Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Friday, January 25, 2013

Daily Deals, apakah akan tetap bertahan?

       Sebelumnya apakabar semuanya? salam semangat 2013, setelah lama tak tulis menulis lagi akhirnya sekarang ada kesempatan menyapa pembaca setia blog saya ini :). Semoga di tahun yang baru ini, kita lebih semnagat dan pantang menyerah menggapai mimpi-mimpi kita yang sudah kita catat di buku resolusi. Anyway, berbicara tentang e-commerce, salahsatu bidang kesenangan saya, banyak sekali cabang-cabang bisnis yang diciptakan dari perdagangan maya. Bisa dibilang B2B,B2C, C2C, lelang online, sampai daily deals yang baru booming beberapa waktu ini membuat e-commerce menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak? cukup membuat website tidak harus membuat gedung megah untuk mendisplay barang dagangan, toko buka 24 jam, akses marketing keseluruh dunia. 
         Salahsatu bisnis berlabel e-commerce yaitu daily deals sedang mengalami masa naik daun di Indonesia. Pemain Daily Deals saat ini yang tercatat di situs Dskon.com sudah mencapai lebih dari 20 buah. Tidak semuanya pemain lokal, namun pemain asing yang berhasil mengakuisi perusahaan lokal ikut mengambil ceruk bisnis ini. Memang sepertinya bisnis ini sangat menguntungkan, karena "lebih jelas" memberikan benefit ke konsumen, yaitu diskon yang gila-gilaan sampai 70% bahkan gratis dari sebuah produk/jasa yang ditawarkan merchant yang bekerjasama dengan perusahaan Daily Delas tersebut. Bisnis ini sebernarnya cukup sederhana, hanya menawarkan diskon dalam rentang waktu tertentu biasanya dalam hitungan hari sesuai kesepakatan antara perusahaan dengan merchant. Lalu konsumen dapat memilih produk sesuai dengan ketertarikan atau kebutuhan masing-masing. Namun biasanya ada syarat tersendiri bahwa suatu "deals" bisa tereksekusi untuk dijalankan sampai masa rentang penawaran habis. Misal, produk A bisa tereksekusi jika sudah mencapai 10 orang yang memilih "deals" tersebut. 
     Bisnis ini memang berkembang pesat, salahsatu CEO dari Daily Deals yang beroperasi di Jogja mengungkapan bahwa penghasilan mereka dalam satu bulan dapat mencapai 50 juta. Mereka hanya memperkejakan beberapa karyawan yang masih berstatus mahasiswa. Ini hitungan dari sebuah perusahaan kecil, belum yang berlabel seperti Living Social, atau Disdus pasti bisa berkali-kali lipat dari nominal tersebut.
Respon dari konsumen juga cukup tinggi karena penawaran dari Daily Delas yang cukup membuat mata dan kantong konsumen terbuka lebar. Diskon yang diumbar sangat fantastis, siapa yang tidak mau?
        Namun dari kesemua fenomena tersebut, apakah Daily Deals akan tetap bertahan? Bisnis selalu bersifat dinamis dari waktu ke waktu dan memaksa pemilik bisnis untuk kuat bertahan dan kreatif dalam mempertahankan bisnisnya. Begitu juga Daily Deals, pada saat ini memang bisa hanya sekedar menawarkan diskon dengan harga fantastis, namun konsumen juga lebih pintar dalam menetapkan keputusan. Semakin banyak pemain, konsumen akan semakin banyak peluang dalam memilih produk, bukan hanya peluang namun kebingungan dalam memilih juga pasti akan hinggap di dalam benak konsumen. Perusahaan harus dapat mengerti kebutuhan konsumen atau bahkan "memaksa" konsumen untuk memilih produk kita seperti yang dilakukan perusahaan Apple saat itu. Memberikan pelayanan yang prima dalam arti pelayanan yang customer oriented wajib dilakukan, kalau perlu memang customer service 24 jam tersedia di channel website anda. Diversifikasi produk jika perlu dilakukan jangan segan-segan melakukannya, karena ini bisa jadi daya tarik tersendiri dari perusahaan anda, kalau bisa diversifikasi yang terkait dengan Daily Deals terlebih dahulu sebelum keluar dari pakem bisnis yang telah anda lakukan. Modifikasi website anda agar lebih nyaman dan aman, pastikan menggunakan jasa kriptografi agar selalu aman terlindungi dari serangan hacker. Fasilitas lebih ditingkatkan seperti payment online yang bergama, tidak hanya transfer ATM namun bisa via credit card bahkan mungkin COD (cash on Delivery). Kreatif dalam memberikan nilai tambah kepada konsumen, bisa jadi memberikan misal website dibuat berbasis GPS, jadi konsumen akan dengan sangat mudah menemukan restoran terdekat rumah yang sedang mengumbar diskon melalui perusahaan Daily Deals. Atau memberikan voucher, point reward, atau hadiah langsung rutin kepada konsumen agar lebih tertarik memencet tombol enter untuk "Deals" yang ditawarkan.
       Kedepannya menurut prediksi saya, Daily Deals akan tetap berkembang dan tetap menjanjikan namun persaingan akan begitu ketat sehingga akan muncul banyak perusahaan dengan konsep modifikasi Daily Deals, jadi bukan Daily Deals murni seperti yang Groupon pertama kali tawarkan sekitar 5 tahun lalu. Dan nanti akan lebih banyak Daily Deals yang dia based on local/ city atau fokus pada produk tertentu bukan produk keroyokan tanpa spesifikasi khusus yang sekarang ini banyak dilakukan perusahaan Daily Deals. Tetap semangat menginspirasi dan memajukan e-commerce Indonesia!!!!
baca artiket terkait lainnya : social commerce?

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link blog saya. Terimakasih

Saturday, October 13, 2012

I'm A rapidTraveler, How About You?, have been launched....guys!!


Selama hampir 5 bulan berkutat dengan tulisan, konsep, dan edit layout, akhirnya buku yang saya impikan selama ini terwujud, alhamdullilah sesuwatu banged. Buku bertema traveling yang saya tulis ini memang kisah atau cerita prjalanan pribadai saya bersama 4 kawan seperkuliahan pascasarjana saya. Selama 2 minggu saya melanglangbuana ke negeri orang, nggak cuma satu negara saja namun 5 negara dibabat abis. Agak nekat sih sebenernya, karena ada beberapa alasan, yang pertama saya dan kempat teman lainnya belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di negeri orang, boro-boro luar pulau jawa saja belum pernah, lah ini langsung nyebrang ke kawasan indochina. Yang kedua, agak "rakus" karena langsung hantam 5 negara sekaligus dan itu nggak tanggung-tanggung dalam 2 minggu *apakah kalian harus bilang WOW! gitu? hehehe. Yang ketiga, berani "jalan sendiri" atau mandiri tanpa agen perjalanan. Namun dari kesemuanya alasan tersebut bisa dijadikan kesempatan tantangan baru dalam hidup saya. Jadi ini salahsatu konsep "out off the box" yang saya coba lakukan. 
         Ya....memang there's a will there's a way!, semua yang kita impikan lalu kita yakini, jalan dan proses menuju kesana pasti ada walaupun memang tak pernah mulus. Konsep itu yang selalu saya pegang. Dan apa jadinya? saya tak tahu apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk menyusun rencana perjalanan sampai bagaimana membayangkan kondisi di negara luar nantinya. Namun satu impian dan keyakinan itu yang selalu menjadi darah semangat saya untuk menyelesaikan "proyek pribadi" saya ini :)
Saya sangat berterimakasih dengan salahsatu teman saya yang me-"mention"-kan grup backpacker dunia (BD) di Facebook. Karena dari grup tersebut saya sangat dapat buannyaak informasi terkait tentang traveling khususnya rute yang akan saya lalui. Mereka *penghuni grup BD, sangat ikhlas dan menggebu-gebu membantu teman-teman nya yang kesulitan tentang informasi diluar negeri. Jadi memang BD ini ajang sharing yang sangat bermanfaat tentang traveling di penjuru dunia. 
      Hampir tiap malam saya mendekam di dalam ruang komputer saya di rumah, hanya untuk surfing informasi berkaitan tentang perjalanan saya, baik itu akomodasi, makan, tempat wisatanya, sampai budaya dan apa yang "Do and Don't" peraturan di negara masing-masing. Perjalanan diawali dari kota saya Jogja, flight ke Jakarta lalu lepas landas menuju kota pertama di Vietnam, Ho Chi Minh City, lanjut overland menuju Siem Reap, Kamboja, lalu jalan darat dengan kereta ekonomi made in Thailand ke Bangkok, disambung jalan udara menuju Phuket dan sambung lagi ke Singapura. Perjalanan terkahir di Kualalumpur, Malaysia, dan terbang pulang menuju Solo lalu sampai Jogja menggunakan Prameks. 

       Kunci sukses jika kamu mem"bolang" bersama teman-temanmu dengan perjalanan singkat ini hanya dua, "KOMPAK" dan "DISIPLIN". Kompak disini adalah semua masing individu harus menahan ego masing-masing karena di tengah perjalanan pasti akan banyak masalah dengan banyak "kepala" yang jalan sama kita. Jadi tahan ego itu kunci utama. Lalu yang kedua adalah selalu disiplin, dalam hal ini pasti sebelum berangkat, semua rencana perjalanan atau itinerary yang sudah disusun dan dibuat serta dikonsolidasikan dengan teman-temannya secara rapi jangan diacak adul begitun sampai di tujuan, karena itu pegangan (namun bukan kitab suci loh ^_^) yang harus dijadikan rujukan eksekusi di lapangan. Karena dengan kondisi perjalanan yang singkat, akan sangat rentan terjadi missplaning atau rencana yang lepas kontrol. Maka itu selalu harus disiplin "on schedule". Hal ini yang salahsatu bisa saya dapat tarik manfaatnya dari perjalanan singkat saya. yaitu tanggungjawab dan disiplin dari apa yang telah kita susun.
      Lalu apa yang kalian tunggu-tunggu? mau tahu kisah unik, lucu, dan konyol serta kisah inspiratif dan "quote" ilham dari beberapa pengalaman perjalanan saya ada di buku ini lengkap dengan itinerary dan budget detail yang harus dihabiskan, hanya $500-an saja budget keliling 5 negara ASEAN ini.
      HANYA Rp 69,900 pesan lewat nulisbuku.com, tanpa ongkir ke kotamu. Cek video promo saya di youtube http://www.youtube.com/watch?v=Avjl9Os2HSI atau cek website resmi di http://wamaastawama.wix.com/rapidtraveler atau bisa menuju blog rapidTraveler , Let's travel abroad and spread Good News From Indonesia!


Sunday, September 2, 2012

"Apple vs Samsung", harga diri Amerika dan Korea Selatan?


Apple vs Samsung
      Melihat perseteruan antara kedua kerjaan bisnis besar dengan latar belakang budaya organisasi yang berbeda. "Apple vs Samsung", antara Amerika dan Korea Selatan, antara "let's move quickly" dan "Bbalri-Bbalri". Sebuah pertarungan hebat dua raksasa bisnis berbasis teknologi ini menyita perhatian semua kalangan di seluruh dunia, baik praktisi maupun konsumen produk mereka. Hal ini menjadi sangat besar pengaruhnya terhadap masing-masing perusahaan karena efek perseteruan ini akan sangat merugikan. 

Keputusan pengadilan dari beberapa negara
      Sebelum dibawa ke meja hijau pengadilan di Amerika, di belahan negara lain seperti di Inggris dan Korea Selatan telah memutuskan perkara ini yakni di Inggris bahwa Apple harus memasang iklan di semua surat kabar dan majalah dengan isi menyatakan bahwa Samsung tidak meniru desain dari iPad. Di pengadilan setempat, Samsung menang atas gugatan dari Apple yaitu penghentian produksi Galaxy Tab karena dituding telah "copy paste" produk iPad. Namun akhirnya Samsung-lah yang menang. Lain negara lain keputusan, di Korea Selatan asal Samsung lahir, menyatakan Apple dan Samsung semuanya mempunyai kesalahan yang imbang. 
      Di Korea Selatan, Samsung melanggar sebuah hak paten dari produk Apple.Sedangkan dari Apple sendiri dianggap melanggar dua hak paten teknologi nirkabel dari Samsung. Apple diwajibkan membayar denda 40 juta won, sedangkan Samsung hanya 25 juta won.Hohoho....di negara sendiri mana mungkin bisa dikalahkan :).Nggak cuman itu saja, kedua perusahaan harus mengehntikan produksi dan penjualan dari beberapa produk andalan mereka.. 10 produk Samsung, termasuk Galaxy SII, nggak boleh dijual lagi lalu 4 produk Apple, termasuk iPad 2 dan iPhone 4. fuiih.....makin heboh saja nih....
        Begitupula di Jepang, pengadilan Tokyo memenangkan Samsung atas gugatan dari Apple yaitu menuding Samsung pada produk Galaxy S, Galaxy Tab, dan Galaxy SII melanggar hak paten atas konsep sinkronisasi musik dan video pada server. Akhirnya Apple kalah dan diwajibkan membayar gugatan. Begitu keputusan ini dirilis, saham Samsung melonjak 1,6% dari terakhir rilis.
        Lalu bagaimana dengan pengadilan di Amerika??? sepertinya akan lebih seru... Berbeda negara berbeda keputusan, apalgi di kandang sendiri, Apple memenangkan gugatannya terhadap Samsung. Apple menuding bahwa Samsung telah mencuri hak paten dan meniru fitur-fitur produk dari Apple yang terdapat pada hampir semua produk Samsung yaitu lebih dari 20 produk seperti di seri Galaxy S dan Galaxy Tab. Pada akhirnya Samsung diharuskan membayar lebih dari $ 1 milyar, wauw.... dan hebohnya lagi uang-uang tersebut harus di kirim dengan koin sebanyak 30 truk, wah gilaaa...hahaha

Belajar dari kasus Samsung dan Apple
Apa kira-kira yang harus kita ambil hikmah dan pembelajaran dari kasus ini.
1. Samsung dan Apple merupakan perusahaan besar dan perusahaan yang mengedepan dari sisi produk teknologi. Kita lihat Apple adalah boleh dikata pionir dari produk komputer dan gadget yang cukup visioner. Melihat dari produk-produk seperti iMac, iPhone, atau iPad. Apple seperti menajdi sebuah trndsetter teknologi terbaru dari komputer dan ponsel. Itu tak lain tak bukan juga karena pemimpin visioner mereka yang telah tiada yaitu Steve Jobs.
Samsung sendiri adalah perusahaan keluarga yang sudah mulai dirintis dari awal abad 20 an, mulai dari pertanian, sampai kini fokus di teknologi untuk rumahan (kulkas, TV, dll), laptop sampai sekarang yang terkenal adalah ponsel-ponsel pintarnya. Kedua perusahaan ini lahir dari sejarah dan budaya internal yang mereka bangun secara unik (rasa Amerika dan rasa Asia). Seperti yang pernah saya paparkan pada artikel sebelumnya yaitu South Korea: A Nation for watch.  Dengan ciri khas masing-masingnya berperan menggiring trend teknologi dunia ke arah yang lebih canggih.
2. Saling gugat menggugat.
Apple dan Samsung berperang di pengadilan memperjuangkan atas hak paten dan gugatan masing-masing yang dilayangkan ke pengadilan. Saya melihat disini Apple yang justru lebih getol ingin memberikan pelajaran kepada Samsung atas produk-produk Apple yang Samsung tiru. Terlihat juga dari kekhawatiran Apple bahwa produk-produk dia tidak berada di nomor satu. Pasar smartphone dan tablet masih Samsung yang mengendalikan yaitu 35% dan Apple hanya 18%. Mungkin karena "ketakutan" Apple terhadap dominasi pasar Samsung, maka Apple "merengek" ke pengadilan untuk "menjebloskan" Samsung dalam "kegelapan" arah untuk produk-produknya.
        Ya dari sekian banyak gugatan di beberapa negara, hanya yang menang telak di wilayah Amerika. Gugatan yang dilayangkan Apple ini juga berkaitan dengan ketidakpuasan dan kegusaran Apple karena produk-produk mereka "ditiru" oleh Samsung. Namun benar atau tidaknya itu ditiru, hasil pengadilan dari beberapa negara yang telah membuktikannya. Sebenarnya kalau menurut hemat saya, apa yang dilakukan Apple atau Samsung dalam hal teknologi merupakan lompatan besar manusia untuk kehidupan dan peradaban yang lebih baik. Sebenarnya Apple tak perlu melakukan gugatan berlapis tersebut karena sebenarnya pasar yang menilai apakah produk ini bagus atau kurang bagus. Kalaupun benar ditiru maka ya luncurkanlah produk yang lebih canggih dari sebelumnya, itu akan memberikan daya saing dan nilai pandang dari masyarakat terhadap perusahaan cukup tinggi. Tak usah terlalu khawatir dengan eksistensi, karena masing-masing merek tersebut punya tempat tersendiri di hati konsumen. Produk Samsung dan Apple memang cenderung sama baik fitur dan lainnya namun yang membedakan adalah pilihan dari konsumen mereka nyaman dengan gadget yang mana. Tapi ketok palu sudah dipukul oleh hakim di beberapa negara dan hasil sudah ada yaitu Samsung menang di Inggris dan Jepang serta kalah bersama Apple di Korea Selatan sendiri. Sedangkan di Amerika, Apple menang telak atas gugatan yang dilayangkannya terhadap Samsung. Terlepas dari itu semua, saya yakin dari kejadian ini kedua belah pihak nantinya akan lebih fokus dan mencari inovasi-inovasi terbaru yang dapat menjadi trendsetter dan dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Mereka pasti mempunyai visi yang sama yaitu "membuat peradaban dunia lebih baik" :).

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Saturday, July 28, 2012

Belajar dari KOPROL (start-up Indonesia) yang "didepak" dari Yahoo!

    
     Belum juga genap 3 tahun, "bayi" KOPROL ditutup oleh pihak Yahoo!. Usia KOPROL memang terhitung pendek karena hanya bertahan sekitar 2 tahun-an saja. Sejak pertama diakuisi oleh Yahoo! pada tahun 2010 senilai US$10 juta pada saat itu memberikan tamparan telak bagi KOPROL. Situs jejaring sosial berbasis "check in" ini pada awal dibangun 2009 oleh Satya Witoelar memang sangat berharap sekali menjadi situs yang besar dan menjadi terdepan di Indonesia. Walaupun harus head to head dengan Facebook yang penggunanya di Indonesia sangat banyak sekali dan lebih familier. 
    Dilain sisi juga, Yahoo! menutup KOPROL karena banyak alasan yaitu positioning KOPROL yang tidak bisa memberikan kontribusi keuntungan secara signifikan kepada Yahoo!. Apalagi dengan COE baru Yahoo! yang lebih ingin fokus pada konten dan proyek yang hanya menguntungkan saja, maka proyek lain yang sejatinya hanya memberikan kontribusi minim dan tidak berprospek besar bagi mendongkraknya pendapatan Yahoo! maka akan didepak dari yahoo!. Hal ini juga diperkuat karena Yahoo! sedang melakukan "turn arround" dari posisi sekarang yang sepertinya lagi "sakit" dengan merumahkan 2000 karyawan global mereka trmasuk 20 karyawan KOPROL yang dirumahkan. Maka Satya dkk tidak bisa menolak "pemecatan" situs buatan mereka dari Yahoo!. Tepat 28 Agustus 2012 nanti, KOPROL akan resmi ditutup.     
     Para pengguna akan diberitahu untuk mengekspor data-data pentingnya sebelum tanggal tersebut. Dari kejadian ini akan memberikan kita sebuah pelajaran bahwa karya-karya para Start-up anak negeri memang bagus dan kreatif. Namun disaat ada situs yang diakuisi oleh perusahaan dari Silicon Valley maka situs tersebut memang akan naik daun dan menjadi punya posisi yang kuat di pasar, karena ekuitas merek dari si "Bapak" yang mengadopsi "anak angkat" baru. Namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu akuisi bukan melulu jalan yang menguntungkan karena kalau saya pikir itu adalah strategi perusahaan si pengakuisi agar bisa memotong jalur kompas lebih cepat mengembangkan perusahaannya. Karena dinilai mungkin akuisi akan lebih murah biaya nya ketimbang harus research dari awal. Nah disini memang perlu dilihat kecocokan antara si pengakuisi dengan yang diakuisi. Supaya bisa kawin kan harus klop visi dan misi nya. Akan menjadi tidak menguntungkan bagi yang diakuisi yaitu pada saat perusahaan utama mengalami masalah yang berimbas pada masa depan situs yang diakuisi. Disaat mereka (yang diakuisi) sangat percaya diri karna dipinang oleh perusahaan besar namun dibalik itu mereka ktar-ktir disaat perusahaan utama brmasalah dan mreka tak punya kontribusi penting untuk perusahaan. Perasaan "zona nyaman" akan tertancap pada diri mereka karena merasa sudah ada yang "merawat". Disisi lainnya juga pada awal diakuisi memang perusahaan newbie tersebut mempunyai dana segar dan seakan mndapat rejeki nomplok, namun menjadi tidak berguna seperti debu yang ditiup hilang begitu saja disaat terjadi masalah seperti ini.
      Jadi disarankan agar para start-up tidak merengek-rengek situs nya dipinang perusahaan besar yang lbih punya pengaruh, namun upaya survive dari diri sendiri mungkin akan menjadi sebuah nilai yang berhaarga bukan hanya material tapi harga diri yang lebih bermartabat karena berdiri di kaki sendiri walaupun untuk mencapai kesusksesan agak sedikit lama. Go Start UP Indonesia!!! 

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi