Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Wednesday, January 11, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Singapore (part 1)

Mengawali tahun 2012 ini dan menghadapi tahun naga air, saya akan coba berkeliling ASEAN dan melihat seberapa besar perkembangan dan penetrasi e-commerce di masing-masing negara nya. Akan dibagi menjadi beberapa part masing-masing negara.

SINGAPORE....
      Didirikan oleh Sir Stamford Rafles pada tahun 1800 an berkembang menjadi sebuah pelabuhan yang cukup ramai.
      Negara Kecil yang bisa dikelilingi selama satu hari saja ini merupakan negara yang berkembang cukup pesat mulai pada dekade 70 an sampai sekarang. Mulai berkembang menjadi negara modern setelah dipimpin oleh Lee Kuan Yew, menjadi sebuah negara kota perdagangan yang pesat.
    Perkembangan infrastruktur negara diimbangi dengan pendapatan per kapita yang tertinggi di Asia Tenggara. Rakyatnya hidup dinamis dan disiplin, banyak peraturan disana-sini, mereka bisa hidup nyaman karena banyak aturan tersebut. 
    Melihat perdagangan yang pesat dan perkembangan internet yang juga sangat pesat, penetrasi nya mencapai hampir 70% dari jumlah penduduk yang mencapai 3,5 juta lebih menjadi sangat mudah bagi arus informasi dan perkembangan teknologi serta bisnis berbasis internat makin kencang di singapura. Namun jika dibanding dengan Indonesia walaupun dilihat penetrasi internet nya masih dikisaran belasan persen namun jika dibanding jumlah warga nya sudah 50 juta orang sendiri terhubung dengan internet (dailysocial.net). 
      Warga singapore lebih dinamis dalam mengakses internet tidak hanya berjejaring sosial saja seperti yang kebanyakan Indonesia lakukan namun warga singapura juga lebih banyak beraktivitas lewat email, akses berita, serta pesan instan mendominasi sebagai aktivitas rutin warga singapura. 
Jika melihat lebih dalam lagi terhadap perkembangan perdagangan online, tidak secerah perdagangan diatas tanah yang sudah lama lebih maju di singapura, mungkin karena dengan julah penduduk yang hanya 3,5 juta denga penetrasi intenet 80% penduduk. Vendor-vendor e-commerce singapura tidak dapat bergerak lebih leluasa, mungkin kalau saya lihat mereka sudah pada tahap "capek" meladeni pelanggan yang kurang variatif. Akhirnya ada beberapa investor asal singapura yang mencoba berinvestasi di Indonesia dengan menggandeng salahsatu website e-commerce yang baru lahir 2008 an lalu, Tokopedia. 
     Jadi para investor singapura sepertinya lebih memandang ke luar jendela rumah mereka bahwa rumput tetangga memang lebih rimbun dan besar :), Indonesia salahsatu pasar mereka. Cara pandang bisnis e-commerce singapura dengan Indonesia pun akan sangat berbeda, perilaku konsumen singapura mungkin sudah bisa lebih cerdas dan bisa disamakan dengan konsumen Amerika sekalipun. Namun Indonesia sendiri harus pelan-pelan mengedukasi saudara kita untuk mengenal lebih dalam internet dan baru menyuapi mereka dengan e-commerce. 
      Regulasi yang mengatur aktivitas e-commerce di Singapore sudah sangat jelas dan ketat tidak selonggar Indonesia. Yahoo! pun menggunakan singapore sebagai homebase Asia Tenggara nya, ini berarti memang regulasi internet business sangat rapi dan teratur, sehingga Yahoo! pun melirik Singapore. Sgbuyonline adalah salahsatu contoh website e-commerce yang beroperasi di Singapore.(Astawama)

next: Vietnam (part 2)

note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya dan link website saya. Terimakasih

Wednesday, December 28, 2011

Apa resolusi mu di tahun 2012?

               Beberapa hari lagi sudah berada di tahun 2012. Setelah bergelut di tahun 2011 ini, pasti kita sudah melewati berbagai macam peristiwa yang membuat diri kita semakin memahami hidup lebih bijak. Mungkin melihat resolusi tahun 2011 kemarin, apakah sudah semua tercapai dengan sempurna? itu menjadi renungan kita semua. Impian baik materi, karier, bisnis, pendidikan, sampai aktualisasi diri sepenuhnya menjadi target dan tanggung jawab masing-masing kita. Apa yang diresolusi setahun kedepan akan menjadi sebuah tujuan visi jangka pendek yang harus dikejar dan dicapai. 
          Lalu bagaimana dengan tahun 2012? apakah kalian sudah punya visi sendiri? apakah sudah menetapkan resolusi? atau apakah mau mengalir seperti air? (tapi jangan hanyut ya..hehehe) Itu menjadi hak kalian masing-masing, namun bila saya menyarankan, tetapkan resolusi yang jelas dari kita paling tidak untuk satu tahun kedepan. Bukan maksud menggurui, namun ini menjadi pondasi yang cukup kuat membantu kita dalam meraih kejayaan hidup, dan bukan hanya hidup tanpa tujuan, hanya mengalir dan mengalir kemanapun angin membawa kita, namun perjuangan menjadi khalifah di muka bumi itu tugas yang dibebankan pada kita dari Yang Maha Kuasa. Harus punya target dan fokus serta tawakkal untuk menggapai target tersebut.
              Kalau boleh berkenan, resolusi saya tahun 2012 (tidak saya paparkan detail disini, karena tidak mau terlalu gamblang membahas di publik) adalah di bidang pengembangan bisnis yang sudah jalan dan penjajakan bisnis baru, target materi, target pendidikan, dan target pengembangan diri (ibadah, sosial dan seni).
           Untuk lebih mempermudah mengingat dan tetap fokus, bolehlah tempel tulisan resolusi di dinding kamar kalian atau di meja kalian bekerja atau di handphone kalian yang smart itu, semoga bisa selalu ingat dan tetap berjuang terus agar semua tercapai dengan ijin Yang DiAtas.amiin...
           Mungkin itu contoh resolusi saya walaupun tidak secara detail namun diupayakan dari beberapa point tersebut dapat dicapai bersama-sama (bisa disinergikan), dengan target yang masih realistis namun tetap visioner. Lalu apa resolusi kamu di tahun 2012 ini??

Monday, December 5, 2011

Black Friday-ritual belanja ala Amerika

       Belanja merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi semua orang khususnya wanita. Di negara Paman Sam sana pada sekitar akhir bulan november tepatnya sehari setalah hari perayaan Thanksgiving, ada suatu ritual belanja yang terjadi pada hari jumat, ya....Black Friday! Kenapa disebut black friday? cukup sederhana saja diartikan bahwa para pengusaha/ pemilik toko menginginkan pada hari jumat tersebut catatan keuangan mereka tidak lagi bertinta merah (minus) pada hari-hari biasanya, namun dapat menjadi bertinta hitam/black (surplus) pada hari ritual belanja besar-besar an ini. Para peritel di Amerika berlomba-lomba menggeber diskon besar untuk produk-produknya. Acara belanja massal ini memang dikhususkan untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru. Biasanya masyarakat Amerika gemar memberikan gift atau hadiah kepada sanak saudara atau kerabat pada saat musim Natal Tahun Baru ini. 
      Lalu apa menariknya? Melihat data statistik yang ada, pada tahun 2011 ini tidak terjadi peningkatan signifikan saat belanja black friday. Lebih dari seperempat anggaran belanja keluarga orang Amerika dilakukan pada musim belanja akhir tahun ini. Pada tahun ini walaupun ekonomi belum pulih benar, konsumen Amerika sepertinya tak sabar lagi berbelanja setelah dipaksa berhemat selama 3 tahun mereka mengalami resesi. 
        Apa yang terjadi pada aktivitas belanja online? Sepertinya memang dunia maya itu tidak terpengaruh oleh dunia nyata. Omset yang dihitung pada ritual belanja setelah Thanksgiving day naik 10-15%. Konsumen lebih memilih online shop karena tidak mau berdesak-desakan di toko, dan harga yang ditawarkan sama bahkan banyak yang lebih murah dibanding belanja offline, biaya pengiriman pun gratis walaupun ada beberapa yang men-charge biaya shipping. Nah, melihat fenomena itu, belanja online atau aktivitas e-commerce tidak terpengaruh terhadap benturan resesi ekonomi, bahkan pada waktu-waktu tertentu pada black friday ini, omset mereka justru naik ketimbang aktivitas belanja offline. Dunia e-commerce memang tidak ada matinya....!

Friday, October 14, 2011

Social Commerce?

Banyak pelaku dan pemerhati bisnis e-commerce yang ada di Indonesia melihat peluang yang sangat cemerlang untuk mengembangkan bisnis yang berjalan di dunia maya. Indonesia adalah the great and big market for e-commerce. Namun masih banyak kendala yang dihadapi agar mampu tampil lebih baik bahkan menjadi mercusuar e-commerce di dunia (gak salah khan berharap tinggi untuk bangsa ini). Dari hal teknis penyediaan jaringan internet, edukasi sampai pola bisnis e-comerce yang tepat bagi masyarakat Indonesia. 
Sampai sekarang pelaku bisnis e-commerce Indonesia masih menggunakan pola yang digunakan orang barat dalam berbisnis online, dari buka toko online sampai promosi dengan diskon yang marak saat ini. Tak salah memang namun perlu dibuat format yang pas untuk lingkungan e-commerce Indonesia.
Dari tulisan saya sebelumnya tentang masa depan e-commerce adalah social commerce serta ditambah lagi dengan opini di i think social commerce is the best solution? memberikan pencerahan bahwa konsep yang terbaik untuk Indonesia adalah social commerce. Namun pada kenyataan nya pula jenis social commerce yang berkembang pesat adalah pola group diskon yang kata banyak orang bisnis macam itu adalah merepresentasikan konsep social commerce (sampai sekarang masih bingung nyambungnya dari mana ya? ckckckck).
Sebenarnya kalau diterjemahkan secara bebas, apa sih arti dari konsep social commerce itu? merupakan suatu bagian penting dari proses e-commerce yang memanfaatkan social media online untuk berinteraksi dan berkontribusi antar user dan atau produsen serta dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian barang dan jasa. Jadi tidak hanya berdasar pada review orang lain terhadap suatu produk atau hanya sekedar "jualan diskon". 
Jika kamu ingin membeli sesuatu misal laptop, apakah hanya seekedar mengacu pada promos diskon atau review orang yang tak dikenal? Social commerce saat ini berkembang tidak hanya fokus pada review konsumen yang tidak dikenal namun lebih ke rekomendasi dari temen terdekat yang pernah membeli laptop tersebut. Mengacu pada konsep getok tular, sebenarnya bisa diaplikasikan di internet. Facebook atau twitter atau mungkin kaskus sudah bisa dimanfaatkan untuk ber"social commerce"ria. Kedepan kita bisa kolaborasikan itu semua menjadi satu format yang jelas dan tepat untuk lingkungan e-commerce Indonesia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi