Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Tuesday, April 3, 2012

Backpacker journey for 2 weeks, 5 countries ASEAN, done!

        Excited, awesome, senang, heboh, tak terkendali...hahaha mungkin sebagian dari ungkapan perasaan saya karena ada kesempatan untuk melakukan perjalanan yang jarang saya lakukan. Mengelilingi semenanjung ASEAN melewati 5 negara dalam waktu 2 minggu. Wow, saya bersama 4 orang teman kampus, melakukan perjalanan ini dengan modal "nekat", kenapa nekat? karena belum satupun kita berlima yang pernah melakukan perjalanan backpacker apalagi ke luar negeri. Persiapan dilakukan 4 bulan sebelum journey. Karena belum satupun yang pernah merambah rute rute nya, maka mbah google pun jadi sasaran pencarian informasi kami. Mengumpulkan berita dan informasi dari blog orang lain yang pernah mengunjungi spot-spot wisata tersebut. Bergabung dengan forum facebook backpacker dunia memberi keuntungan bagi kami karena dapat mempermudah mendapatkan informasi dari teman-teman backpacker dunia yang jumlahnya sekarang sudah ribuan orang. Journey ini kami putuskan secara spontan karena pada awal ide dari pelaksanaan fieldtrip tugas kampus yang rencananya akan ke singapore, akhirnya kami merencanakan untuk berangkat terlebih dahulu mengelilingi 5 negara ASEAN dan bertemu dengan teman lainnya di singapore. Sempat ragu untuk melakukan trip ini, karena berpikir biaya yang dikeluarkan pasti akan mahal dan persiapan yang banyak. Tapi setelah mendapatkan informasi yang cukup, kami yakin untuk menjelajah 5 negara ASEAN dalam 2 minggu.
       Sempat khawatir apakah uang yang saya pegang akan kurang atau cukup? Untuk mengatasi kekhawatiran saya membuat itinerary perjalanan didalamnya ada rute perjalanan, hotel yang akan diinapi, jadwal kunjungan wisata, trabnsportasi yang dipakai sampai budget biaya per negara yang dikunjungi. Lengkap dan sedetail mungkin saya buat, walaupun nantinya mungkin akan sedikit berbeda kondisinya di lapangan. Namun asal berpegang dispilin pada itinerary yang dibuat, semuanya akan baik-baik saja :) .
       Rute yang kami ambil adalah Jogjakarta-Ho Chi Minh City Vietnam via Jakarta - Siemreap, Cambodia - Bangkok, Thai - Phuket,Thai - Singapore - KL, Malaysia - Solo - Jogja. Perjalanan antar negara tersebut kami mix with overland (bus, kereta,tuk-tuk,taksi) Karena kami ingin menghemat biaya dan merasakan semua moda transportasi lokal yang tersedia. Lebih menarik jadinya jika perjalanan dengan overland karena dapat melihat pemandangan pada saat perjalanan daripada hanya melihat awan putih saja :) .
       Kami berangkat tanggal 12 maret 2012 dan mengakhiri perjalanan pada tanggal 25 maret 2012. Tiket pesawat sudah kami booking jauh jauh hari yaitu 3 bulan sebelumnya untuk mendapatkan harga yang terbaik. Jakarta-Ho Chi Minh mendapatkan harga 700 ribuan, Kualalumpur - Solo mendapatkan harga 900 ribuan, ya hitungannya sudah cukup murah dengan rute penerbangan luar negeri. Waktu dua minggu membuat kami memutar otak agar bagaimana caranya dalam dua minggu sebanyak 6 kota dalam 5 negara bisa dikunjungi. Alhasil rute Bangkok-Phuket dan Phuket Singapore kami mix dengan over air alias numpak montor mabur maning. Pertimbangan kami juga efisiensi waktu dan tenaga serta perbandingan harga yang cukup murah hampir sama dengan jika kita naik bus. Selisih sedikit tak jadi masalah asal efisien waktu dan tenaga. Karena selama 2 minggu kita pastikan akan sangat terforsir tenaga nya maka dengan pertimbangan itulah kami memakai moda transportasi pesawat pada kedua rute tersebut.
       Banyak hal menarik dari perjalanan singkat kami selama 2 minggu ini, tukang asongan anak-anak kecil di angkor wat, siem reap yang selalu memaksa wisatawan untuk membeli handmade karajinan seharga 1 dollar dengan gaya tawar mereka yang khas "sir,..give me one dollar for this!" memakai logat lokal mereka sampai pakai acara saya hampir ketinggalan kereta di KL sentral. Hmm....seru pastinya, ingin lebih tertarik dengan cerita pengelaman kami selama dua minggu, tunggu tulisan lengkap saya yang akan saya share gratis buat temen-temen semua, coming soon!

Thursday, March 29, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Malaysia (end)

Petronas tower
      
       Malaysia, sebuah negara dengan penduduk 27 an juta jiwa terbagi antara dua region utama, Malaysia Barat dan Timur. Regulasi terhadap penggunaan internet untuk kegiatan commerce sudah jauh-jauh hari disiapkan, seperti yang saya pernah paparkan di "Malaysia lebih tanggap e-commerce dibanding Indonesia" , UU tandatangan elektronik dan kejahatan komputer sudah diketok palu dan direalisasikan pada tahun 1997 (Indonesia pada saat itu masih sibuk dengan urusan krisis ekonomi). Dengan kesiapan dari pemerintah tersebut, maka sekarang terlihat geliat positif e-commerce di Malaysia. 
      Lebih dari 8 juta pengguna internet melakukan interaksi perdagangan maya, dari sekitar 20 juta penduduk Malaysia yang terhubung oleh internet. Kalau diprosentase dengan total penduduk malaysia yang hampir 30 juta, Ini merupakan penetrasi yang sangat tinggi, namun jika dibandingkan dengan jumlah pengguna nya dengan Indonesia, malaysia masih dibawah Indonesia. Saya lihat ekosistem internet di Malaysia mulai tertata dengan baik, dengan banyaknya aktivitas perdagangan di dunia maya, ataupun regulasi pemerintah terhadap e-commerce juga sudah jelas. Namun yang disayangkan, prospek pengguna internet e-commerce akan stagnan, karena melihat jumlah penduduk yang tidak begitu besar. 
         Tak salah pula, Google atau e-bay lebih dulu melirik malaysia sebagai kepanjangan tangan mereka di kawasan asia tenggara selain singapore, karena kejelasan regulasi dan iklim investasi yang sejuk untuk investor. 



 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Monday, February 27, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Philiphines (part 4)


         Sebuah negara kepulauan dengan beribukota di Manila, berada di kawasan pasifik merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan sumbangan terbesar berasal dari tenaga kerja mereka yang bekerja di luar negeri serta dari sektor teknologi informasi. Nah, sektor teknologi informasi ini menyumbang cukup besar untuk pendapatan negara. Diam-diam negara ini sudah membuat prestasi yang cukup baik bagi sebuah negara berkembang di kawasan asia tenggara, mereka membukukan transaksi e-commerce tahun 2003 sejumlah US$3,2 trillion (IDC surveys), mantap euy!!.
      E-commerce di filipina berkempbang cukup baik dan cepat dengan dukungan prasarana teknologi informasi yang cukup baik. Multiply.com salahsatu situs jejaring yang sekarang berubah haluan menjadi e-commerce site mendapatkan tempat di Filipina, banyak perusahaan UKM disana yang memakai situs itu sebagai fasilitas dukungan e-commerce usaha mereka.
       Data dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa hampir 94% pengguna internet juga mempunyai akun facebook, namun bila diliat dari perbandingan jumlah penduduk, 29,7% dari jumlah penduduk Filipina yaitu sekitar 93 juta di tahun 2010, penterasi terbesar kedua setelah malaysia. Jika dibandingkan dengan Indonesia diurutan kelima. Namun dilihat juga penduduk nya yang lebih banyak di Indonesia maka saya kira masih sebanding penterasinya. 

before : Thai (part 3) next : Malaysia (part 5)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Thursday, January 12, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Thailand (part 3)

Patung penjaga Grand Palace Bangkok
       Negara dengan identik hewan gajah ini berada di kawasan asia tenggara. Ber ibukota di Bangkok, dan mempunya puluhan propinsi (lebih banyak dibanding Indonesia), padahal wilayahnya termasuk kecil. Thailand beberapa tahun terakhir menjadi primadona pariwisata, dari ujung kota Chiang Mai sampai ujung selatan kota Krabi seluruh wilayah seperti seakan siap untuk menerima dan menjamu wisatawan asing. Memang kalau dilihat pariwisatanya hanya "itu-itu" saja, namun pemerintah sepertinya cerdas dalam mengelola nya secara komprehensif dan tidak membosankan, sehingga waktu tinggal wisatawan cukup lama disini. Bangkok, Ayuttaya, Chiang Mai, Pattaya, Phuket, Phi-phi islands, beberapa tempat wisata andalan Thailand. 
        Namun apakah gemerlapnya dunia malam tempat wisata Thailand yang dipenuhi "lady boy" nya seiring sejalan dengan sektor bisnis jasa lain nya yaitu e-commerce? Kita tengok saja....
Menurut NECTEC konsumen belanja online naik sekitar 95 di tahun 2011 lalu dari 47% menjadi 57% dari pengguna internet total hampir 20 juta penduduk Thailand (sekitar 25% dari jumlah penduduk) dari sekitar 69 juta penduduk (statistik 2010). Naiknya pun sangat signifikan dari tahun 200 sampai 2010 dalam hal pengguna internet nya. 

NECTEC Survey
       Pengguna internet yang memnafaatkan media internet sebagai ajang transaksi jual beli online  untuk 3 rating terbesar adalah buku sekitar 34,7 %, service reservation 31,3%, dan fashion 26,7 %. Ini menarik saya katakan pada prolouge artikel ini bahwa pariwisata Thailand sudah sangat profesional pengelolaanya dari hulu ke hilir sangat rapi dan efisien. Pemanfaatan internet untuk booking online tiket pesawat , booking kamar hotel sampai dengan booking atraksi wisata dan venue penting lainnya tersedia lewat internet, maka dari itu sumbangan untuk bisnis e-commerce cukup tinggi di rating kedua yaitu service reservation. 
        Menanggapi meningkatnya pengguna internet untuk shopping online, vendor-vendor e-commerce juga cukup mempermudah dalam urusan payment nya dengan menaruh opsi debit card disamping credit card yang memang belum sebanyak pemilik credit card. Group buying juga makin beragam dan bervariasi dalam menawarkan diskon heboh nya. Vendor lokal yang cukup besar seperti Lotus juga memanfaatkan momen ini untuk membuka toko online nya dalam menggaet pasar yang lebih luas. http://www.pantipmarket.com/ dan http://www.thaionlinemarket.com/ adalah salahsatu contoh group buting yang beroperasi di Thailand. 
        Dari data yang ada jika dibandingkan dengan Indonesia, marketshare nya masih besar Indonesia dengan penetrasi internet nya pun juga saat ini Indonesia lebih tinggi ketimbang Thailand. Namun tak salah juga kita harus belajar dalam hal service reservation yang cukup unggul di Thailand yang baru semnagat dalam memperbaiki performa bisnis pariwisatanya. (astawama)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi