayar karyawan dll, dsb,dst. Dalam perusahaan tidak peduli disatu point jual rugi dan di point lain jual untung besar, yang dilihat adalah revenue dalam satu tahun! Sekali lagi REVENUE dalam setahun!
Sederhananya begini (misalnya) :
Angka angka ini hanya perumpamaan :
Budget plan :
Jumlah flight per tahun : 10.000 flight
Operation cost : USD 100.000.000
Sederhananya, berapapun pax yang dibawa ya tetap aja costnya. (actual nya tidak sesederhana ini ya) saya hanya coba menyederhanakan supaya mudah dipahami.
Sekarang revenue (pemasukan) :
Sales : USD 90.000.000
Iklan : USD 10.000.000
Total USD 100 juta impas kan???
Padahal bisa dipastikan tidak semua flight itu full, teman2 tentu setuju dengan saya.
Nah sekarang bagaimana Air Asia group mencetak uang gratis, ya saya bilang MENCETAK UANG GRATIS.
Taruh lah rata2 setiap flight itu 10% kosong, berarti ada 18 kursi kosong. Tapi tidak semua kursi kosong 10% kan? Pada peak season tidak ada kursi kosong JUAL MAHAL dong.
Nah pada low season ada dong kursi kosong bahkan more than 10%.
Let Tony Fernandes magic begin :
Dia buat promo 0 rupiah untuk ngisi kursi kosong itu, kita kita "dipaksa" beli setahun sebelumnya.
Namanya sih 0 rupiah, tapi apa kita bayar 0 rupiah? I don’t think so, minimal untuk tiap sector kita bayar Rp.300.000,- am I correct.
Misal dari 10.000.000 seat yang tersedia setahun dia obral didepan 0 rupiah 10% saja atau 1.000.000 seat berapa uang yang diterimanya?
Teman teman tentu ingat Air Asia pernah bikin promo sejuta kursi gratis, itu beneran sejuta kursi loh.
Taruhlah setiap seat kita bayar USD 20. Jadi Tony Fernandes dapat duit USD 20.000.000.- bener ini DUA PULUH JUTA USD DOLLAR!!!!
Dia hanya punya kewajiban menerbangkan kita setahun kemudian!
Lihat apa yang terjadi di General Ledger nya :
Pemasukan awal nya :
Sales : USD 90.000.000
Iklan : USD 10.000.000
Total USD 100 juta impas kan???
Setelah dapat duit gratis :
Sales : USD 90.000.000 + 20.000.000
Iklan : USD 10.000.000
Total USD 120 juta hehehe.
Tanpa sadar kita semua sudah "dipaksa beli" oleh Tony Fernandes, Air Asia meminjam duit dari kita, tanpa bunga, nggak perlu dikembalikan, hanya perlu nerbangin kita setahun didepan.
Jadi Air Asia group tidak akan pernah rugi jual tiket murah, malah UNTUNG BESAR!!!
DAN, Tony Fernandes bisa ngutang ke Bank dengan bilang ini loh aku sudah punya calon penumpang setahun kedepan…….
Perusahaan mana di dunia ini yang bisa dapat DUIT gratis????? Hanya Air Asia saya rasa."

             


Baca juga : Gara-Gara AirAsia nih!



Ya begitulah kurang lebih gambaran bagaimana maskapai LCC dapat hidup dan bertahan :). Jangan pernah ada keraguan atau mengkaitkan antara harga tiket murah dengan keselamatan penerbangan, karena itu tidak berkolerasi. Industri penerbangan itu yang utama adalah menerbangkan orang dengan aman.
               Korelasi yang tepat dengan harga tiket murah adalah hanya di fasilitas kenyamanan di darat dan kabin. Jadi saya meragukan analisa dan keputusan dari pak Jonan (Menhub) untuk merevisi harga batas bawah tiket pesawat. kenapa tidak benahi dulu internal kementerian perhubungan baru terapkan aturan ke maskapai-maskapai dengan sangat disiplin, kenapa grusa-grusu seperti itu?.
               Jika benar ini terjadi, bakal merembet ke banyak sektor seperti industri pariwisata. Karena hampir 90% industri pariwisataa domestik ditopang oleh LCC, jika LCC tidak murah lagi (namanya bukan LCC lagi dong ya? hmmm) maka efek domino bakal terjadi sesudahnya. Termasuk saya traveler muda dan calon-calon traveler lainnya yang ingin bermimpi mencicipi jalan-jalan dalam negeri yang sangat eksotis itu dengan pesawat berbiaya murah akan kandas. Akankah itu? semoga tidak!



*foto sumber : internet

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

1 comments:

Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah aku bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259

Post a Comment

Hai teman, gunakan nama dan URL kamu sehingga bisa saya link back lagi nanti, terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi