Saturday, June 4, 2011

I think Social Commerce is the best solution?

E-commerce sekarang bukan hal baru lagi, sudah banyak pemain baru yang bermunculan untuk merebut pasar dunia maya, seperti pernah saya singgung di posting toko online yang ada di Indonesia.  Pemain besar yang sudah terjun jauh hari sebelumnya pun tetap fokus dan intens mengembangkan jaringan dan bisnis nya. Dukungan jaringan internet yang tumbuh secara eksponen serta regulasi pemerintah terhadap e-commerce dari masing-masing negara sudah mulai diperbarui dan digalakkan. Begitu juga respon pasar yang sangat positif terhadap e-commerce ini menjadi acuan investor dan creator untuk mengembangkan usaha di bidang e-commerce. 
Di indonesia saja sudah sangat berjubel marketplace, daily deals, toko online yang saling berkompetisi positif terhadap kemajuan e-commerce di Indonesia. Sebutlah tokopedia, tokobagus, kaskus FJB, disdus, gantibaju, dealkeren, gramedia shop, sampai pemain luar yang ekspansi di Indonesia seperti rakuten dari jepang, e-bay dari amerika. Itu semua belum ditambah dengan toko online skala UKM yang pertumbuhann nya juga sangat eksponen. 
Melihat faktor-faktor itu semua, sangat yakin sekali e-commerce Indonesia akan take off dan dapat bersaing dengan e-commerce di dunia di sekitar 3 sampai 5 tahun lagi dari 2011. Seperti dilansir dari majalah marketeers juni 2011, Melihat tingkat penetrasi internet Indonesia yang masih rendah sekitar 18 persen tahun ini serta jika pertumbuhan internet dan broadband tumbuh linier maka Indonesia akan seperti jepang di tahun 2020, dimana e-commerce dan transaksi dengan "klik" akan sangat membudaya dan menjadi kegiatan sehari-hari warga nya. Mungkin kedepan kita akan bisa memesan bakso lewat online dan datang dalam keadaan panas :) menyenangkan sekali. Bisa digambarkan dan dibandingkan, lingkungan internet Indonesia saat ini sama seperti Taiwan di 2004 , Korea di 2002 , atau Jepang di tahun 1999. 
Nah, jika dikorelasikan dengan e-commerce, sekiranya akan tumbuh linier juga sebanding dengan pertimbuhan bagus beberapa faktor yang saya paparkan di alinea atas. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa lingkungan internet Indonesia tidak sama dengan Amerika, Jepang bahkan taiwan. Indonesia itu unik baik dari segi budaya konsumtif , pencitraan, sampai budaya bersosial. Hal ini harus menjadi perhatian bagi investor dan creator bisnis e-commerce, karena mereka harus memiliki intuisi yang tepat untuk menerapkan cara yang mumpuni dalam mengembangakan lingkungan bisnis e-commerce Indonesia. Lingkungan Internet Indonesia sangat suka sekali dengan hal-hal yang berhubungan dengan sosial networking, saling add, sapa-menyapa, dan hanya sekedar taruh komen, kebiasaan ini sepertinya sekarang sudah menjadi budaya netizen tanah air. Pengaruh social networking bagi mereka sudah sangat primer sekali, dan social networking merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Nah ini tugas dari pemain-pemain e-commerce untuk lebih memberi nilai bagi produk buatannya sehingga lebih touching terhadap ekosistem internet Indonesia sehingga netizen akan lebih tertarik untuk ber e-commerce ria. so, I think the social commerce is the best solution for Indonesian e-commerce.

0 comments:

Post a Comment

Hai teman, gunakan nama dan URL kamu sehingga bisa saya link back lagi nanti, terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

List rekomendasi