Saturday, April 24, 2010

Meramal E-Commerce Indonesia di masa depan

Bicara tentang ramal-meramal memang sangat menyenangkan, baik buruk masa depan orang ingin tahu. Terlepas dari itu semua kembali ke diri masing-masing bagaimana secara arif menyikapinya.
E-commerce yang bagi saya merupakan lahan proyek baru (insyaAllah), adalah sesuatu yang menyenangkan. Dimana orang dapat bertransaksi apapun bentuknya secara online. Kemudahan yang didapat lewat media e-commerce merupakan daya tarik tersendiri bagi saya dan beberapa orang. 
Memang tak dapat dipungkiri, e-commerce memberikan kemudahan bagi pengunannya, di sisi konsumen, tidak perlu capek keluar rumah, tinggal klik , bayar, dan pesanan datang. Begitu pula pelaku bisnis nya, bisa memotong biaya untuk efisiensi harga jual.

Pemain besar seperti Amazon, E-bay, di jepang ada Rakuten, dan di Indonesia sendiri ada Bhinneka dan pemain baru tokopedia,mereka telah memberikan kontribusi sangat signifikan bagi perkembangan e-commerce.  
Di Amerika, nilai transaksi perdagangan retail online mengalami peningkatan yang signifikan.Berdasarkan statistik yang dipublikasikan oleh US Census Bureau, nilai transaksi retail secara online pada 3 bulan (quarter) pertama tahun 2008 mencapai 33 milyar USD. Jumlah ini adalah sekitar 3.3 persen dari total nilai perdagangan retail pada rentang waktu tersebut. Jika dikalkulasikan untuk transaksi online seluruh dunia, tahun 2004 mencapai sekitar US$ 1,7 triliun. Wow...!!

Bagaimana dengan posisi Indonesia?Meskipun belum mendapatkan data statistik mengenai hal ini, tapi diperkirakan nilai transaksi retail yang dilakukan melalui internet masih sangat kecil jumlah dan persentasenya jika dibandingkan dengan nilai transaksi retail secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan masih sedikitnya pengguna internet di Indonesia yang menurut data APJII baru sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. Selain itu, pengguna internet yang telah lama menggunakan internet pun belum tentu pernah bertransaksi melalui internet karena masalah kebiasaan atau belum yakin akan keamanannya. 
Berdasarkan kenyataan tersebut, bagaimana dengan prospek E-commerce di Indonesia ? Saya berpendapat bahwa E-commerce di Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang pesat. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yakni :
  • Akses internet semakin murah dan cepat, yang akan meningkatkan jumlah pengguna internet
  • Dukungan dari sektor perbankan yang menyediakan fasilitas internet banking maupun sms banking, yang akan mempercepat proses transaksi
  • Biaya web hosting yang semakin murah
  • Semakin mudah dan murahnya membangun situs E-commerce yang didukung dengan tersedianya berbagai software open source, seperti osCommerce, Magento, dll
  • Faktor geografis Indonesia yang teridiri dari banyak pulau justru akan mendukung berkembangnya e-commerce, karena lebih gampang nya mengakses berbegai kebutuhan yang diinginkan hanya lewat media e-commerce, tanpa harus ke kota A untuk mendapatkan sesuatu yang berada di luar pula.
Selain hal - hal yang disebutkan di atas, perkembangan E-commerce di Indonesia tentu harus didukung juga oleh adanya peraturan yang dapat melindungi konsumen dari kerugian yang disebabkan penipuan, credit card fraud, dan berbagai potensi kerugian lainnya. Dengan demikian konsumen dapat berbelanja online secara aman dan nyaman. 

2 comments:

Menurut gw sih, sekarang saatnya Eommerce bicara. Solnya rada sulit mengandalkan situs Startup dari iklan

he em.....beod, tp jangan terlalu fokus juga tentang earning point nya, soalnya e-commerce itu luas beod, berbicara bagaimana memasyaraktan e-commerce dulu aj, kalo tentang earning point itu hal teknis. kalo gw seh seperti itu beod hehehe

Post a Comment

Hai teman, gunakan nama dan URL kamu sehingga bisa saya link back lagi nanti, terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

List rekomendasi