Saturday, May 14, 2011

Lady Gaga: Sebuah fenomena sosial dan musik




Lady Gaga
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986 umur 25 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah penyanyi pop Amerika. Dia mulai tampil dalam kancah musik rock dari New York City Lower East Side pada tahun 2003 dan terdaftar di New York University's Tisch School of the Arts. Dia lalu menandatangani kontrak dengan Streamline Records, atau sekarang disebut Interscope Records. Selama waktu awal dia di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menangkap perhatian seorang penyanyi Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan memasukkan Gaga ke label milik Akon, Kon Live Distribusion.
Gaga menelurkan album perdana The fame tahun 2008 dan selalu menduduki cart tertinggi tangga lagu di Inggris, Irlandia, Jerman, dan negara eropa lain serta menduduki 10 besar tangga lagu di seluruh dunia. Di Amerika, Gaga menduduki cart kedua Billboard 200. Dan kesuksesan tersebut berlaku juga pada album-album berikutnya.

Mengapa Lady Gaga menjadi begitu sukses nya di industri musik?
Lady Gaga sebelum menjadi artis penyanyi, dia sudah berkarier di bidang aransemen/komposer musik. Tak dipungkiri kemampuan musikal nya juga sudah teruji. Lady Gaga berada di jalur elektro-pop yang pada saat itu masih jarang diangkat ke industri musik dan sukses, tapi Gaga bisa melakukan nya. Dengan karakter nya yang selalu provokatif dan eksentrik, Gaga bisa mengkolaborasikan antara musik dengan packaging fashion yang unik. Selalu tampil dengan busana dan asesoris yang super unik dan tidak biasa orang pakai. Memakai pakaian berasal dari daging sapi mentah, sampai barang bekas yang akan menjadi limbah, dia olah sebagai sebuah busana yang sangat unik. Gaga menjadi trendsetter juga pada industri fashion untuk mengilhami desainer-desainer kelas dunia. Dalam 3 tahun Gaga menggemukkan dompetnya sebanyak 40.5 juta pound, urutan ketujuh diatas Madonna, yang pasti bukan hanya Gaga sendiri yang menikmati kesuksesan tapi juga label yang menaungi Gaga dan stakeholder , karena ini adalah sebuah jaringan industri musik. Terlepas dari itu semua, sebuah fenomena sosial muncul sebagai sebuah penjabaran ide dan inovasi yang cukup unik. 
Kegilaan Lady Gaga membuat salah satu Universitas di Amerika yaitu South Carolina memasukkan mata kuliah sosiolog bertema tentang “Lady Gaga dan kebangkitan nya untuk terkenal” yang akan diajarkan oleh Profesor Mathieu Deflem yang juga penggemar berat Gaga. Kata beliau, Gaga adalah sebuah produk yang menciptakan fenomena sosial dan membius jutaan orang sedunia. Diantaranya lebih dari 10 juta penggemar di facebook, dan 6 juta lain nya di Twitter.
Karena kenyentrikan dan juga kesuksesan Gaga dalam industri musik, dinobatkan oleh majalah Time dan Forbes dalam daftar tahunan "Orang-orang Paling Berpengaruh di Dunia" dan "100 Most Powerful and Influential celebrities in the world". Forbes sendiri menempatkan Gaga sebagai perempuan nomor tujuh se-dunia yang paling berpengaruh saat ini. Gaga membuktikan bahwa dengan ide yang unik dan masuk ke pasar yang pas, sukses akan dipegang, dan pada akhirnya virus Lady Gaga sudah mewabah dan menghipnotis semua orang di seluruh dunia.(Astawama.case study: MK Inovasi Bisnis, MM UII Jogja)

2 comments:

kenapa ya lady gaga banyak peminatnya padahal muka gag cantik suara juga gag bagus n kurang menjual :D menurut saya pribadi nih sob selalu cari sensasi apa an ituuuu oh my god

i like lady gaga....

very sexy.....and nice voice...

Post a Comment

Hai teman, gunakan nama dan URL kamu sehingga bisa saya link back lagi nanti, terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi