Booming E-Commerce Indonesia pada tahun 2013

Sudah siapkah anda jadi pemain atau penonton perkembangan pesat e-commerce Indonesia?

Dot.com lokal yang berkumpul di #startuplokal

Bagaimanakah perkembangan startup/perusahaan dot.com lokal, sudah sebanyak dan sebesar apa mereka?

Sensasi belanja baju tanpa ruang ganti

Mencoba baju di butik tanpa ruang ganti? hanya bisa dilakukan di depan cermin....

memimpikan indonesia sebagai pioner e-commerce

Masih banyak PR yang harus diselesaikan dan masih banyak hambatan, namun peluang dan prospek terbuka lebar, jika ekosistem e-commerce Indonesia menjadi sempurna

Thursday, March 29, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Malaysia (end)

Petronas tower
      
       Malaysia, sebuah negara dengan penduduk 27 an juta jiwa terbagi antara dua region utama, Malaysia Barat dan Timur. Regulasi terhadap penggunaan internet untuk kegiatan commerce sudah jauh-jauh hari disiapkan, seperti yang saya pernah paparkan di "Malaysia lebih tanggap e-commerce dibanding Indonesia" , UU tandatangan elektronik dan kejahatan komputer sudah diketok palu dan direalisasikan pada tahun 1997 (Indonesia pada saat itu masih sibuk dengan urusan krisis ekonomi). Dengan kesiapan dari pemerintah tersebut, maka sekarang terlihat geliat positif e-commerce di Malaysia. 
      Lebih dari 8 juta pengguna internet melakukan interaksi perdagangan maya, dari sekitar 20 juta penduduk Malaysia yang terhubung oleh internet. Kalau diprosentase dengan total penduduk malaysia yang hampir 30 juta, Ini merupakan penetrasi yang sangat tinggi, namun jika dibandingkan dengan jumlah pengguna nya dengan Indonesia, malaysia masih dibawah Indonesia. Saya lihat ekosistem internet di Malaysia mulai tertata dengan baik, dengan banyaknya aktivitas perdagangan di dunia maya, ataupun regulasi pemerintah terhadap e-commerce juga sudah jelas. Namun yang disayangkan, prospek pengguna internet e-commerce akan stagnan, karena melihat jumlah penduduk yang tidak begitu besar. 
         Tak salah pula, Google atau e-bay lebih dulu melirik malaysia sebagai kepanjangan tangan mereka di kawasan asia tenggara selain singapore, karena kejelasan regulasi dan iklim investasi yang sejuk untuk investor. 



 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Monday, February 27, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Philiphines (part 4)


         Sebuah negara kepulauan dengan beribukota di Manila, berada di kawasan pasifik merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan sumbangan terbesar berasal dari tenaga kerja mereka yang bekerja di luar negeri serta dari sektor teknologi informasi. Nah, sektor teknologi informasi ini menyumbang cukup besar untuk pendapatan negara. Diam-diam negara ini sudah membuat prestasi yang cukup baik bagi sebuah negara berkembang di kawasan asia tenggara, mereka membukukan transaksi e-commerce tahun 2003 sejumlah US$3,2 trillion (IDC surveys), mantap euy!!.
      E-commerce di filipina berkempbang cukup baik dan cepat dengan dukungan prasarana teknologi informasi yang cukup baik. Multiply.com salahsatu situs jejaring yang sekarang berubah haluan menjadi e-commerce site mendapatkan tempat di Filipina, banyak perusahaan UKM disana yang memakai situs itu sebagai fasilitas dukungan e-commerce usaha mereka.
       Data dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa hampir 94% pengguna internet juga mempunyai akun facebook, namun bila diliat dari perbandingan jumlah penduduk, 29,7% dari jumlah penduduk Filipina yaitu sekitar 93 juta di tahun 2010, penterasi terbesar kedua setelah malaysia. Jika dibandingkan dengan Indonesia diurutan kelima. Namun dilihat juga penduduk nya yang lebih banyak di Indonesia maka saya kira masih sebanding penterasinya. 

before : Thai (part 3) next : Malaysia (part 5)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Thursday, January 12, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Thailand (part 3)

Patung penjaga Grand Palace Bangkok
       Negara dengan identik hewan gajah ini berada di kawasan asia tenggara. Ber ibukota di Bangkok, dan mempunya puluhan propinsi (lebih banyak dibanding Indonesia), padahal wilayahnya termasuk kecil. Thailand beberapa tahun terakhir menjadi primadona pariwisata, dari ujung kota Chiang Mai sampai ujung selatan kota Krabi seluruh wilayah seperti seakan siap untuk menerima dan menjamu wisatawan asing. Memang kalau dilihat pariwisatanya hanya "itu-itu" saja, namun pemerintah sepertinya cerdas dalam mengelola nya secara komprehensif dan tidak membosankan, sehingga waktu tinggal wisatawan cukup lama disini. Bangkok, Ayuttaya, Chiang Mai, Pattaya, Phuket, Phi-phi islands, beberapa tempat wisata andalan Thailand. 
        Namun apakah gemerlapnya dunia malam tempat wisata Thailand yang dipenuhi "lady boy" nya seiring sejalan dengan sektor bisnis jasa lain nya yaitu e-commerce? Kita tengok saja....
Menurut NECTEC konsumen belanja online naik sekitar 95 di tahun 2011 lalu dari 47% menjadi 57% dari pengguna internet total hampir 20 juta penduduk Thailand (sekitar 25% dari jumlah penduduk) dari sekitar 69 juta penduduk (statistik 2010). Naiknya pun sangat signifikan dari tahun 200 sampai 2010 dalam hal pengguna internet nya. 

NECTEC Survey
       Pengguna internet yang memnafaatkan media internet sebagai ajang transaksi jual beli online  untuk 3 rating terbesar adalah buku sekitar 34,7 %, service reservation 31,3%, dan fashion 26,7 %. Ini menarik saya katakan pada prolouge artikel ini bahwa pariwisata Thailand sudah sangat profesional pengelolaanya dari hulu ke hilir sangat rapi dan efisien. Pemanfaatan internet untuk booking online tiket pesawat , booking kamar hotel sampai dengan booking atraksi wisata dan venue penting lainnya tersedia lewat internet, maka dari itu sumbangan untuk bisnis e-commerce cukup tinggi di rating kedua yaitu service reservation. 
        Menanggapi meningkatnya pengguna internet untuk shopping online, vendor-vendor e-commerce juga cukup mempermudah dalam urusan payment nya dengan menaruh opsi debit card disamping credit card yang memang belum sebanyak pemilik credit card. Group buying juga makin beragam dan bervariasi dalam menawarkan diskon heboh nya. Vendor lokal yang cukup besar seperti Lotus juga memanfaatkan momen ini untuk membuka toko online nya dalam menggaet pasar yang lebih luas. http://www.pantipmarket.com/ dan http://www.thaionlinemarket.com/ adalah salahsatu contoh group buting yang beroperasi di Thailand. 
        Dari data yang ada jika dibandingkan dengan Indonesia, marketshare nya masih besar Indonesia dengan penetrasi internet nya pun juga saat ini Indonesia lebih tinggi ketimbang Thailand. Namun tak salah juga kita harus belajar dalam hal service reservation yang cukup unggul di Thailand yang baru semnagat dalam memperbaiki performa bisnis pariwisatanya. (astawama)

 note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya (astawama) dan link website saya. Terimakasih

Wednesday, January 11, 2012

E-commerce di negara ASEAN : Vietnam (part 2)

City Night View "Ho Chi Minh City"
   
      Setelah lepas landas dari bandara changi airport singapore, yuk kita menuju ke negara di pesisir laut cina selatan, Vietnam. Apa yang ada di benak kalian semua kalau dengar negara Vietnam? "Perang saudara" , "Ramboo" , "Ho Chi Minh" , ya benar semua. 

VIETNAM....
     Vietnam pada tahun 70 an yang masih terbagi pada vietnam utara dan selatan, pada saat perang saudara dan perang dengan Amerika berbeda kondisi nya dengan sekarang. Berubah 2x360 derajat, menjadi negara yang pertumbuhan ekonomi nya lebih tinggi dengan Indonesia yaitu 7%. Dipicu oleh ekspor dan konsumsi dalam negeri yang naik terus. Tak salah Sony Coorporation ataupun Microsoft membuka pabriknya di sini.
Kota-kota sudah sangat tertata rapi dan infrastruktur yang lengkap. Gedung pencakar langit sudah mulai mewarnai langit kota-kota besar Vietnam. Jika kita menyusuri jalan di kota Ho Chi Minh City maka kita akan melihat suasana kota Jogja di Indonesia yang penuh dengan kendaraan bermotor, namun kota itu sangat ramah dengan pejalan kaki, pedestrian yang lebar dan banyak taman seakan kita sedang berada di salahsatu kota Eropa. 
     Perkembangan ekonomi yang cukup signifikan tersebut dibarengi dengan penetrasi internet yang cukup tinggi, dari  87 juta penduduk, 40% sendiri atau sekitar 30 juta penduduk terhubung oleh internet (http://www.e-commercefacts.com), wow!! dengan kondisi wilayah negara yang lebih kecil dibanding indonesia, penetrasi internet sudah sangat tinggi. Dari sisi potensial konsumen, vietnam merupakan pangsa pasar yang cukup tinggi untuk perdagangan online / e-commerce. Pada seminar yang diselenggarakan oleh Chamber of E-commerce and Industry of Vietnam melihat bahwa tahun 2015 nanti transaksi online akan menjadi $6 billion (berapa tuh kalau di rupiahkan? banyak lah hehe....). Dengan peta pasar yang 58% pengguna internet vietnam menggunakan media internet untuk mencari informasi dan membandingkan produk satu dengan yang lain sebelum mereka membelinya. Sepertinya pemerintah Vietnam juga sangat concern untuk fokus mengembangkan industri e-commerce nya. Dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak ribet untuk membuka usaha dan regulasi e-commerce seperti payment online, sangat responsif ketimbang yang terjadi di Indonesia.

     
      Vietnam Cybermall, Real Estate exchange (bisnis yang trend saat ini di vietnam), computer supermarket, dan lain-lain seolah menjadi simbol bahwa Vietnam menjadi negara yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam hal ekonomi ataupun lebih dalam lagi yaitu perdagangan online / e-commerce. menjadi sangat kontras dengan penduduk nya yang kebanyakan masih hidup secara sederhana dan menjaga tradisi di mix dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan internet yang cukup kencang, suatu paduan yang menarik sekali. Standar hidup di Vietnam masih rendah dibawah Indonesia, namun mungkin saja pada suatu saat nanti mereka akan mengejar kita, karena pemerintahnya sangat optimis menjadi macan baru Asia. (Astawama)


note : note : jika ingin menyadur sebagian atau secara keseluruhan bagian artikel ini dipersilahkan namun harap mencantumkan nama saya dan link website saya. Terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi